5 days before the wedding

5.5K 167 4

Sekarang aku di sini terjebak dengan obrolan yang membuatku pusing, apalagi selain obrolan tentang pernikahan. Sementara laki-laki di sampingku ini dengan gaya cueknya tak peduli, cihhh! bisa tidak sih dia peduli sedikit saja? pernikahan ini kan bukan permainan

"re...menurut mama nanti kamu sebaiknya tinggal di sini saja"

"kenapa gak di malang saja ma?"

aku gak mau tinggal di sini, pekerjaan ku di malang lebih penting

"loh, kamu ini gimana sih? istri ikut suami loh re...lagian nanti juga repot kalau harus bolak balik"

"tapi ma...pekerjaan regina gimana?"

"nanti mama yang ngurus"

"gimana kalau regina jadi sekertaris vano aja?" kata tante irene,tuh kan! aku gak bisa bayangin jadi sekertarisnya kak vano. Aku masih ingat kejadian kemarin waktu kak vano memecat sekertarisnya

"ide bagus itu jeng, skalian kan bisa menemani vano di kantor"

"gimana van? maukan?"

please jangan di jawab ia, aku gak mau jadi sekertaris kak vano. Ku tatap kak vano dengan tatapan memohon, tapi dia terseyum evil padaku

"kebetulan nih ma, vano lagi butuh sekertaris"

kak vano! dia itu suka sekali sih membuatku marah, ia kalau aku di jadikan sekertaris tapi kalau aku malah di jadikan pembantu gimana? mama...papa...kok tega sih nikahin aku sama manusia kayak kak vano?

"oh ia kami mau jalan dulu ya re..., vano kamu jangan tinggalin regina sendirian ok? kami pulangnya mungkin sekitar jam 9 malam"

again! di tinggal berdua dengan kak vano. Bisa gak sih aku jalan-jalan juga bukan di sini dengan kak vano. Ku lirik sekilas kak vano, ia langsung menatapku

"ada apa re?"

"gak ada!" kataku ketus peka dikit kek jadi orang, bisa gak liat ekspresiku yang lagi marah ini? aku harus sabar ini pasti cobaan semakin banyak cobaan itu berarti Allah menyayangiku tapi ngomong-ngomong kenapa kak vano masih bicara formal ya, bentar lagi kan aku bakalan jadi istrinya

"kak vano..."

"hmm"

"bisa gak kak vano gak pake bahasa formal kalau bicara sama regina?"

"hmm"

"hmm itu artinya iya apa enggak? yang jelas dong"

"iya...r.e.g.i.n.a"

"nah gitu dong"

aku dan kak vano pun kembali diam, kak vano sibuk dengan bukunya. Emang kacang itu mahal ya? sampai aku di kacangin gini ngomong apa gitu? nanya-nanya kek sama aku? apa aku sms mba vina aja ya... aku gak punya temen ngobrol. Ku cari nomor mba vina langsung ku sms mba vina

mba vina... sibuk gak? bisa kerumahnya kak vano gak? aku sendirian nih gak punya temen ngobrol

beberapa menit kemudian akupun mendengar suara pesan di hp ku

mba gak sibuk re, kebetulan nih mba memang  pingin banget ketemu kamu re. kamu tunggu aja bentar lagi mba kesana

ok sip mba:-)

akupun bersenandung ria sambil menunggu mba vina

"almost is never enough...so close to being love..."

"berisik!"

kak vano langsung meninggalkanku ia menuju kamarnya. Pergi aja sana! yang jauh kalau perlu gak usah kembali sekalian males liat wajahnya yang sok cakep, ku dengar suara bel itu pasti mba vina. Akupun langsung bergegas membuka pintu

Choose MeBaca cerita ini secara GRATIS!