For every story tagged #WattPride this month, Wattpad will donate $1 to the ILGA
Pen Your Pride

*Author's POV*

Hari menjelang siang, Debby berusaha menahan sekuat tenaga kantuk yang menyerang dirinya, pelajaran biology terasa sangat menjemukan dan beberapa kali sukses membuatnya nyaris terantuk meja.

"Baiklah sampai jumpa di kelas selanjutnya, selamat siang."

Debby mendesah lega saat si botak tua gurunya mengakhiri pelajaran paling membosankan sepanjang masa itu, namun bukan berarti penderitaannya sudah selesai, masih ada satu kelas lagi, KIMIA, yang tak kalah nightmare

-

*Debby's POV*

"Debby!"

aku menoleh dan mendapati Yair yang tengah berlari ke arahku

"Hei Yair, mau ke kelas kimia?"

"Tentu."

Yair tersenyum dan mulai berjalan beriringan denganku, sepanjang perjalanan kami membicarakan tentang hasil pembagian peran drama yang akan di umumkan setelah pulang sekolah nanti, tak terasa kami sudah sampai di kelas kimia yang didalamnya sudah ada Justin dan emm.... si Villegas itu

"Oke class minggu ini kita akan melakukan praktek mengidentifikasi senyawa polar, baiklah silahkan berkumpul dengan kelompok kalian"

mendengar perintah Mrs.Rose aku langsung menuju meja praktek bersama Yair, Jasmine dan Justin ada di sebrangku, ugh mengganggu pemendangan saja

Prakteknya tidak terlalu susah, kami hanya mengisi buffet dengan cairan cairan kimia dan melihat reaksinya dengan batang politena, sungguh pelajaran ini tak ada masalah, yang menjadi masalah itu si ratu lebah yang terus menempel pada Justin bak perangko dengan amplop, ugh ingin rasanya aku melempar muka gadis latin itu dengan cairan etanol

"Justin... ini bagaimana menulis laporannya aku bingung.."

ugh tuh kan dia sama sekali tak ada masalah dengan pelajaran yang satu ini, aku yang 'sedikit' tak menguasai kimia juga bisa mengerjakan laporan praktek kali ini, dasar cari muka! Dan yang paling menyebalkan adalah ketika Justin dengan bodohnya mau saja di tipu gadis lebah itu, dasar pria bodoh!

Akhirnya pelajaran kimia yang cukup menguras hati ini selesai, tanpa bicara dengan Justin, yah agar tak ada yang curiga dengan hubungan aneh kami ini, aku dan Yair menuju ruang audiotorium untuk melihat hasil casting drama kami tempo hari, di dalam ruang audiotorium sudah cukup ramai, sepertinya kami datang sedikit terlambat, aku langsung menuju salah satu kursi di antara Anastasya dan Ryn temanku di club ini.

"Baiklah guys, sepertiya sudah lengkap, aku akan segera mengumumkan pemeran-pemeran drama snow white ini."

Liam mengedarkan senyum dan mulai mengeluarkan secarik kertas dari tas hitamnya, dan deg... oke aku mulai gugup

"Pemeran raja atau ayah putri salju adalah aku sendiri dan Merry yang akan menjadi ibu tirinya."

Liam mengangukan kepalanya pada Merry, senior grade 11, seorang gadis berambut hitam panjang dengan wajah yang urmm... antagonis

"Dan pengawal kerajaan adalah Bryan."

Kali ini seorang anak junior bermata hijau terang yang mendapatkan salah satu peran inti di drama, selanjutnya Liam membacakan nama tujuh kurcaci yang terdiri dari tiga anak senior dan empat anak junior yang tentunya semuanya laki-laki, oke sejauh ini namaku belum di sebut dan aku mulai tak yakin akan mendapat peran

"Sekarang pangerannya yaitu Yair danor."

Sorak sorai riuh langsung terdengar menyoraki heboh Yair, Pria itu hanya tersenyum simpul seperti ini bukanlah hal yang 'hebat' baginya

My Arrogant BoyfriendBaca cerita ini secara GRATIS!