give me your heart part16

20.1K 653 8

Dulu aku merasa London adalah tempat terindah. Namun, sekarang keindahannya tak lagi terpancar. Awan yang cerah, terlihat kelabu dimataku. Aku tinggal disatu kota yang sebenarnya cukup indah. Usia kandunganku sudah mencapai lima bulan. Dan dokter mengatakan aku akan memiliki dua anak kembar. Aku tak tahu harus bahagia atau sedih. Aku bahagia dengan keadaan anakku. Namun mengetahui itu membuatku pedih. Karena aku tak bisa membagi kebahagiaan ini dengan kak Ivan.

Aku duduk dibangku café dekat kampus baruku di London. Bersama Alissa, gadis yang rumahnya tak jauh dari rumahku. Suaranya yang bising dan sering tanpa ada jeda. Membuatku santai bersamanya, karena aku tak perlu mengeluarkan terlalu banyak kata.

"Hei Vi, ayolah bergabung dipesta Shiren nanti." Ucapnya. Aku hanya tersenyum kecut dan menggeleng.

"Kamu menjadi terlihat lebih tua jika kamu terlalu sering menutup diri seperti ini." Lanjutnya. Aku memalingkan wajahku dan mencoba mengalihkan perhatianku kehal yang lebih menarik. Seorang gadis berdiri tegap di seberang jalan. Tangannya terus memperhatikan jam tangannya, hingga sebuah motor melaju dihadapannya. Wajah kesalnya tampak jelas hingga kecupan itu mendarat di bibirnya. Aku tenggelam dalam satu memory, kak Ivan sering kali melakukan itu padaku. Ia sering mengecup bibirku setiapkali aku merajuk. Aku rindu kecupannya dan belaiannya. Aku rindu kak Ivan.

"Vi, you all right?" tanya Alissa. Aku sadari airmataku menetes dipipiku. Dengan cepat aku menghapus airmata itu dan memaksakan senyumku.

"Nothing, maaf aku harus pulang." Ucapku. Tanpa menunggu jawaban dari Alissa aku segera pergi dan meninggalkan café yang sudah mulai penuh dengan pengunjung. Tak aku hiraukan tatapan beberapa orang. Sampai aku keluar dari café itu, sebuah taksi berhenti pada waktu yang tepat.

Mama masih ada di bungalow. Gazebo rumah yang unik, membuatku betah berlama-lama disini. Seorang pelayan pun membawakan secangkir teh dan beberapa camilan juga buah-buahan. Aku tatap kekejauhan, tempat yang terlihat santai ini terasa begitu tenang. Namun, tenangnya membuatku merasa ngeri. Kembali bayangan gadis dan seorang pemuda tadi membuatku kembali terpuruk. Saat tak ada siapapun aku bisa menangis, mengeluarkan kepedihan dibatinku. Rasa kehilangan yang masih belum bisa aku kontrol dan masih sering menyayat dadaku dan membuat perih.

Suara high heels mama membuatku cepat-cepat menghapus airmataku. Aku tak ingin menangis dihadapannya, aku tak ingin menambah beban fikirannya. Ia membelai rambutku yang aku ikat. Ntah mengapa, rambut yang selalu aku banggakan kini tak aku hiraukan. Aku lebih sering mengikat rambutku dan jarang merias wajahku.

"Kata Alissa, kamu tadi mendadak menangis dan pergi begitu saja." Ntah itu pernyataan atau sebuah pernyataan. Aku hanya diam sampai mama duduk disampingku, mendekatkan kursinya padaku. pelukannya hangat, pelukannya selalu dapat membuatku merasa damai.

"Kamu tau saat kejadian kamu terjadi pada mama? Saat itu pun, mama berfikir ingin pergi bersamanya kesyurga." Perlahan mama mengambil nafas, yang pasti ia sedang mengambil kekuatan untuk kembali masuk kedalam kenangan kelam itu. "Kamu tahu, apa yang membuat mama kuat saat itu?" Tanyanya lagi. Aku masih terdiam dan tak berani menatap mama sedikit pun.

"Kamu." jawabnya, aku rasakan pelukannya semakin erat." Karena kamu mama jadi kuat, mama jadi bisa melanjutkan kehidupan mama. Walau pedih, walau sakit dan kehilangan. Mama tetap harus melanjutkan kehidupan mama. Demi kamu." isak tangis kami tanpa terasa terjatuh bersamaan. Airmata mama jatuh tepat ditanganku dan membuat rasa perih itu semakin nyata.

"Kamu harus ingat sayang. Kamu nggak sendirian, kamu memiliki dua anak kembar kamu. dia membutuhkan kamu seutuhnya. Hanya kamu tumpuhan mereka. Kamu putri mama yang kuat. Dan mama yakin kamu bisa melalui ini semua." Lanjut mama, aku biarkan isak tangis sore ini mengalir dari mataku dan mata mama. Namun aku berharap esok tak ada lagi airmata kami. Dan aku akan berusaha untuk menjalani hidupku. Demi kedua anakku.

give me your heartBaca cerita ini secara GRATIS!