Pt 29 | Kembalinya Memori

774 36 0
                                                  


Aku memang tidak bisa mengingat apapun, namun percayalah cintaku tidak bisa berubah - Rena

Vania khawatir dengan kondisi Gara apalagi dirinya tidak masuk sekolah dalam beberapa hari ini.

Ia mengunjungi rumah Gara, disana ia bertemu dengan orang tuanya. Dan memberitahukan apa saja yang terjadi. Dengan orangtuanya yang merasa cemas kepadanya.

Diruangan kamar yang gelap, ia menatap jendela memperhatikan rintikan hujan. Beberapa kali ia mendengar suara Vania dari depan kamarnya.

Ingatan yang selalu membekas membuatnya dalam kenangan buruk.  Kesalahannya pada Rena membuatnya tertekan hebat.

" Gara! " Panggil seseorang dengan lembut,  dengan jelas ini bukanlah suara melainkan Ryan.

" Kami sudah tahu semuanya, selama ini Papa selalu egois karna kamu tidak se pintar Gara, dan membuat kamu tertekan hingga melakukan hal semacam itu. Tolong maafkan Papamu ini Gara " Suara Ryan membuat Gara berjalan ke arah pintunya, namun hatinya masih ragu untuk membuka pintunya.

" Mama akan berusaha menjadi ibu yang baik buat kamu, Gara. Mama mohon buka pintunya sekarang, nak " Lirih Calista.

Gara membuka pintu kamarnya, ia bisa melihat orangtuanya yang kini berdiri dihadapannya. Ryan buru buru memeluk putranya, lalu bergantian dengan Calista.

" Maafin Gara, Ma Pa, Gara janji akan ngebanggain kalian tanpa harus se pintar Saga "

" Lakukan apapun yang membuat kamu bahagia. Papa bakal selalu mendukung kamu "

Calista memeluk erat putranya yang selalu dirindukan. Hati mereka terbuka sekarang karena ucapan Vania membuat mereka sadar kalau nilai bukanlah segalanya. Ia mendatangi Vania,lalu memeluknya seperti putrinya.

" Cuma tante sama om yang bisa membuat Gara keluar dari kamar " Ucap Vania, hanya hening yang didengar olehnya.

Vania menggenggam tangan Mama Gara, lalu tersenyum tipis.

" Aku tahu tante, sekarang ini cemas banget kan sama Gara? "

Vania tersentak saat ditarik oleh Calista didepan Gara. Diletakan tangannya bersamaan dengan tangan Gara.

" Mama restuin kalian "

🏈

Rena memandang lekat Saga yang sedang berbicara tentang hubungan mereka dulu dengan makan ice cream di taman kota. Ia benar benar bahagia sekarang, sosok yang selalu dirindukan kini ada didepan matanya.

Kapan kamu bisa berangkat ke London sayang?

Setelah aku ingat semuanya, ayah

" Ga, Gue pengen ingat semuanya apapun itu " Ucapan Rena tiba tiba membuat Saga terdiam dengan menatapnya.

" Tenang aja, Ayah udah cariin dokter psikolog yang bisa buat aku ingat lagi " Lanjut Rena dengan menggenggam tangannya.

" Lo ingat gak Ren, lo itu seneng banget dateng ke bukit taman waktu malam. Karena disana lo bisa liat semua kota,yang lo suka itu kerlap kerlipnya " Balas Saga dengan antusias.

" Besok, jawaban pertanyaan gue selama ini akan gue ketahui "

Hendra, Rena dan Saga sudah sampai di Rumah Sakit Psikologi Pelita. Hari ini adalah waktunya untuk mengembalikan ingatan yang sudah terhapus. Dia sedikit gugup ia tidak tahu akan sanggup kenangan buruk lama.

Namun Saga ada disampingnya yang selalu siap menggenggam tangannya.

Diruangan sudah ada Dokter Rangga namanya yang siap membantunya mengembalikan memorinya dengan sebuah hipnotis. Hendra dan Saga duduk disofa untuk memantau keadaan Rena.

Rena hanya mendengar detakan kalung jam, matanya bergerak sesuai pergerakan kalung itu. Beberapa waktu tubuhnya mulai lemas dan membuatnya tertidur.

Bersambung..

Saga dan Gara ( Komplit )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang