The Devil's Take Me | 23 - Pay

4.5K 220 12

UPDATE!

HAYO SIAPA YANG DARI KEMARIN NUNGGUIN? WKWK😝

KLIK BINTANGNYA SEBELUM MEMBACA YA:)

SORRY FOR TYPO's

***

Playlist: Selena Gomez - Bad Liar

_______________

Setelah mengantar Zach ke panti asuhan dan bermain sebentar dengan anak-anak yang disana, Barbara dan Richard memutuskan untuk pulang setelah berjanji pada Zach dan yang lainnya untuk sering mengunjungi mereka.

Entahlah... Barbara merasa sangat senang hari ini dan sangat lelah tentunya terlihat dari wajahnya yang sudah lusuh dan itu tidak luput dari pandangan Richard.

Setelah sampai di lobi penthouse Richard, pria itu langsung keluar dari dalam mobil. Barbara hanya mengendikkan bahunya acuh dan hendak membuka pintu.

Tetapi ia dikejutkan dengan Richard yang tiba-tiba sudah berdiri didepannya. "Kukira kau sudah masuk." kata Barbara.

Dan wanita itu lebih terkejut lagi ketika dalam sepersekian detik dirinya sudah melayang karena ulah Richard.

"Apa yang kau lakukan?! Turunkan aku cepat!" pinta Barbara.

Richard hanya terkekeh dan membungkam bibir Barbara agar wanita itu diam.

"Diam, Barb. Aku tahu kau lelah, maka dari itu aku menggendongmu." ucap Richard dan mulai berjalan memasuki lobi.

Seketika kedua orang itu menjadi pusat perhatian, tapi Richard hanya acuh lalu dengan segera memasuki lift khusus untuknya yang langsung membawanya ke atas.

"Richard... aku malu!" protes Barbara dan menyerukkan wajahnya ke dada bidang Richard.

Memang, semenjak ia tinggal dengan Richard Adams dirinya sangat sering menjadi pusat perhatian orang-orang. Apalagi saat dirinya menjadi bahan santapan wanita lapar yang menggilai Richard. Huh! Barbara ingin menjambak rambut mereka semua satu persatu.

"Tenang saja, kita sudah di lift dan tidak ada yang bisa melihat kita." jawab Richard.

Benarkah? Barbara langsung mendongakkan wajahnya dan ternyata benar mereka sudah di dalam lift. Mengapa dirinya bisa sebodoh itu?!

Richard tersenyum miring memandang Barbara. "Apa dadaku terlalu nyaman hingga kau tidak menyadarinya, Ara?" goda Richard.

Dan langsung saja pipi Barbara memerah. Wanita itu memukul dada Richard membuat Richard tambah gemas.

Ting!

Pintu lift terbuka dan Richard langsung memasuki penthousenya dengan Barbara yang masih berada di dalam gendongannya.

Richard menurunkan Barbara dengan hati-hati. Langsung saja Barbara menghela napas ketika dirinya terlepas dari gendongan pria itu. Apalagi penyebabnya kalau bukan dadanya yang terus bergetar hebat? Dan Barbara berharap Richard tidak mendengarnya.

"Apa kau lapar, Ara?" Barbara terlonjak ketika mendengar suara Richard dibelakang tubuhnya. Pasalnya tadi setelah menurunkannya dari gendongan Richard, pria itu langsung menuju ke kamar mereka untuk mengganti pakaian.

Dan benar saja ketika ia berbalik, Richard sudah mengganti setelan tiga lapisnya dengan kaos polos dan celana santainya.

Barbara mengangguk sebagai jawabannya. "Aku rasa aku ingin membuat sup. Apa kau mau?" Barbara menawarkan sembari berjalan menuju kulkas untuk mengambil bahan yang ia perlukan.

"Apa kau tidak lelah? Lebih baik kita memanggil koki di mansionku untuk membuatkannya." usulan berlebihan Richard itu lantas membuat Barbara berbalik dan memandang pria itu.

"Aku memang lelah tetapi aku baik-baik saja. Dan jika kau mengkhawatirkan anak kita, kau tenang saja. Dia anak yang kuat," kata Barbara lalu terkekeh pelan "Jadi lupakan soal koki mahalmu itu." tambahnya lagi.

Mendengar kata anak kita tiba-tiba membuat hati Richard menghangat. Rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang menari di dalam perutnya. Ya, anak kita memang kuat. Seperti ibunya.

Richard menghampiri Barbara dan langsung memeluknya dari belakang membuat Barbara tersentak.

"Apa kau hanya membayarku dengan sup?" tanya Richard lalu mencium leher mulus Barbara membuat wanita itu kegelian.

"Apa maksudmu?"

Alis Richard terangkat. "Maksudku?" pria itu tersenyum miring.

"Semua yang ku berikan padamu tadi siang tidak cuma-cuma, Nona..." kata Richard.

Barbara mendelik sebal pada pria yang sedang memeluknya ini. "Jadi kau membutuhkan bayaran atas seporsi burger itu? Yang benar saja, katanya kau orang kaya!" dengus Barbara.

Richard tersenyum menggoda. "Tentu saja aku orang kaya. Tapi asal kau tahu, semua yang ada di dunia ini tidak gratis." ucapnya.

"Ya ya ya. Jadi kau ingin aku membayar dengan uang? Baiklah aku akan membayar." balas Barbara dan bergerak mundur.

Richard terdiam ketika pinggul Barbara menyentuh sesuatu di bawah sana. Oh, astaga! Dari tadi dirinya sudah dalam mode on tetapi wanita itu malah menambah hasratnya.

Barbara mengernyit ketika dirasanya ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana. "Richard singkirkan ponselmu, itu membuatku tidak nyaman." kata Barbara polos.

Mendengar perkataan polos Barbara, membuat Richard terkekeh. Richard semakin mendekatkan dirinya pada Barbara sembari berbisik.

"Itu bukan ponselku, Ara. Tapi sesuatu yang sudah membuatmu mengandung anak kita."

Sontak saja jawaban Richard membuat Barbara membeku. Uh oh...

Richard semakin gencar menggoda Barbara. "Kau bilang tadi ingin membayar, kan? Tapi sayangnya aku tidak membutuhkan uangmu."

"I want you, Barbara. Dan kau harus membayarnya dengan dirimu."

Dan tidak butuh waktu lebih lama lagi untuk Richard membalikkan tubuh Barbara dan langsung menyambar bibir wanita itu.

***

HOLA! ARVI COME BACK!!!

Btw SELAMAT TAHUN BARU 2019!!! *maaptelat

Sebenernya mau ngetik dan upload ini pas tahun baru berbarengan sama Damien. Tapi apalah dayaku yang sudah mengantuk😆

JANGAN LUPA KASIH VOTE DAN KOMEN YANG BANYAK!!!

WITH LOVE,

KEMBARAN KENDALL🖤

The Devil's Take MeWhere stories live. Discover now