Are We A Stranger now?

8.7K 372 10

'Dalam sekejap duniaku telah berubah seratus delapan puluh derajat, orang yang dulu selalu hadir di dalam hidupku berubah menjadi orang asing, orang yang selalu aku bayangkan akan menemaniku sampai aku tua, orang yang selalu aku bayangkan akan mendampingiku sampai aku menutup mata ini telah berubah menjadi orang asing, setidaknya dia yang memperlakukanku seperti itu.' Cherise larut dalam pikirannya, ia menatap kosong segelas teh hijau di hadapannya, walaupun saat ini ia tinggal di rumah yang sama dengan Jason, tapi kebersamaan mereka terasa begitu canggung bagi Jason. Jason baik dan lembut seperti biasa, tapi seperti ada jarak yang tidak terlihat di antara mereka, Jason terlihat seperti menjaga jaraknya dari Cherise, perlakuannya itu membuat hati Cherise semakin sakit, dadanya terasa sesak.


"Hari ini kamu mau kemana Cher?"suara Jason menyadarkan Cherise dari lamunan panjangnya


"Hmmm.." Cherise tampak berpikir keras "Nggak tahu, belum ada rencana" Cherise melanjutkan perkataannya.


"Oh, ok deh..aku pergi kerja dulu ya" Jason tersenyum manis, Cherise berdiri dan berjalan mengantar Jason ke arah pintu keluar. Itu sudah menjadi kebiasaannya setiap hari, mengantarkan Jason sampai di depan pintu dan memberikan senyum termanisnya untuk lelaki itu.


"Aku pergi ya Cher"Jason tersenyum tipis


"Iya..hati-hati"Cherise tersenyum manis dan melambaikan tangannya pada Jason, saat pertama kali ia melakukan ritual yang selalu dilakukannya ini, Jason tersenyum canggung, Cherise tidak merasakan canggung sedikitpun, seingatnya hal itu sudah biasa ia lakukan.


Cherise membersihkan ruang kerja Jason, ia melihat laptop Jason yang masih menyala, ia duduk di sebuah kursi yang berada di balik meja besar itu, ia mulai memeriksa isi laptop yang masih menyala itu, mencoba mencari-cari kenangan yang mungkin masih tersimpan di dalam laptop itu. Cherise tersenyum lebar saat melihat sebuah folder yang bertuliskan namanya, ia membuka folder itu dan menemukan banyaknya video, hobby nya itu ternyata masih berlangsung selama lima tahun ini, Cherise tersenyum bahagia, ia memutar sebuah video yang di beri judul 'hari ternakal'.


"Ayo Cherise buka handukmu, kita lihat payudara siapa yang lebih besar" Chintya menarik-narik handuk yang di kenakan oleh Cherise


"Apakah kita sedang membuat video bugil, aku merasa seperti kita sedang membuat video bugil" Cherise terkekeh geli dan memegang erat handuk yang di kenakannya.


"Ayo lah Cherise, kau yang selalu bilang bahwa payudaramu lebih besar, mari kita buktikan semuanya itu hari ini" Chintya tersenyum nakal dan mengejar Cherise yang coba berlari darinya.


"Ayolah kalian berdua, kapan lagi kita bisa membuat video seperti ini" Suara Anabelle terdengar di dalam video itu, Cherise terkekeh pelan saat menyadari kakaknya itu ikut dalam pembuatan video anehnya ini.


"Baiklah, baiklah, tapi aku tidak akan menunjukkan asset ku ini ke arah handycam" Cherise membuka handuknya dan menunjukkan tubuhnya kepada Chintya.


"Hahaha...baiklah aku mengaku kalah"Chintya mengangkat kedua tangannya, memberi tanda bahwa dia mengakui kekalahannya, mereka semua terkekeh geli
(End of video)
Cherise menutup kembali laptop Jason, mungkin ia bisa bertanya kepada Chintya apa yang terjadi lima tahun yang telah di lupakannya, Chintya adalah sahabat baiknya, mungkin saja sahabatnya itu tahu mengapa ia bercerai dengan Jason.


Cherise memasuki sebuah toko bunga yang sebagian besar bangunannya terbuat dari kaca ini, ia mengarahkan pandangannya ke kanan dan ke kiri, mencoba mencari sosok sahabatnya, pandangannya terhenti saat ia melihat sahabatnya yang tengah duduk di sebuah bangku yang berada di sudut ruangan, Chintya membuka kedua matanya dengan lebar saat melihat Cherise tersenyum ke arahnya, Cherise berjalan pelan ke arah Chintya.

The Stolen YearsBaca cerita ini secara GRATIS!