Pt 27 | Remember In The Love

773 37 0
                                                  

Ingatlah, kisah tentang dimana kita saling mencintai


Suasana sekolah SMA Dharmawangsa sudah sepi. Semua siswa sudah pulang dari tadi yang sibuk dengan urusannya masing masing.

Gara mengenakan seragam yang dikeluarkan, keringat yang membasahi sekujur tubuhmya. Sudah satu jam dirinya bermain basket sendiria, namun disana ada Vania yang bersamanya.

Bisa dikatakan kalau Vania tidak akan menjauh darinya walaupun Gara sendiri tidak mau bicara dengannya. Vania terpesona dengan keahliannya dalam basket bahkan melupakan buku yang sedari tadi dibacanya.

" Gara! " Panggil Saga yang membuat Gara menoleh, Ia hanya melirik saudara kembarnya sebentar lalu melanjutkan mendribble bolanya.

" Om Hendra nelfon gue, kalau Rena udah kalau tentang lo yang hampir membunuh Rena " Ucapan Gara membuatnya tidak jadi memasukan bola dalam ringnya.

Vania sangat terkejut ulasan Saga, karena penasaran dirinya mendekat untuk mengetahuinya. Jadi, inikah yang dimaksud Gara yang membela Rena.

Gara tahu kalau Vania mendengar yang dikatakan Saga.

" Gue bukan orang baik Van, untuk itu gue nggak pantas buat lo " Perkataan Gara barusan membuat mata Vania berkata kata.

Untuk membuatnya seolah tidak mendengar, Gara kembali memasukan bola basket ke dalam ring. Tapi usahanya gagal, bola melesat menggelinding.

Rena mengambil bola basket yang menggelinding diarahnya. Lalu diambilnya dengan tatapan kekecawaan. Dilemparkan bola itu mengenai tubuh Gara, yang dilakukan Gara hanya diam dan siap untuk menerima hukumannya.

Plakk!

Sebuah tamparan keras dari Rena yang mendarat dipipinya. Gara hanya menatap dirinya dengan tatapan sendu.

" Kesalahan gue jauh lebih parah lo Gar, Lo udah buat gue koma sampai amnesia, Gue hampir mati Gar! " Bentak Rena

" Gue tahu " Balasnya singkat

Plak!

Lagi lagi tamparan Rena dengan keras, Saga dan Vania hanya menjadi penonton. Karena mereka bingung harus melakukan apa.

" Gue selama ini menderita Gar, karena kecelakaan itu. Dan elo dengan enaknya datang dalam kehidupan gue seakan nggak terjadi apapun. Lo emang berengsek Gar! " Sentaknya

Rena berusaha ingin menamparnya lagi tapi tangannya sudah dicegah oleh Saga.

" Udah Ren, Gara juga menderita sama hal nya dengan lo " Ujar Saga membuat tangan yang dicekalnya dihempaskan dengan kasar.

" Jangan ikut campur Ga! Biarin Rena tampar gue sampai puas. Ayo, Ren tampar lagi gue " Teriak Gara

" Kalian berdua memang kembar berengsek ya, Gue nggak nyangka Ga, ternyata lo lindungin saudara lo ini kan! Diam diam kalian bohongin gue, menolak lupa kalau kalian ini udah pernah membunuh gue " Rena beranjak begitu saja, lalu disusul oleh Saga.

Gara hampir terjatuh jika Vania tidak cepat menangkap tubuhnya. Dengan isakan kuat Gara membuat Vania memeluk erat orang yang dicintainya.

" Gar, dengerin gue baik baik. Terkadang kita perlu berbuat buruk untuk menyempurnakan hidup kita " Ucap Vania untuk menenangkan Gara.

" Hiks, Gue udah hancurin hidup Rena dan saudara kembar gue sendiri. " Parau Gara

Vania menyentuh kedua pipinya dengan lembut.

" Wajar aja lo berbuat salah karena lo itu juga manusia Gar. Yang salah itu lo nggak ada niatan untuk mempertanggungjawabkan hal yang lo lakuin "

🎖🐅

Rena buru buru masuk ke mobilnya, namun Saga berhasil menahan pintu mobil belakang miliknya.

" Ren, gue cuma mau minta waktu 5 menit aja " Ucap Saga dengan wajah memelas.

" Pergi Ga! Pergi! " Teriak Rena dengan menutup pintu mobilnya yang masih tertahan oleh tangan Saga.

Rena mendorong tubuh Saga dengan keras,hingga membuatnya tersungkur di aspal jalannya. Cepat cepat Rena menutup pintu mobil dengan rapat rapat.

" Jalan, pak "  Ucap Rena kepada sopirnya

Tidak ada kata menyerah dalam kamus Saga, ia mengejar sambil menggeplak kaca mobil berharap mobil yang ditumpangi Rena berhenti.

Rena bisa melihat Saga dari kaca mobil, tetapi ia hanya melirik sebentar. Rena mencoba fokus melihat arah depan. Entah kenapa saat bersama Saga membuatnya merasa lemah. Ia mengambil ponselnya dari tas nya dibukanya pesan chat Wa. Ia mengetikan sebuah pesan untuh ayahnya.

To : Ayah

Ayah, Rena akan ikut ke London

Buliran air mata masih menggenang dipipinya.

" Rena gue mau jelasin sesuatu, dengerin baik baik! Gue mohon Ren! Ingat sedetik aja bahwa gue Saga pacar lo! Rere! "

Mobilnya melaju lebih kencang membuat Saga sudah tidak kuat mengejarnya. Dengan nafas tersengal sengal, ia mengusap air matanya.

Deg! Ia tidak salah dengar dengan perkataan Saga barusan yang memanggilnya Rere. Apa maksudnya? Apa dirinya orang yang bernama Rere itu. Kenapa ingatannya kini masih kelabu.

Bersambung..

Saga dan Gara ( Komplit )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang