Hujan pembawa berkah*20*

591 18 2


Disaat orang-orang mengutuk hujan, aku menganggapnya sebagai lagu penenang pembawa k(g)enangan

*******

Teng! Teng! Teng! Teng!

Bel pulang berdentang, semua murid segera merapikan buku pelajaran masing-masing dan bergegas pulang.

Berbanding terbalik dengan pemilik nama Bellania Azzahra Putri itu, sebisa mungkin ia mencoba memperlambat gerakannya. Menolak kenyataan bahwa, kegiatan hari ini telah selesai.

Bukan tanpa alasan Bella melakukan hal tersebut. Banyak hal yang telah terjadi seharian ini, dari pertunjukan drama yang membosankan, sikap aneh Daren yang membuat jantungnya spot hingga undangan pulang bersama yang membuat Bella tak bisa fokus seharian.

'Ya Allah! Apa yang terjadi denganku, hari ini benar-benar aneh🤦‍♀️' batin Bella.

Bella berjalan menuju gerbang dengan langkah gelisah . Hatinya cemas tanpa sebab, meracau tanpa alasan dan berdebar tanpa isyarat. Haah~ benar-benar aneh.

Sialnya. Sesampainya Bella di gerbang, Daren tak ada disana.

Benar juga, Bella lupa kalau Daren itu si tukang telat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Benar juga, Bella lupa kalau Daren itu si tukang telat. Sudah beberapa kali pertemuan dan Bella lah yang selalu menjadi pihak yang bersabar. Padahal Daren yang selalu membuat perjanjian, tapi justru dia sendiri yang selalu terlambat.

Mau tak mau Bella pun harus menunggu salah satu bintangnya SMU Mentari itu. Sekedar tambahan, Bella bukan orang yang suka ingkar janji, sebisa mungkin ia kan berusaha untuk menepati janji walau menentang akal pikirannya.

Bella mengalihkan pandangannya ke sekitar. Matanya mengedar memperhatikan murid-murid yang berlalu lalang keluar gerbang, ada juga yang masih stuck di depan gerbang sekolah menunggu jemputan.

Melihat hal itu, Bella kembali teringat masa-masa dimana ia sering dijemput dijemput dulu. Dengan cepat Bella menggelengkan kepala, mencoba mengeyahkan pikiran tersebut dari benaknya.

'Tidak. Jangan lagi' batin Bella.

Bella menarik nafas panjang, mencoba menenangkan pikirannya yang mulai tak tentu. Tiba-tiba saja seseorang memanggilnya dari belakang.

"Bella?"

Bella menoleh. Ia menemukan seorang pria berawakan tinggi lengkap dengan tas punggung yang nampak berat. Dahi Bella mengerenyit.

BroSist ComplexsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang