Bunga-bunga berwarna merah kehitaman jatuh dari pohon dan terbawa angin kencang sore hari yang mendung,membawa kearah langit berwarna hitam ke abuan. Awan hitam mulai terlihat menggumpal diatas langit, tidak ada matahari. Angin kencang terus terjadi walau tak menarik sesuatu(barang berat).
Sekumpulan banyak orang tengah berdiri berbarisan dengan barisan yang tertata rapi.
Tampak semua orang tengah menundukkan kepalanya termasuk seorang pemuda yang menatap peti tersebut dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca. Tatapannya terlihat sangat terpuruk. Didepan nya kini anggota keluarganya yang terakhir terlihat tertidur dengan sangat nyamaan. Bahkan tak terbangun walaupun banyak orang yang menangis, pemuda tersebut phit mengepalkan tangannya disamping tubuhnya yang sudah lemas. Saat peti dimasukkan kedalam tanah air mata phit terjun langsung tampa ia harus berkedip. Orang-orang sekitar tampak mengelus punggung Phit memberi kekuatan satu sama lain.
Setelah penguburan selesai ia berjalan dengan gontai berjalan kearah mobil hitam milik temannya, tentu saja Phit tidak sendiri semua temannya berbicara tanpa mengeluarkan suara. Phit merasa sesuatu yang sangat berharga pergi meninggalkannya, sekarang tidak ada lagi anggota keluarga yang ia punya. Phit berjalan dengan pelan lalu memasuki mobil tersebut saat sudah akan berangkat, tatapannya tak pernah lepas dari langit mendung yang sepertinya juga merasakan kesedihan yang ia rasakan saat ini.. Tangan nya digenggam oleh tangan satunya lagi menandakan sebegitu parahnya dia terpuruk. Kini ia harus meninggal kan kakaknya yang masih tertidur dengan tenang diatas sana. Ia hanya melamun tanpa sadar ada yang mengamati dari belakang pohon besar di pinggir jalan yang dilewati temannya..
Hari menjelang malam. udara semakin dingin, kabarnya akan ada badai di sekitar apartemen yang ia tempati bersama kakaknya yang sudah pergi. Ia mengetahui kabar tersebut saat akan mengambil minum ia mendengar berita dari radio yang ia nyalakan sejak tadi.
Kini dirinya hanya menyelimuti dirinya dengan selimut tebal miliknya.
Matanya masih sangat merah bahkan kini air matanya sudah kembali turun, ia menangis hingga ia tertidur, Phit tertidur dengan hp yang berada diatas meja nakas disebelah tempat tidur.
Satu pesan masuk dari nomor asing.
Sesuatu yang menghilang akan kembali.
Pesan itu masuk saat jam 12 malam tepat.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
YOU ARE READING
INDIGO
HorrorRumah kosong kembali dihuni setelah di jual 15 tahun yang lalu. Rumah yang tidak jelas akan isinya... Rumah yang tidak jelas akan penghuni lamanya... Rumah yang tidak jelas akan sesuatu yang ditinggal... Phit harus menerima rumah yang dibeli kakakny...
