Pt 23 | Terungkap

749 42 0
                                                  

Seburuk apapun dirimu hati ini tetap mencintaimu

-------
__________________

^_^

Gara dan Vania kini berada diruang komputer setelah jam pulang sekolah. Vania menutup tirai dan mengunci pintu agar tidak ada orang yang  bisa mengetahuinya.

Gara menancapkan flashdisk di salah satu komputernya. Disampingnya ada Vania yang melihat file. Tidak ada file kecuali sebuah dokumen berisi Video. Dipencetnya tombol open melihat video itu yang ternyata.

Retta memulai rekaman dalam handy cam miliknya dengan memakai baju yang sama saat menemui Vania sebelum kematiannya.

Ia menghela nafas kasarnya, sebelum memulai pembicaraan nya. Lalu isakan tangisnya mulai keras.

" Untuk Vania, gue berharap lo yang akan dapetin flashdisk ini. Gue akan mengungkapkan semua kebenarannya. Sebelum itu gue minta maaf sebesar besarnya. Karena selama ini gue berkhianat sama lo Van. Gue yang udah naruh lem dikursi lo yang bikin lo malu. Maafin gue "

Retta meneguk salivanya

" Gue akan ceritain semua yang terjadi karena gue punya sebuah alasan. Lo tahu setelah pembully an ada cowok yang perhatian banget sama gue namanya Kiky temen Rena "

Retta mengusap air mata yang terjatuh dipipinya,kini ia berada di lab kimia yang kosong. Suara derap langkah membuatnya terkejut, ia sedikit takut karena orang yang didepannya orang yang membullynya tadi.

" Nggak usah takut, gue Kiky! Disini gue mau minta maaf sama lo " ucapnya sambil memakaikan jaket padanya

" Semenjak itu gue diam diam deket sama dia, bahkan ia sempat bawa gue ke bar miliknya. Dengan bodohnya gue mau aja disuguhi alkohol dan itu membuat gue kecanduan. Ternyata tanpa gue sadari rasa sayang Kiky semua itu palsu. Gue dijebak sama Kiky dan Rena. Ia Rena karena cemburu sama lo yang deket sama Gara "

Karena terlalu mabuk berat Retta sudah minum 2 botol alkohol. Membuat dirinya tidak sadarkan diri, tanpa diketahui olehnya. Kiky tersenyum licik dengan membawa Retta ke sebuah hotel. Tidak hanya Kiky tetapi ada Rena yang sudah membawa camera.

Kiky membuka semua bajunya dan menyentuh semua badannya dengan Rena yang memvideo aksi itu.

" Gue terbangun dari tidur dengan kondisi tidak memakai baju, Van. Gue bingung harus bagaimana? Lalu gue ketemu sama Kiky dan disana gue tahu yang sebenarnya kalau gue kejebak "

Retta berhasil menemukan Kiky dan juga ada Rena yang sedang bersulang dengan wine nya.

" Pinter juga rencana lo " Puji Kiky pada Rena

" Makasih ya, dengan cari ini gue bisa jauhin Vania dari Gara. Lo emang sahabat gue terbaik Ky " Rena memeluk erat Kiky

Hati kian memanas tangannya mengepal sekuat kuatnya. Ia mengambil anggur yang ada disampingnya lalu melemparnya tepat ditengah tengah mereka. Membuat Kiky dan Rena tersentak.

" Jadi, kalian jebak gue " Teriak Retta

" Ck, kalau iya kenapa? " Balas Rena senyum kecutnya

Retta menampar pipi Kiky dengan keras, bulir air matanya sudah mengalir deras. Bukannya merasa bersalah, namun Kiky malah mendorong Retta dengan keras.

" Cewek kayak lo pantas diginiin " Suara Kiky dengan merendah kannya.

" Gue akan bilang ke semua orang tentang rencana kalian termasuk Gara " Ancam Retta

Belum siap langkah tangan Retta sudah dulu dicekal oleh Rena.

" Sebelum lo pergi, bisa liat video ini dulu "

Retta menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Bagaimana mungkin video memalukan itu bisa ia dapat. Ia melihat mereka yang sama sama tersenyum smirk.

" Lo harus nurut sama gue atau sebarin ini video "

" Rena ngancem gue dengan video itu Van, gue terpaksa ikutin semua permainannya. Termasuk kejadian memalukan itu pada lo. Gue menghilang selama tiga hari, karena Rena ngancem bakal sebarin video itu kalau lo nggak menjauh dari Gara. "

" Lalu gue sadar akan kekuatan cinta kalian berdua. Gue nggak akan pernah bisa misahin kalian berdua. Jadi, ini adalah salah satu jalan keluar yang harus gue tempuh. Dan benar kata Rena lebih baik gue mati daripada menanggung beban seperti ini. Awalnya gue nggak pernah kepikiran untuk bunuh diri tapi Rena beritahu gue akan hal itu.

" Gue nggak bisa ngejauhin ataupun nyakitin Vania lagi " Sentak Retta

" Lo yakin? Apa jadinya kalau gue sebarin imi video " Retta mulai berpikir ulang apalagi tentang keluarganya.

Retta bahkan bersujud di kaki Rena, dengan keras ia menghempaskan begitu saja.

" Gue mohon mohon hapus video itu, gue nggak bisa melakukan semua hal yang lo suruh itu " Namun Rena tetap tidak menghiraukannya.

" Gue kasih tahu satu hal, kalau lo nggak mau melakukan dua duanya pilihan hidup lo cuma satu yaitu mati "

" Van, lo jangan sedih ya. Gue berharap lo tetep mau jadi sahabat gue. Gue beruntung punya sahabat satu satunya kayak lo "

Rekaman video tersebut sudah selesai, kini mereka sudah tahu kebenaran tentang Retta. Vania menangis histeris apa yang terjadi dengan sahabatnya bahkan Vania tidak tahu. Disisi lain Gara masih berkutat dengan pikirannya. Kenapa Rena melakukan hal semacam itu.

Bersambung..

Saga dan Gara ( Komplit )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang