Part XIV

860 28 0

Ini dia part akhirnya guyss^^ Mau bikin yang agak melow gitu tapi, gatau deh melow apa engga :D Minta VOTE nya juga ya :)

Zayn sedang menyuapi Jean makan bubur. Wajah Jean sangat pucat, tubuhnya selalu bergetar, dan wajahnya penuh keringat dan agak sedikit terlihat bengkak.

"Jean?"

Jean menatap Zayn.

"Aku ingin bicara sesuatu padamu"  Zayn menunduk.

"Bicaralah" Jean bicara sedikit terbata-bata.

Zayn menghela nafasnya lalu memegang kedua tangan Jean, "Aku....... Sebenarnya aku...." Zayn terlalu gugup.

"Kau kenapa Zayn?"

"Aku......Aku........" Jean menunggu.

"Aku mencintaimu Jean!!!"

Jean diam seketika, ia menatap wajah Zayn, tatapannya lemah namun tajam.

"Aku sudah mencintaimu sejak kita kelas 1 Jean, namun aku tak pernah berani mengatakannya padamu" Zayn kembali menunduk.

Jean masih diam.

"Maaf jika aku menyinggungmu Je. Aku hanya ingin kau tahu"

Jean tersenyum, "Kau tidak menyinggungku Zayn"

"Kau tidak marah?"

Jean tertawa pelan, "Marah? Untuk apa? Itu adalah hakmu Zayn. Kau mempunyai hak untuk mencintai wanita manapun, begitu juga aku, aku punya hak untuk mencintai laki-laki manapun"

Zayn bingung, "Maksudmu? Kau mencintai laki-laki lain?"

Jean tersenyum lalu menebar pandang ke arah lain, "Aku kira kau tidak akan mengerti kalimatku"

"Si....siapa..siapa laki-laki itu?"

Jean menatap Zayn, ia tersenyum.

"Louis?" Tanya Zayn.

Jean diam lagi.

Zayn mengangkat wajah Jean, "Siapa? Beri tahu aku"

"Kau tadi sudah menyebut namanya"

DEGGG! Jantuung Zayn serasa terhenti. Matanya mulai berkaca-kaca. Dugaan ia selama ini benar. Mereka saling mencintai. Zayn diam. Pandangannya kosong.

"Zayn?"

Zayn diam. Ia bengong. Ia tak percaya kenyataan ini. Ia meneteskan airmata.

Jean memeluk Zayn, "Maafkan aku Zayn. Aku sudah mencintainya sejak 6tahun yang lalu"

Zayn menangis di pelukan Jean.

"Jika kau ingin membenciku, silahkan. Aku tahu aku jahat. Aku sudah tau dari dulu kalau kau menyukaiku, namun aku pura-pura tidak tahu meskipun kau berkali-kali memberikanku kode. Aku tak ingin kau terluka Zayn" Jean ikut menangis. "Kau boleh membenciku, tapi izinkan aku memelukmu lebih lama lagi"

Zayn membalas pelukan Jean dan menangis lebih dalam, "Aku tidak akan membencimu Baby! Aku justru akan semakin menyayangimu, maafkan aku"

Mereka berdua menangis dalam pelukan masing-masing.

****

"Bagaimana keadaan Jean Mom?" Tanya Louis ketika ia baru sampai.

Mama Jean menatap Louis, "Lou, Jean memang sudah sadar. Tapi dokter bilang, itu bukan suatu kemajuan, keadaannya makin memburuk" Mama Jean menangis, "Ia sedang tidur di dalam, sangat lemah"

Will be my last?Baca cerita ini secara GRATIS!