Chapter 12

2.9K 268 26
                                                  

Author POV

“Ayo masuk!” –(y/n)
Kakashi memasuki rumah sederhana miliki (y/n). Kakashi mengedarkan pandangannya, semua barang tertata rapih hanya saja...

“Sudah berapa lama Kau tidak membersihkan rumah?” Tanya Kakashi.

“Aku rasa sudah seminggu, biasanya Aku selalu membersihkannya setiap hari minggu karena kalau hari – hari biasa Aku tidak sempat...” Jawab (y/n).

“Maaf ya kalau rumahku berantakan...” Tambah (y/n).

“Rumahmu tidak berantakan, maksudku tidak ada benda – benda berserakan hanya saja debu – debu kotoran ini...” –Kakashi.

“Iya Aku tau, kalau begitu biar Aku bersihkan rumahku dulu ya...” Ucap (y/n).

(y/n) mengambil alat – alat kebersihan, dan memulainya dengan membersihkan ruang tamu terlebih dahulu. Tapi tiba – tiba saja Kakashi mengambil alat kebersihan yang ada ditangan (y/n).

“Biarkan Aku yang membersihkan ruang tamu dan ruang keluarga... Kau bersihkan ruangan yang lain saja...” Tukas Kakashi.

“Tidak... Tidak... Kau kan tamu, masa Kau yang membersihkan rumahku...” Ucap (y/n).

“Rumahmu, rumahku juga...” Balas Kakashi sambil tersenyum dengan posisi wajah yang hanya berjarak 10 cm, dan membuat wajah (y/n) tersipu.

“Y-yasudah terserah Kau saja...” Ujar (y/n) gugup sambil berlalu meninggalkan Kakashi.

Kakashi mulai membersihkan ruang tamu (y/n), kemudian lanjut membersihkan ruang keluarga. Saat sedang membersihkan ruang keluarga, Kakashi mendapati salah satu meja yang berisi beberapa foto. Kakashi membersihkan foto – foto itu dari debu. Dan Dia menatap satu persatu foto – foto tersebut.
Kakashi mengambil salah satu foto, dan mendapati seorang anak perempuan tengah duduk dikursi sambil memakan ice cream dengan ekspresi ceria.

‘Menggemaskan...’ Batin Kakashi. Kemudian meletakkan kembali foto tersebut. Dan pandangannya kembali jatuh pada salah satu foto.

Kakashi mengambil foto tersebut, dan mendapati 2 orang perempuan didalam foto tersebut yang mana salah satunya adalah kekasihnya sedangkan perempuan disebelah kekasihnya memiliki wajah seperti kekasihnya itu hanya saja Dia terlihat lebih tua dari kekasihnya. Ekspresi senyum 2 perempuan didalam foto tersebut membuat Kakashi ikut tersenyum.

~ Skip Time ~

“Akhirnya selesai juga...” Ucap (y/n) sambil mendudukan dirinya diatas sofa ruang keluarga, dan diikuti Kakashi yang juga duduk disebelahnya.

“(y/n)!” Panggil Kakashi.

“Hm, ada apa?” Tanya (y/n).

“Kalau tidak salah, waktu itu Kau pernah mengatakan kalau Kau hanya tinggal di rumah dengan ibumu... Kenapa sekarang Dia tidak disini?” Tanya Kakashi. Mendengar pertanyaan Kakashi, membuat (y/n) sedih dan Kakashi yang menyadari perubahan ekspresi diwajah (y/n) membuatnya merasa tidak enak.

“Ibuku... Sudah meninggal satu tahun lalu Kakashi. Ibu meninggal karena sakit. Aku sangat sedih karena Dia meninggalkanku sangat cepat, tapi satu sisi Aku bersyukur karena sebelum Ibu meninggal, Aku bisa memberikan apa yang selama ini Ibu inginkan, dan juga Ibu masih sempat melihatku memakai jas putih yang menjadi impianku. Aku sangat menyayanginya, dan merindukannya...” Jawab (y/n) dengan lirih pada kata terakhir.
Kakashi yang mendengar jawaban (y/n) ikut merasa sedih dan sakit, karena Mereka sama – sama merasakan kehilangan orang yang Mereka cintai.

“Meskipun Ibumu sudah tiada... Dia akan tetap menyayangimu, mengawasimu, dan melindungimu dari tempatnya... Agar Ibumu tenang dan senang sering – seringlah do’akan Dia...” Ucap Kakashi sambil mengusap punggung (y/n).

“Itu pasti...” Balas (y/n).

“Ah, iya kalau begitu Aku buatkan minum dulu... Setelahnya Aku akan merapihkan pakaian yang nantinya akan kubawa ke Konoha...” Ucap (y/n). Dan dijawab anggukan kepala Kakashi.

“Dan juga, agar tidak bosan sebaiknya Kau menonton Tv saja...” Tambah (y/n). kemudian menyerahkan remote Tv dan beranjak pergi membuat minum.

Kakashi menekan tombol berwarna merah di remote Tv, dan kotak besar dihadapan Kakashi menampilkan sebuah gambar bergerak. Kakashi menonton acara yang disuguhkan di Tv itu. Lebih tepatnya yang sedang Dia tonton adalah 2 orang dewasa berbeda jenis kelamin, yang satu mengenakan jas rapih berwarna hitam, sementara satu lagi tengah memakai gaun berwarna putih, dan ditengah – tengah Mereka ada seorang pendeta. Ya, acara yang ditampilkan adalah sebuah acara pernikahan. 

“Aku Hatake Kakashi, membawa (y/l) (y/n) untuk menjadi istriku. Hidup dalam senang maupun susah, sampai kematian memisahkan Kita...” Ucap Kakashi.

“Aku (y/l) (y/n), membawa Hatake Kakashi untuk menjadi suamiku. Hidup dalam senang maupun susah, sampai kematian memisahkan Kita...” Ucap (y/n).

Dan pendeta mempersilahkan Kakashi mencium (y/n). Tapi tiba – tiba saja tangan (y/n) mencubit pipih Kakashi.

“AAAAHH, sakit... sakit... Hei, (y/n)... Kenapa Kau mencubit pipihku?” Tanya Kakashi.

“Kau sendiri, Aku sudah memanggilmu berkali – kali tapi Kau tidak merespon sedikitpun dan malah terus menonton Tv....” Jawab (y/n).

‘Rupanya Aku mengkhayal tadi...’ Batin Kakashi sambil mengusap pipihnya perlahan.

Sedangkan (y/n), Dia menatap apa yang ditampilkan di Tv. Dan mendapati seorang laki – laki memakai jas hitam, dan seorang perempuan bergaun putih tengah berciuman. Yang ternyata Mereka adalah seorang Aktor dan seorang penyanyi yang tengah melangsungkan pernikahan.

“Tidak kusangka akhirnya Mereka menikah... Aku kapan?” Gumam (y/n).

“Hm, ada apa (y/n)?” Tanya Kakashi.

“E-eh tidak ada apa – apa kok... Sudah ya, Aku mau merapihkan pakainku dulu.. Dan ini Kau minum saja minumannya...” Ujar (y/n) kemudian pergi menuju kamarnya. Dan tanpa (y/n) sadari Kakashi sebenarnya mendengar gumamannya, dan Kakashi yang mendengar itu tersenyum tipis dibalik maskernya.

~Skip Time~

Setelah (y/n) merapihkan pakaian yang akan Dia bawa, Dia mengajak Kakashi keluar. Lebih tepatnya (y/n) mengajak Kakashi menuju Rumah sakit tempat (y/n) bekerja.

(y/n) dan Kakashi menuju Rumah sakit dengan mengendarai mobil. Kakashi terkagum – kagum melihat beberapa bangunan yang ada dipinggir – pinggir jalan, para pejalan kaki yang tertib, dan tidak lupa beberapa pemandangan yang indah.

“Kotaku ini memiliki tempat – tempat yang indah Kakashi, dan hal itu membuat banyak wisatawan yang menjadikan kotaku ini sebagai destinasi untuk liburan...” Ucap (y/n).

“Aku membenarkan ucapanmu, tempat tinggalmu sangat indah...” Balas Kakashi.

Tidak lama kemudian, Mereka pun sampai di Rumah sakit tempat (y/n) bekerja.

“Rumah sakit disini jauh lebih besar daripada Rumah sakit di Konoha...” Komentar Kakashi. Dan hal itu membuat (y/n) tertawa kecil.

“Ayo masuk!” Ajak (y/n).
(y/n) dan Kakashi memasuki Rumah sakit, banyak para perawat yang menyapa (y/n) juga menatap dengan tanda tanya siapa laki – laki bermasker yang berada disebelah (y/n).

“Kakashi, Kau tunggu duduklah disini... Aku mau menuju ruangan atasanku dulu, Aku mau menyerahkan surat pengunduran diriku dulu...” Ucap (y/n) dan dijawab anggukan kepala oleh Kakashi.

Sembari menunggu (y/n), Kakashi mendudukan dirinya diatas kursi ruang tunggu dan mengambil salah satu koran kemudian membacanya. Tapi tiba – tiba saja seorang perempuan berambut pendek berwarna coklat memakai jas berwarna putih menghampiri Kakashi.

“Permisi!” Ucap perempuan tersebut.

Kakashi pun mengalihkan pandangannya dari koran kearah perempuan tersebut. Kakashi terkejut melihat perempuan tersebut, dan menatap tidak percaya.

Author POV END

Chapter 12 selesai...
Hmmm... Maaf ya baru update, baru ada kuota banya... Hehehe... Semoga suka ya...

Love from Asami2610

Your World S2{KakashiXReader} (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang