01. MARBELLINE ESTEOLA

339 33 0
                                        

Character visuals are made just for easy the story line, and if it doesn't match with your imagine character, you can imagine the character as you would like yaa sweetie-!

Character visuals are made just for easy the story line, and if it doesn't match with your imagine character, you can imagine the character as you would like yaa sweetie-!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bel berbunyi, menandakan bahwa jam pelajaran pertama akan segera dimulai,

"Oi, emang bener ada anak kelas D mau pindah kelas kita?" seorang siswa membalikkan badan kebelakang, berbicara dengan temannya.

Kelas unggulan 12 MIPA A pagi itu sedang digemparkan dengan berita akan kedatangan satu siswi baru pindahan dari kelas D yang notabene adalah kelas penyisihan dari kelas unggulan paling rendah sebelumnya. Kasarnya adalah kelas buangan.

"Kaga tau, denger-denger sih iya, tapi gua heran kenapa bisa padahal jauh dari D ke A, aneh."

"Gatau dah, gua juga ga ngerti."

"Cewek?" temannya mengangguk.

"Widih, nambah nih saingan ciwi ciwi."

"Asik lah, nambah stok gebetan lagi." cewek didepannya langsung melempar tatapan sinis mendengarnya.

"Woi tobat woi."

"Liat aja ntar, pasti gua dapetin tu cewek apalagi kan gua ganteng." Ujarnya, mengusap jambul kebelakang sok keren memamerkan ketampanan.

Teman di dekatnya langsung memasang ekspresi mau muntah, kemudian terbahak.

Seorang siswa baru saja datang, menginterupsi, ia duduk diatas meja dekat mereka. "Pada ngomongin paanih?"

"Kepo lu," Cetus salah satunya.

"Heh denger nih ya, kaga level kelas kita sama anak kelas D, ga guna direbutin, mending ngejar yang lebih cantik." Sambung anak itu, kemudian berlalu pergi dari atas meja mereka sok ganteng.

"Bisa ga sih tu mulut pagi-pagi gausah salty?" Sungut seorang cewek bernama Eve pada mereka yang sedari tadi berisik, diskusi hal tidak penting.

Para cowok rumpi memandang kearahnya, "Sewot aja lu ga diajak." tukas salah satunya.

Eve menjulur kan lidah, meledek.

"Attention please!" Sontak satu kelas langsung kembali ke tempatnya masing-masing, yang semula gaduh kini menjadi hening ketika kepala sekolah mulai masuk kelas bersama seorang guru mapel pertama.

"Ayo sini." Titahnya kepada seseorang yang sedang berdiri menyambangi pintu masuk itu.

Kelas yang awalnya biasa saja akan kedatangan murid baru, langsung dibuat tak percaya ketika gadis itu mulai menampakkan paras wajah cantiknya bak artis luar negeri, dan bisa dipastikan kalo dia pasti punya darah blasteran.

"Baik, saya tinggal dulu, saya ada rapat dewan pagi ini, saya titipkan kepada Madam Jenna, silakan kamu perkenalkan diri." guru yang juga mengantar kan nya langsung mengangguk sopan, kemudian kepala sekolah itu meninggalkan ruang kelas tersebut.

"Silahkan." Ujar Madam Jenna.

"Hai?" Lambai gadis itu kikuk, melihat seisi kelas yang menatapnya seolah ingin menikam dirinya hidup-hidup, "Ee-e my name Marbelline Esteola, nice to meet you." sambungnya secara singkat, padat, jelas.

"Oke, ada yang ditanyakan?" Timpal guru disampingnya.

Beberapa saat hening, seolah terbius dengan paras cantik gadis tersebut hingga ada salah satu yang menyeletuk,

"Satu titik dua koma, bagi dong nomornya?" Celetuk seorang murid bernama Mario. Sontak satu kelas langsung menyorakinya karena modus.

"Yee dasar buaya."

"Hehehe, cantik banget bro." bisiknya sambil cengengesan.

Guru di depan yang biasa di panggil Madam Jenna itu hanya menggelengkan kepala,

"Anymore question?" tanyanya lagi.

"Udah ada pacar belum?"

Lagi-lagi satu kelas langsung ricuh akibat menyorakinya, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan ngawur yang dilontarkan oleh mereka.

"Sudah, sudah, jika kalian ingin wawancara silakan nanti istirahat saja, waktu sudah berjalan saya tidak mau jika hari ini tidak pelajaran." tukas Madam Jenna.

"Kamu boleh duduk disana ya Marbelline." Sambungnya lagi, menunjuk ke bangku kosong di kelas itu kemudian mempersilahkannya duduk.

Arbellin mengangguk, ia berjalan ke bangku yang dimaksudkan, seisi kelas langsung menatapnya, namun perhatiannya tertuju pada seorang cowok dengan ekspresi wajah dingin dan tengah memutar-mutar sebuah pena di jarinya.

"Baik, kita lanjutkan materi kemarin tentang penggunaan Grammar, page 56, please read and understand the material first then we discuss."

"Alright, Madame." Sahut satu kelas serentak.

Cowok tampan dengan paras dinginnya menoleh kebelakang, lebih tepatnya pada anak baru yang duduk dibelakangnya yang tak lain adalah Arbelline. Seketika pandangan mereka bertemu beberapa detik, lalu kembali beralih.

Gadis itu merasakan sesuatu yang tak biasa ketika ditatap oleh cowok tersebut, sesaat ia tak bergeming masih terdiam dengan kejadian barusan, kemudian mengeluarkan buku paket dari dalam tas warna putihnya.

"Hai, gue Eve, Evennyla Nathawijaya, nice to meet you!" Sapa seorang gadis yang duduk tepat disebelah Abelline, ia mindik-mindik agar tidak terdengar oleh guru didepan sembari menyodorkan tangannya, dengan senang hati Abelline pun langsung menjabat dan tersenyum tipis.

"Marbelline, panggil Arbelline atau Abelline aja, nice to meet you too eve."

"Sounds cute Abelline! oke kita lanjut istirahat pertama aja ya, gue mau kenalin sama temen gue." Ujar Eve dengan masih berbisik, Arbelline pun mengangguk tanda menyetujui dan mulai membaca buku paket Bahasa Inggris miliknya.

➳ • ➳

Note : maaf apabila ada kesamaan atau kemiripan tokoh pemain, ini hanya cerita fiktif belaka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Note : maaf apabila ada kesamaan atau kemiripan tokoh pemain, ini hanya cerita fiktif belaka.

MARBELLINE VISUAL IN MULMED.

LEIGHTEZZO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang