01

270K 8.6K 155
                                              

Ting tong!

"Tunggu tunggu... Oh tidak!" teriak Elisa dari kejauhan saat melihat gerbang sekolah sebentar lagi akan menutup. Dengan sekuat tenaganya ia berusaha berlari dengan kencang

"Yapp!" serunya saat tepat masuk melewati gerbang dan seketika gerbang sekolah ditutup rapat

Elisa terlihat terengah-engah karena berlomba dengan gerbang. Setelah ia menetralkan debaran jantungnya. Dan mulai melangkah masuk kedalam sekolah. Ia harus segera tiba kekelas karna sebentar lagi pelajaran guru killer

"Tunggu!" seru seseorang dibelakang Elisa yang membuat gadis itu langsung menghentikan langkah nya

''Mati! si Ketos sialan!'' -Elisa

Elisa mengenal suara itu dengan baik. Ia pun membalikkan badannya ragu. Elisa tersenyum paksa melihat orang itu sungguhan orang yang dipikirkannya tadi

"Iya pak Ketos ada apa ya? Lisa gak telat lho, serius! Lisa juga gak manjat pager!" kata Elisa gelagapan sambil mengingat kesalahan sebelumnya

Cowok jakung didepannya itu kini mulai mendekat "Lo emang gak telat, Lo juga gak manjat pager"

"Terus apa masalahnya? Gak adakan? Jadi Lisa pergi dulu ya, Bye~" sahut Elisa akan memutar balik badannya. Namun terhenti karena pemuda itu kembali berseru

"Ehh...! Coba liat kebawah kaki lo dulu"

"Ha?"

Perlahan tapi pasti Elisa mulai menunduk untuk melihat kebawahnya. Boommm! Sekarang ia mengenakan sepatu yang salah

"Menggunakan sepatu putih saat sekolah, 15 poin!"

Elisa menggerutu, mengutuki kesalahannya kini. Bagaimana bisa ia salah menggunakan sepatu. Padahal sebelumnya ia sudah mengambil sepatu hitam

Saat diingat-ingat lagi tadi ketika akan berangkat, sepatu hitamnya ia letakkan disebelah sepatu putih. Dan bodohnya secara tidak sadar ia malah memakai sepatu putih karena terburu-buru

Elisa sungguh benar-benar...

"Sekarang sepatu lo gue sita!"

Bagai petir yang menggelegar. Ucapan Reynald ini sangat Elisa benci. Sepatu kesayangannya ini akan disita? Oh my...

Demi neptunus, ini sepatu yang ia peroleh dengan air mata keringat darah. Ya gak lah

"Tapi gue-

"Gak ada tapi-tapian, sekarang juga!" potong Reynald tegas

"Sial!" -Elisa

Dengan berat hati Elisa melepaskan sepatunya dan memberikannya pada Reynald

"Tapi Rey apa gak ada hukuman lain?" kata Elisa tiba-tiba menarik sepatunya yang sudah mulai dipegang Reynald

"Gak ada!" tegas Reynald dan menarik sepatu Elisa

"Tapi ini sepatu kesayangan gue!" ujar Elisa lagi-lagi menarik sepatunya dari Reynald membuat pemuda itu kesal

"Udah sini!" Reynald langsung menarik kasar sepatu itu dari tangan Elisa dan pergi meninggalkannya

Elisa menatap sedih pada sepatu putihnya yang ikut pergi bersama Reynald "Sepatu gue...."

"Astaga! Sekarangkan pelajaran pak Win!" ucap Elisa terlonjak kaget saat mengingat apalagi yang akan terjadi padanya

Dengan cepat Elisa pergi menuju kelasnya dan benar saja disana sudah ada guru killer yang menunggunya dengan tanduk besar merah menyala. Si pak Doraemon alias pak Win

Elisa menggigit bibirnya ketika berada diambang pintu kelas yang tertutup. Ia sangat ragu untuk masuk

Masuk atau pun tidak masuk sama saja bahaya. Masuk, dia akan bertemu dengan sidoraemon killer. Tidak masuk, ia akan bertemu Boneka Anabell atau bu Nurma si guru Bk yang kejam

"Mati gue!"

Setelah beberapa detik bergelut dengan pikiran. Ia memutuskan untuk masuk kedalam kelas dengan ragu

"Selamat pagi pak Dor-- ...Eh! Pak Win!" Elisa tersenyum lebar dengan gugup. Karna hampir saja ia tidak sengaja menyulut emosi si guru killer

"Sudah jam berapa ini? Kamu sudah melewatkan beberapa menit jam saya! Apa kamu tidak tau kalau setiap menit waktu itu sangat berharga?!"

"Maap pak saya tidak akan mengulanginya lagi"

"Tidak memakai sepatu lagi, kamu mau jadi apa hah?! Begini nih contoh masa depan bangsa yang rusak! Sekarang kamu berdiri didepan kelas, selama jam pelajaran saya" kata pak Win langsung disanggah dengan cepat oleh seseorang

"Pak kasianlah, diakan baru datang. Gak pakai sepatu lagi, kali aja dia baru kena tilang satpol pp dijalan terus sepatunya dijadiin jaminan. Bapak mah raja tega"

Beberapa temannya dikelas menahan tawa mendengarnya. Elisa tersenyum mendengar perkataan sahabatnya itu yang terbilang cukup berani. Si Ayundha dakocan sekolah

"Kamu gak usah ikut campur!"

"Lah diakan temen saya, masa saya gak tolongin"

"Oh... Jadi kamu mau saya hukum juga?"

"Ee eh.. Enggak! Siapa juga yang mau dihukum. Ya udah Elisa berdiri aja sana. Sekalian gak usah duduk sampai pulang" sahut Ayundha membuat wajah Elisa yang tersenyum kembali cemberut. Sedangkan yang lain kini sudah tertawa

"Temen sialan!" -Elisa

"Heh sudah-sudah kalian yang teltib!" kata Ayundha lagi meniru perkatan pak Win yang kadang sedikit pelat. Membuat teman-teman sekelasnya semakin kencang tertawa

"Berhenti tertawa dan baca lagi buku kalian Atau kalian semua saya hukum!" bentak pak Win seketika membuat mereka berhenti dan langsung berpura-pura membaca

"Kamu! Sana berdiri!" pak Win menuding Elisa. Membuat gadis itu menghela napas dan berdiri disamping papan tulis mengikuti perintah sang yang mulia raja

Ketiga sahabat Elisa memandangnya dengan berbagai ekspresi. Ayundha yang tersenyum kikuk, Conita yang terlihat kasihan padanya dan Pinkan yang melihatnya datar

Kemudian ekor mata Elisa tertuju dibalik jendela. Karna tak sengaja melihat seseorang berjalan santai dikoridor. Orang itu sekilas melirik kekelas Elisa. Melihat itu, Elisa mengumpat didalam hati. Mengingat semua ini terjadi karna dia. Andai saja pemuda itu tak mencegatnya dikoridor tadi maka ia tak akan berakhir begini

Siapa lagi? Kalau bukan Reynald. SiKetos letoyy sialan!








ʕ•ﻌ•ʔ


Jangan lupa vote dan tinggalin jejak :))

My Bad HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang