[23] Second Chance

32 4 0


Baekhyun tak bisa berhenti tersenyum sepanjang jalan. Tangannya masih menggenggam tangan kecil itu sembari berjalan dengan santai. Dadanya juga tak henti-hentinya berdegup kencang. Semoga saja Taeyeon tidak mendengar detak jantungnya saat ini.

Ia baru saja menghabiskan hari jadinya yang ketujuh dengan pacar barunya, Taeyeon. Ya, Baekhyun dan Taeyeon sudah resmi pacaran sejak satu minggu yang lalu, dan mereka baru saja merayakan tujuh hari mereka dengan kencan. Agak kekanak-kanakan memang, tapi ini momen yang cukup jarang karena Taeyeon sedang disibukkan dengan tugas akhirnya. Semoga saja hubungan cintanya tidak akan mengganggu kelancaran tugas akhirnya.

Jumat malam memang enaknya pergi jalan-jalan dan pulang sampai larut malam karena esok merupakan akhir pekan. Tapi kali ini Baekhyun berniat mengakhiri kencannya lebih awal karena besok Taeyeon masih harus ke kampus untuk latihan persiapan pertunjukan teaternya yang sudah semakin dekat.

"Sampai sini saja antarnya." ujar Taeyeon setelah menghentikan langkahnya. "Maksudnya, rumahku masih harus ke sana." ia menunjuk ke arah tangga yang ada di depan mereka. Anak tangga itu cukup banyak sebab lokasi rumah Taeyeon berada di atas bukit dan mereka harus menaiki tangga yang cukup menanjak dari sini.

"Oh?" respon Baekhyun tercengang mengamati anak tangga yang banyak dan terlihat cukup tinggi itu.

Melihat reaksi lucu Baekhyun saat melihat tangga yang tinggi itu membuat Taeyeon tertawa kecil.

"Kenapa?"

"Haha, tidak apa. Sudah, kau langsung pulang saja, daripada kau harus menaiki tangga-tangga itu. Nanti betismu bengkak."

"Ehehe, bukan begitu maksudku..."

Cup.

Tiba-tiba Taeyeon mendaratkan sebuah kecupan di pipi Baekhyun, sukses membuat si lelaki Byun langsung mematung terkejut.

Hening selama beberapa detik. Baik Taeyeon maupun Baekhyun sama-sama tidak menatap satu sama lain karena malu.

"S-sunbae..." Baekhyun berusaha kuat menahan senyumnya. Telinganya mulai memerah. Jantungnya semakin berdetak cepat seakan isi dadanya benar-benar akan meledak sebentar lagi.

Taeyeon menoleh ke arah Baekhyun setelah lelaki itu memanggil namanya. Ia bisa melihat bayangan dirinya sendiri di mata lelaki itu. Alisnya naik sedikit karena menyadari pupil mata Baekhyun yang membesar saat sedang memandanginya.

Baekhyun tidak melanjutkan kalimatnya. Ia dan gadis di hadapannya hanya saling menatap selama beberapa detik sebelum tanpa sadar mulai mendekatkan wajahnya pada gadis itu pelan-pelan. Sangat pelan, seolah ia memberikan kesempatan pada Taeyeon jika gadis itu ingin menghindarinya.

Namun Taeyeon diam saja tak bergerak. Ia perlahan menutup matanya seiring wajah Baekhyun yang semakin dekat dengan wajahnya, sampai akhirnya ia bisa merasakan bibir tipis itu akhirnya bersentuhan dengan bibirnya.

Cup.

Ciuman itu sangat singkat. Benar-benar singkat dan tak ada sepersekian detik. Taeyeon membuka matanya perlahan, namun ia malah melihat si lelaki Byun sudah lari beberapa meter di depan. Ia ingin memanggilnya kembali, namun lidahnya kaku. Ia mulai membalikkan badannya namun sempat menoleh lagi ke belakang untuk melihat si pria kecil itu. Taeyeon tertawa kecil. Ia menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya. Ia menyentuh bibirnya, ia yakin sekali 'itu' sempat menyentuh bibirnya walaupun sangat sebentar.

Taeyeon akhirnya mulai menaiki tangga menuju rumahnya sambil tak bisa berhenti tersenyum.

Baekhyun menghentikan langkahnya setelah berlari cukup jauh. Napasnya agak tersengal-sengal. Ia memegangi dadanya, jantungnya berdetak cepat, antara karena habis berlari atau karena gugup. Ia kembali mengulang adegan itu di dalam kepalanya. Dirinya benar-benar tak percaya karena langsung kabur setelah memberikan ciuman singkat pada gadis itu.

Universe in His EyesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang