Chapter 56

167 32 2

Chapter 56 - "Apa yang kau lakukan?" "Pesawat tempur."

Setelah sampai di rumah dan turun dari mobil, An Yize secara otomatis membawa boneka beruang besar dan karangan kartun babi. Tapi, dia bersikeras membuat Su Jian membawa mawar sendirian.

Su Jian membawa buket ke kamar mereka. Dari awal hingga akhir, dia merasa aneh. Dia sudah hidup selama hampir tiga puluh tahun. Dia tidak memiliki kesempatan untuk memberi seorang gadis bunga mawar, tapi dia mendapat dua karangan bunga mawar dalam satu hari. Ini terlalu menggelikan!

Sebaliknya, An Yize tenang. Dia meletakkan boneka beruang itu di sofa. Lalu, dia meletakkan karangan bunga kartun babi di sebelah mawar.

Setelah mereka selesai makan malam, Su Jian mulai berbaring di sofa dan menggunakan teleponnya. Dia sudah membaca novel baru-baru ini. Protagonis pria yang bertarung dengan monster, naik pangkat mengumpulkan gadis-gadis, dan jari emasnya [1] bersinar sangat cerah. Su Jian membaca sampai bagian di mana protagonis pria dan seorang gadis memiliki perasaan yang mendalam satu sama lain dan dia akan memasuki bagian yang menarik saat seseorang tiba-tiba menepuknya dengan ringan.

[1] Jari emas - Mirip dengan plot armor

Terganggu, Su Jian mendongak dengan ketidakpuasan hanya untuk melihat An Yize berdiri di depannya, dengan samar berkata, "Pergi dan mandi."

Su Jian yang akan segera berada di bagian paling kritis tidak senang terganggu. Tapi, setelah melihat telepon tanpa bergerak lebih dari satu jam, matanya memang sedikit tidak nyaman. Tubuhnya juga merasa sakit karena berbaring. Ditambah fakta kalau An Yize menatapnya dengan ekspresi "kamu harus mendengarkan", Su Jian hanya bisa meletakkan teleponnya sementara dan bangun dengan rasa tidak puas.

An Yize mengeluarkan novel berbahasa Inggris dan mulai membaca di sofa. Tapi, dia belum membalik dua halaman saat dia tidak tahan untuk menggosok ruang di antara alisnya.

Dia tidak yakin apa orang itu merasa bahagia merayakan festival dan menerima hadiah, tapi orang di kamar mandi itu mulai bersenandung saat dia mandi. Meskipun itu tidak terlalu keras dan nyaris tidak bisa didengar, nada yang bisa langsung menuju ke ruang angkasa masih memasuki telinganya ...

Dia akhirnya menetapkan hatinya untuk terus membaca dan perlahan tenggelam dalam membaca buku. Tapi, ponsel di sampingnya tiba-tiba terdengar.

Itu adalah pesan suara. Pandangan Yize sedikit bergeser dan melihat telepon Su Jian di sisinya.

Setelah ragu-ragu sejenak, dia mengangkat telepon dan membukanya tanpa sadar.

Sebuah pesan tiba-tiba muncul.

"Apa kamu menyukai bunga yang aku berikan padamu? Dalam hatiku, kamu adalah mawar yang paling indah. Di matamu, aku mungkin hanya seorang siswa yang sederhana, tapi dalam hatiku, kamu bukan hanya guruku. Sayang, selamat festival! "

(Wkwkkwkw ditaksir muridnya toh)

An Yize tidak menutupi ekspresinya karena berubah dingin.

Dia memandang si pengirim tapi hanya tertulis nomor teleponnya dan tidak punya nama. An Yize melirik kamar mandi. Lalu, dia menekan tombol "hapus" tanpa ekspresi.

Su Jian baru saja selesai mandi. Karena dia ingin membaca novel, dia lupa membawa pakaiannya ke kamar mandi saat dia pergi mandi. Jadi, dia hanya bisa membungkus dirinya dengan handuk dan keluar. Karena dia sekarang akrab dengan An Yize, dia tidak perlu memperlakukannya sebagai orang luar. Karena itu, dia tidak merasa stres dan dia keluar secara terbuka.

Tapi, saat dia mendongak dan melihat An Yize memegang teleponnya, dia tidak lagi merasa tenang. Dia menatap dan bertanya, "Kenapa kau memegang teleponku?" Ibumu! Aku ingat kalau sebelum aku pergi mandi, protagonis pria dan gadisnya hampir tidak akan berinteraksi lagi. Jangan bilang kalau Yize melihat itu?

Reborn As My Love Rival's WifeBaca cerita ini secara GRATIS!