Ketika Johan sadar ia mendapatkan Setia sedang menatapnya dengan penuh cinta.
Hati Johan terasa manis sekaligus kacau...
Sebentar ia berpikir kemudian ia beranjak tetapi nyaris saja kehilangan keseimbangannya.
Beruntung Setia sigap sekali menangkap tubuh lelaki yang menjadi majikan bahkan tadi malam juga menjadi kekasihnya.
"Mau kemana yang?" tanya Setia lembut.
"Mau buang air kecil" sahut Johan malu karena ia mendapatkan dirinya telanjang bulat begitu juga Setia.
Setia yang sedang merangkul Johan langsung mendukung Johan dan berjalan ke kamar mandi.
"Ga usah dek" Johan berbisik malu tetapi Setia tetap saja berjalan bahkan merangkul Johan dari belakang ketika lelaki itu membuang air kecil.
Tak terasa Johan pasrah menyender di dada Setia yang kekar.
Hatinya beneran gaje ia tidak tau apa yang dipikirkannya tetapi ia dapat merasakan betapa lelaki yang menjadi sandarannya begitu memperhatikannya.
Johan langsung teringat akan apa yang dilakukannya semalam...
Tak terasa wajahnya memerah sampai Setia berbisik kepadanya...
"Udahan?" bisik Setia lembut, sangat lembut bahkan membuat jantung Johan berdebaran tak jelas.
"Aku gantian ya, peluk mas dari belakang" bisik Setia lagi dan Johan tak terasa mengangguk.
"Pegang yang erat nanti adek jatuh" kata Setia sambil memegang kedua lengan Johan dan melingkarkan lengan lelaki muda itu di pinggangnya sementara ia sendiri juga buang air kecil.
Johan merasa malu, malu sekali ketika ia mendapatkan dirinya memeluk Setia.
Johan dapat mencium bau badan Setia yang belum mandi, bau keringat Setia yang tidak pake deodoran...bau khas lelaki yang biasanya tidak disukainya.
Tetapi pagi ini Johan merasa dirinya tersihir bahkan tanpa merasa ia menyenderkan kepalanya di leher Setia.
Johan merasa dirinya sendiri bingung kadang memanggil mas, kadang adek kepada Setia.
Setia juga sama, kadang memanggilnya yang, kadang Jo atau kak.
"Biar saja" begitu akhirnya Johan berkata dalam hatinya...malas sekali ia memikirkan semua itu.
Setia sendiri merasa bahagia ketika mendapatkan majikan mudanya menyender kepadanya.
Ingin rasanya waktu itu berhenti tak bergerak...sementara air seninya terus mengucur dengan derasnya.
"Sayang...aku selesai" begitu kata Setia lembut sembari menarik dua lengan Johan dan dengan perlahan ia membalikkan tubuhnya.
Dua pasang mata saling menatap dan Setia melihat betapa dua bola mata Johan seperti dalamnya lautan yang menyimpan sejuta misteri.
Setia tidak tau apa yang dipikirkan oleh lelaki muda yang dicintainya itu.
Tetapi Setia tidak mau banyak pikir dan dengan lekas ia meraih Johan dan memondong lelaki muda itu.
Kali ini Johan tidak protes malah menyenderkan kepalanya di dada Setia yang bidang.
Johan merasa dirinya dalam mimpi...
"Apakah aku kembali menjadi Fang Hua???" begitu Johan berpikir dan pikirannya terusik ketika Setia membaringkannya di atas ranjang dengan lembut.
"Mau minum?" tanya Setia lembut.
Johan menggelengkan kepalanya.
Setia menundukkan kepalanya dan mencium Johan dengan lembut bahkan kali ini ia sendiri berinisiatif mencari yang empunya rongga mulut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untaian Cinta
RomanceSequel dari Gema Masa Lalu. Johan merasakan dirinya sebagai inkarnasi dari perempuan bangsawan Cina di masa lalu yang mengenakan baju Cina model kuno. Setiap kali bermimpi, Johan dapat merasakan berbagai kepedihan, kesakitan, kebahagiaan bahkan ke...
