SURVIVE

420 66 18

Happy reading
------------------------------

Beberapa jam yang lalu.

Niat baik mau mencari pekerjaan menjadi sangat buruk. Beberapa jam lalu saat mereka selesai makan siang, Alana dan Lusiana berjalan membelah kerumunan orang-orang yang sedang melintas. Tiba-tiba mata mereka tertuju pada salah satu toko mainan anak. Tanpa pikir panjang, mereka masuk dan mencoba peruntungan dengan menawarkan diri untuk membantu membersihkan toko. Jika mereka beruntung, mungkin malam ini keduanya bisa membeli makanan enak dengan uang hasilnya bekerja. Namun, sepertinya keberuntungan belum berpihak pada keduanya.

"Hei! Kalian membuat tokoku kotor saja," sergah seorang karyawan pria sambil berkacak pinggang.

"Maaf, Tuan. Kami kemari hanya ingin bekerja," ucap Alana lirih.

Karyawan pria tersebut berdecih. "Kau bilang ingin bekerja? Memangnya, pekerjaan apa yang bisa dilakukan bocah gembel seperti kalian, hm?" ejeknya.

"Aku bisa menyapu," jawab Alana polos.

"Aku juga bisa mengelap mainan kotor, dan menge ...."

"Stop! Cepat pergi dari sini!" pria itu memotong perkataan Lusiana sembari menunjuk pintu keluar dengan jari telunjuknya.

"Hanya hari ini saja, Tuan. Kumohon, biarkan kami membantu hari ini saja." Sekali lagi Alana memohon.

"Kalian sudah membuang waktuku." Tanpa belas kasihan, pria itu membalikkan tubuh Alana dan Lusiana, kemudian mendorong keduanya ke luar toko.

Tubuh Alana yang terdorong, tak sengaja menabrak seorang pelanggan. "Maaf, Nyonya, saya tidak sengaja," pintanya setelah mendongak.

"Tidak apa-apa," ucap wanita itu tanpa mau menatap Alana dan langsung melewatinya.

Alana hanya mengendikkan bahu melihat respons wanita tersebut. Ia mengajak Lusiana meninggalkan toko mainan itu. Baru saja tangan Alana memegang handle pintu, langkahnya terhenti karena teriakan seseorang di belakangnya.

"Hei, Bocah gembel, berhenti di sana!" teriak pria yang tadi mengusir serta mendorong mereka. Pria itu mendekat ke arah Alana dan Lusiana. Seketika Alana dan Lusiana membalikkan badan, kemudian, melihat pria tersebut berkacak pinggang.

"Cepat kembalikan!" bentak pria itu yang kini wajahnya merah padam. Tangannya menengadah, seakan meminta sesuatu pada Alana.

Alana dan Lusiana saling bertatapan. Mereka bingung dengan perkataan pria di hadapannya. "Apa maksud Anda, Tuan?" Alana menanyakan yang ada di kepalanya.

"Hah! Kalian jangan pura-pura tidak tahu ya," balas pria tersebut mencemooh.

"Tuan, tolong bicara yang jelas." Kini giliran Lusiana yang bersuara.

The Promise Is YouBaca cerita ini secara GRATIS!