Ally POV

"Karena aku kehausan sekarang." jawabnya. Aku mulai merasa merinding sekarang. "Ha-haus? Itu ada minimarket di sebrang, beli minuman saja." kataku.

"Kau tau bukan itu maksudku. Ally Vienna Horan, kau tau kenapa Niall James Horan jadi vampire satu tahun lalu? Aku menyuruh salah satu anak buahku untuk mengubahnya. Itu supaya Niall bisa mengambil darahmu. Darahmu itu, mempunyai sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk para vampire. Darahmu sangat unik, wanginya pun berbeda. Oh, i'm Valen." kata Valen.

Aku yakin dia akan berbuat sesuatu yang jahat... Bus nya tidak datang-datang! Oh, great. "Apa maumu?" tanyaku dengan suara setenang mungkin. "Tentu saja aku ingin mengambil darahmu. Tapi tidak sekarang, waktunya belum tepat." kata Valen.

"Kenapa harus aku? Kenapa tidak orang lain?!" bentakku. "Kau belum tau? Ayahmu itu, setengah vampire. Ibumu meninggal saat melahirkanmu, karena kau itu terlalu kuat. Pertama dia sudah melahirkan Niall, itu sudah menjadi bahaya besar. Tapi ayahmu yang bodoh itu, malah membuat anak ke-2. Dan justru saat anak ke-2 nya itu lahir, dia membenci anaknya. Padahal masalahnya ada pada dirinya sendiri." jelas Valen.

Tidak mungkin, Dad setengah vampire? God, kenapa banyak sekali vampire di sekitarku? "Aku tidak akan mengambil darahmu sekarang, tapi tentu aku akan memerlukanmu sekarang." kata Valen. "Un-untuk apa?" kataku takut. Aku melihat tangannya menjadi biru muda, lalu dia memegang tanganku, dan semuanya berubah menjadi gelap.

Harry POV

Bad feelings. Lagi-lagi semua perasaan buruk itu selalu datang. Dari 1 jam yang lalu, perasaan yang buruk itu selalu menghantuiku. Ini sudah jam 4 sore, aku yakin di New York sudah jam 9 malam.

HARRY! NIALL! God, i don't want to die now. Please.

Aku yakin itu Ally. "Zayn! Bawa aku ke rumah Ally." kataku. "Ada apa?" tanya Niall. "Aku mendengar pikiran Ally, dia dalam bahaya." kataku panik. "Ayo kita berangkat berlima! Kalau perlu ajak juga Eleanor, Dani, dan Perrie." kata Louis. Akhirnya kami semua berangkat.

Di rumah Ally...

"Niall, ada apa? Kenapa kau bisa kesini?" tanya Mr. Horan. "Itu tidak penting sekarang Dad, Ally belum pulang kan?" kata Niall. "Iya, aku sudah menghubunginya beberapa kali, tidak diangkat." kata Mr. Horan. "Dad, Ally dalam bahaya. Argh! Seharusnya Dad menjemputnya!" kata Niall. "Ada apa dengan Vienna?" kata Mr. Horan. "Dad, aku tau Dad pasti tau sesuatu mengenai ini. Dad itu setengah vampire kan?" kata Niall. "Iya. Benar, lalu Vienna kenapa?" tanya Mr. Horan.

"Ah! Aku tau, darah Ally yang unik, dibutuhkan para vampire." aku baru ingat tentang sejarah vampire yang ingin menguasai dunia, tapi harus ada darah seseorang yang sangat spesial. "Vienna terlalu kuat, itu sebabnya ibumu meninggal saat melahirkannya." kata Mr. Horan.

"Kapan hari 'itu'? Hari saat Ally harus dikorbankan?" tanyaku. "Berdasarkan pengetahuan yang ada, mungkin lusa, saat malam bulan purnama." kata Mr. Horan. "Kita harus mencari Ally dari sekarang!" kata Perrie. "Pantas saja bau darah Ally berbeda." kata Liam. "Iya, dia unik, dan jika para vampire mengambil darah Vienna, mereka akan menguasai dunia. Selain itu, Vienna akan... Mati." kata Mr. Horan dengan berat.

"Ayo kita cari dia!" kataku. "Harry, apa kau bisa menyalurkan pikiranmu ke pikiran orang lain?" tanya Danielle. "Aku belum tau." kataku. "Mungkin saja bisa! Kau bisa menanyakan dimana Ally dengan pikiranmu." kata Danielle. "Let's try first. Ayo Harry, berikan sesuatu ke pikiranku." kata Niall.

We have to find Ally.

Aku tidak memikirkan yang lain selain itu. "Ya aku tau kita harus mencari Ally." kata Niall. "Eh, you did it Haz!" kata Louis. "Okay, kirimkan sesuatu pada Ally."

Ally, it's me Harry. I know it's sounds crazy but listen... Aku harus tau kau ada dimana sekarang.

Harry? Ah, itu hanya ilusinasi saja Ally. Tidak mungkin itu Harry.

Ini aku Ally! Please just answer me, Niall khawatir sekali. Kau dimana? Kita harus menyelamatkanmu.

Harry? Is that you? Aku tau mungkin kau tidak mendengar ini, aku tidak tau aku dimana. Yang jelas di tempat ini, liberty statue nya terlihat sangat dekat.

Wait Ally. Beri sinyal seperti asap atau cahaya senter ke jendela agar kami tau dimana lokasimu.

"Guys, i know where she is! Kita harus mencari tempat-tempat yang dekat liberty." kataku. "Come on!" kata Niall. "Niall, temukan Vienna ya. Aku akan menaiki mobil untuk mencarinya juga." kata Mr. Horan.

Ally POV

"ALLY!" Valen berteriak memanggilku. "Apa?" kataku dingin. "Aku haus sekali. You are my blood servant now, let me drink your blood." kata Valen. "Apa kau tidak ingat? Kalian semua memerlukan darahku." kataku.

"Berani melawan, huh? I can kill your precious Niall, or Harry. I can kill them. Kekuatanku jauh lebih hebat dari mereka." kata Valen. "Shut up!" bentakku. Dia langsung menamparku sampai aku terpental.

Kekuatannya ini luar biasa. "Tau apa kekuatanku? Aku bisa menyerap kekuatan vampire lainnya hingga vampire tersebut berubah lagi jadi manusia." kata Valen. "Aku bisa saja mengambil kekuatan Niall dan Harry, tapi aku masih memerlukan mereka. Aku juga memerlukan Louis." kata Valen.

"Just let me go! Tidak adakah orang lain yang seperti aku?" kataku sambil terisak. "No. Kau satu-satunya yang unik. Salahkan lah ayahmu." kata Valen lalu meninggalkanku.

Jelas-jelas aku merasa takut. Mungkin 2 hari lagi aku mati. Yeah. Ah! Aku harus mengirim sinyal. Aku mencari-cari sesuatu, dan aku menemukan senter! Aku menyala-matikan senter itu ke jendela.

Please look at this. Anybody!

Aku yakin Harry pasti melihat ini. I know he will save me. "Come on!" aku sudah frustasi. Lalu seorang wanita masuk. "Hai, Ally. Aku Veronica, aku mau mengambil darahmu sedikit." kata Veronica.

"Don't you even dare to touch me, bitch." kataku kasar. "Seharusnya kau menjaga sikap, i'm thirsty now. Sayangnya kau dibutuhkan oleh para vampire." kata Veronica. Dia membawa suntikan, lalu dia menusukkan suntikan itu ke leherku dan mengambil sedikit darah.

Itu menyakitkan sekali! "Sudah." kata Veronica. Lalu dia memberiku plester. "Tutup lukamu, baunya menyengat. Bahaya kalau ada vampire yang mau memakanmu." kata Veronica. Aku berbaring di kasur yang ada di ruangan ini. Disini dingin sekali.

Harry cepatlah datang. Aku sudah mengirimkan sinyal.

Aku tau kau disana, Ally. Aku hanya perlu waktu yang tepat untuk masuk kesana. Tunggulah, Zayn akan ke sana.

Really? Cepatlah.

Kuharap Zayn cepat datang. Tiba-tiba Valen ada di depanku. What?! "Taukah kamu kenapa aku punya kemampuan berteleportasi yang mengagumkan seperti ini? Aku mengambilnya dari salah satu penyelamat mu. Dia resmi menjadi manusia biasa." kata Valen sambil tersenyum licik.

"How dare you!" aku kaget sekali. "Dimana dia sekarang?" kataku lesu. "Aku rasa dia tidak berguna. Jadi aku ambil setengah darahnya untuk stok, dia ada di rumah sakit sekarang. Mungkin menungu pendonor darah." kata Valen.

Harry, selamatkan Zayn dulu. Jangan pedulikan aku. Kekuatan Valen ini tidak akan bisa dilawan.

Mungkin memang sudah seharusnya aku mati...

Mungkin.

*************

A/N :

Gimana nih? Pasti pada penasaran untuk next chapter. Mungkin ff ini sekitar 40 chapter, tapi kalau imajinasiku masih panjang pasti ada sequelnya. Thanks for vomments nya. Untuk chapt selanjutnya harus ada yang vomments. Setidaknya 1 atau 2 orang.

Jangan karena udah memenuhi minimal, kalian pada gak vomments ya. Hargai sedikit. Thanks.

Crysta Styles

You Should Believe in Vampires // h.sBaca cerita ini secara GRATIS!