Aku berjalan mengitari kamarku. Jam sudah menujukan pukul 6 dan aku? Aku masih berjalan mondar mandir sambil menatap kedua kotak berbungkus berbeda namun isi sama.

Seperti yang aku perkirakan memang benar bahwa aku tidak di undang oleh Angel. Bahkan rumah sudah kosong Mereka sudah berada di tempat acara sepertinya.

Kotak yang mana yang harus ku gunakan? Pink putih atau pink biru? Siapa yang juga akan menjempurtku nanti malam jam 7? astagaaaa!

Aku putuskan memilih kotak berwarna putih pink. Aku mengenakan dress berwarna putih. Aku membiarkan rambutku tergerai dan mengenakan heels berwarna hitam. Aku memoleskan make up tipis ke wajahku. dan mengenakan beberapa perhiasan.

TIN TIN

Sial. Jangan-jangan itu dia? My prince? Sial aku tidak sabar. Aku mengambil purse dan langsung mengenakan topeng putih dengan bulu bulu di atasnya juga dengan manik-manik silver membuatnya terlihat elegant. Aku turun dan melihat seorang lelaki dengan tuxedo hitam dan kemeja putih dengan topeng putih yang menutupi wajahnya juga. Dia mengulurkan tangannya dan membungkuk layaknya seorang pangeran

"Ready princess?" tanyanya

"Night Love!" pekik seseorang dengan topi juga topengnya dan membawa sekuntum bunga mawar. Sial. Memang harus mengenakan topi juga? Aku bahkan tidak bisa melihat rambut mereka

"Kalian siapa?" tanyaku

Mereka saling bertatapan sinis dan terkejut lalu kembali menoleh ke arahku.

"Your prince" ujar lelaki dengan topemg hitam sambil memberikan bunganya

Lelaki bertopeng putih itu hanya menatap lelaki yang bertopeng hitam sinis. Lalu langsung menarikku pergi. Namun sisi lain tanganku di tarik lagi oleh lelaki bertopeng hitam. Mereka ini siapa?

"STOP!" teriakku

"Kalian sebenarnya siapa?" pekikku

Seketika lelaki bertopeng hitam menarikku pergi jauh dari lelaki bertopen putih. Dia membawa ku ke dalam mobil sportnya lalu membuka topeng dan topi nya.

"Harr-----"

"Sshhhh!"

"Bagaimana kau---"

"Shut up!" bentaknya dan menatap ku tajam

"I love you!" tambahnya lagi dan segera melumat bibirku lembut.

He is my first kiss...

BRAK

seketika pintu mobil Harry terbuka dan aku di tarik oleh lelaki bertopeng putih

"Oh shit" gumam Harry yang masih terdengar

Lelaki bertopeng putih itu langsung menarikku keluar mobil Harry dan melumat bibirku.

"I love you..." gumamnya di sela ciuman kami

Dan seketika Harry meninju pipi lelaki bertopeng putih itu hingga topeng dan topinya terpental. Dia Niall.

Harry menarikku ke dalam mobil nya. Belum sempat aku masuk, Niall sudah menarikku. Namun seketika Harry menarikku lagi. Hey aku bukan tali tambang!

Aku menyentakkan kedua tanganku membuat genggaman mereka terlepas. Mereka bodoh! Mereka pikir aku apa? bisa di perebutkan seenak mereka?!

"STOP!" teriakku

"Kalian pikir aku mainan atau boneka yang bisa kalian perebutkan huh?!" pekikku emosi

Mereka hanya diam

"Aku tidak pergi ke pesta itu! Persetan dengan my princeku! Aku bukan boneka yang bisa seenaknya kalian tinggalkan dan kalian perebutkan!" teriakku dengan air mata yang sudah di ujung pelupuk mata.

"Aurora.... So--"

"Jangan dekati aku lagi!" pekikku dan segera berlari masuk ke dalam rumah

Namun seketika dua tangan menghentikan langkahku hingga langkahku terhenti. Aku menoleh kebelakang ternyata Niall dan Harry.

"Sorry...." gumam mereka dengan nada kecewa

"JANGAN DEKATI AKU!" teriakku dan langsung berlari masuk ke rumah

*

Persetan dengan mereka semua! Persetan! Harry? Dia bersikap seperti itu padaku dan berkata bahwa dia mencintaiku? Aku tidak sebodoh itu!

Niall? Dia berubah sikap menjadi orang yang sama seperti Harry! Persetan dengannya yang mengatakan dia mencintaiku juga!

Persetan dengan sebutan My Prince!

Yang lebih parah lagi, Harry mengambil first kiss ku yang seharusnya di dapatkan oleh Prince ku yang sebenarnya. Yang benar-benar mencintaiku!

DIA MENGAMBIL FIRST KISS KU!

Aku harus pindah. Aku tidak tahan jika harus menjadi mainan mereka setiap hari.

Fix ini absurd. Sorry. Out of idea.

BEFORE I DIEBaca cerita ini secara GRATIS!