No, he's not my man

12.8K 315 7

Aloha, kali ini, gue bawa ceritanya Juliette! Yap! yang kangen ama Juliette, monggo mbak dan mas, ayo di vote, nguehehehe...

.

.

udah deh, cus aja langsung ke inti permalasahan...

Author PoV

Juliette mengerang tanda bangun, dirinya merasa aneh, setiap berada di samping orlando, bulu kuduknya meremang.. Menurutnya, itu hanya ngidam..

"Orlando?" Juliette melihat di sisi tempat tidur, tidak ada Orlando.

"Ya Tuhan, kenapa perasaan ku enggak enak begini ya?" Juliette melihat sebuah kotak, aneh. tiba tiba ia ingin tau isi kotak tersebut.

Dengan pelan, Juliette menghampiri kotak itu dan membukanya..

Sebuah kontak lensa.

Berwarna hitam.

"Ngapai Orlando memakai kontak lensa? Warna matanyakan....hi...tam?" Juliette kaget

"Ya warna matanya hitam. Berbeda dengan mataku, berwarna coklat" suara berat di belakang Juliette membuat Juliette menatap 'Orlando'

"Ka..kau? siapa kauu??" Juliette mundur.. membuat sang pria maju..

"Kenapa? Kau penasaran? Hahahaha... Ya, aku memang bukan orlando... Hahaha" dia semakin dekat dengan Juliette. membuat Juliette makin mundur dan punggung halusnya membentur dinding

"Kenapa? Kenapa kau ketakutan? KENAPA!? JAWAB AKU KENAPA!!!!?" teriak pria itu

"Ka..Karna...kau.. bu..bukan.. or..orlando..." ucap Juliette terbata.

sang pria mengambil pisau lipat di sakunya

"Hahaha, kau baru tau? Calon istri macam apa kau?" Lelaki itu dengan santainya menyayat lengan indah Juliette, membuat Juliette berteriak tak terperi

Laki laki itu menampar Juliette

Bugh!

Dengan sisa kekuatan yang ada, Juliette menendang sang pria tepat di selangkangan, lalu pergi dengan mengambil dompet di atas meja

"Fuck you, son of btch!" umpat Juliette lalu berlari dengan cepat keluar rumah dan menyetop taksi

-

Ting Tong!

Axela yang sedang memasak, menghentikan masakannya dan melihat jam "Siapa yang datang malam malam begini?" ucap Axela. Dia baru pulang dari Medan. membukakan pintu dan terkejut

"Ju.. Juliette?" Axela menatap Juliette yang berantakan.

"Juliette? Kau kenapa? Ayo masuk dahulu" ucap Axela melihat lengan Juliette yang tersayat mengeluarkan darah.

Saat menutup pintu, Juliette memeluk Axela

"Maafkan aku,aku..." ucapan Juliette terhenti karena Axela membalas pelukannya

"Aku tau. Kau harus istirahat dahulu. Mana calon suami mu?" ucap Axela. pertanyaan itu justru membuat Juliette menangis

"baiklah. aku akan mengmbil kotak P3K, kau disini dahulu. ROMEOO!! kemari kau! Kembaranmu sakit dan kau tidak melihatnya!?" teriak Axela. membuat romeo datang dan terkejut melihat lengan yang Juliette yang tergores

"Siapa yang membuat ini, Juliette?!" teriak Romeo

"Aku.. Aku.. Aku tidak tau..." tangis Juliette pecah di pelukan Romeo

Axela datang membawa kotak P3K, "Juliette sini, aku harus membersihkan luka mu" ucap Axela sambil mengeluarkan obat merah

"Terimakasih, anakku pasti senang punya tante sepertimu" ucap Juliette membuat Axela menganga

"Wait, kau hamil?"ucap Axela

"Ya. dan ini anak orlando.." ucap Juliette mengusap perut ratanya..

"Jadi nma bajingan itu Orlando!?" umpat Romeo...

"Jangan berkata seperti itu, anak Juliette bisa mendengarnya!" teriak Axela

"Jadi, ceritakan pada kami, kenapa kau bisa begini" ucap Romeo..

Juliette menari nafas dalam dalam, lalu membuangnya, dan memulai cerita..

-

"Yaampun, bagaimana mungkin bisa begitu!?" teriak Axela

"Sayang, kamu kok teriak teriak sih!?" ucap Romeo mengelus rambut panjang Axela

"Mulai sekarang, Juliette tinggal disini dan hrus membesarkan kandungannya disini" ucap Axela mengelus perut Juliette yang mulai kembung itu

"Terimakasih, Axela" ucap Juliette.

"Anytime" ucap Axela tersenyum, lalu pergi ke belakang, mengambil makanan dan minuman untuk Juliette

"Untuk adik ipar dan calon keponakanku" ucap Axela membuat Romeo bertanya

"Kapan, anak Juliette punya teman hmm?" Axela menendang bokong Romeo

"Diam kau. Aku sedang ingin menjaga ibu hamil. sudah berapa bulan kandunganmu?" ucap Axela

"2 weeks, maybe" ucap Juliette. mengingat, seharusnya 2 minggu lagi mereka menikah

"Kemana Orlando?" ucap Romeo

"I don't know. He says he has some meeting with his client" ucap Juliette

"Apa Orlando pernah bercerita tentang saudara...kembarnya mungkin?" ucap Axela membuat Juliette menepuk dahinya

"Yes. His name ia Osland. Tapi, Orlando bilang, Osland berada di Australia" ucap Juliette

"I think, it's siblings war" ucap Romeo pelan.

Romeo segera menelefon Aaron

"Aaron, we need your help. It's about Juliette and her baby"ucap Romeo

Alohaa.. Gimana gimana??

Penasaran gak sih?

Di tunggu aja deh ya, kelanjutan dari, cerita mereka.

Love Love

Nb : Next part mungkin agak lama gue post karena ribetnya jadwal gue dan ada beberapa halangan seperti kuota habis dan kurangnya ide :)

Bitter Dream Sweet Love[OWNER1]Baca cerita ini secara GRATIS!