Pt 15 | Sebuah Rasa

744 44 0
                                          

Kutatap mata indahmu,disana aku bisa melihat diriku yang sebenarnya.

Orangtua Vania sudah menyelesaikan permasalahan yang terjadi, namun berbeda akan hal nya dengan orangtua Gara.

Gara terlihat sangat pucat, disampingnya Vania merasakan apa yang terjadi dengan Gara.

" Ayah, saya tidak akan pernah datang kesini " Ucap Gara

" Saya mohon pak Budi, lebih baik kasih saya hukuman " Pinta Gara.

Semua manusia memiliki perasaan terhadap orang lain. Terkadang melihat banyak muridnya masalah dengan orang tuanya. Menjadikan dirinya sebagai ayah yang lebih baik.

" Baiklah, setiap sabtu kalian harus membersihkan perpustakaan " Gara sudah bisa tersenyum sekarang.

Kini mereka harus mengerjakan tugas hukuman dari Pak Budi dengan membersihkan perpustakaan. Gara memandang Vania dibalik rak buku. Ia melihat wajahnya yang lembut ketika membersihkan buku buku.

" Kenapa liatin kayak gitu? " Tanya Vania sambil menghampiri Gara.

" Lo cantik " Ucapan Gara membuat semu merah pipinya.

" Bisa aja lo "

" Gar, gue boleh nanya sama lo? Sebagai saudara kembar Saga Kenapa lo nggak pernah deket sama dia? " Ujar Vania

" Hmm, Lo tahu nggak sifat buruk gue? " Tanya Gara membuat Vania menggeleng pelan.

" Iri. Karna orangtua gue lebih sayang sama Saga. Membuat gue jadi penuh dengki dengan Saga. Padahal dirinya baik,tapi gue nya enggak. Bahkan gue hancurin hidup saudara kembar gue. Gue berengsek kan Van? "

" Manusia nggak ada yang sempurnya Gar, dan nggak luput dari kesalahannya "

🏈

Setelah menyelesaikan hukuman,Vania dan Gara bergabung dengan Geng Aries yang sedang makan. Bahkan Saga juga ikut dan duduk disamping Rena.

" Tenang aja Van, kita percaya kok sama lo " Ujar Rena dengan tersenyum manis.

" Makasih ya Ren "

" Ini momen langka pernah ada, si kembar makan bareng di kantin " Heboh Abi yang mendapat geplakan dari Kiky.

Saga mendengus kesal,ia tidak akrab dengan teman teman Gara. Sejujurnya kalau bukan karena Rena,dia tidak akan mau.

" Udahlah kalian " Ujar Rena.

Rena tanpa tahu memakan es krim rasa coklatnya berantakan. Membuat sudut bibirnya terkena coklat. Tangan Saga ingin membersihkan kotoran tetapi tangan Gara lebih dulu sampai menyentuh sudut bibirnya.

Membuat Vania memandang dengan tatapan yang sulit diartikan.

Vania menunggu Gara untuk pulang bersama,setelah ia latihan basket. Vania bertugas untuk memberikan air minum. Ia juga mengelap keringat yang ada diwajah Gara.

" Gar, sejak kapan lo deket sama Rena? " Tanya Vania.

Gara yang sedari tadi memperhatikan rekan timnya kini mengalihkan penglihatannya kepada Vania.

" Hmm, Sejak mos " Jawabnya

" Kalian deket ya " Kata Vania lesu

" Iya, karena kita sahabat " Gara sedikit peka apa yang dikatakan Vania, lalu ia mengacak pelan rambut Vania.

" Tenang aja, gue emang sayang sama Rena tapi kalau cinta itu buat lo "

" Apaan sih " Jawab Vania sambil mendorong pelan Gara dengan menahan senyumnya.


Bersambung..

Saga dan Gara ( Komplit )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang