Mengembalikan Cinta

40 2 0

"Eh, kamu, Mir!" kata Sofie ketika membuka pintu rumahnya setelah Amira membunyikan bel tiga kali.

"Kok nggak telpon atau SMS dulu sih Mir kalau ke sini?" tanya Sofie lagi sambil mengamat-amati wajah Amira yang lagi bete, tapi Sofie diam saja.

"Maap ya Sof!" jawab Amira sambil menolak panggilan Steven, lalu mematikan HPnya.

"Lain kali ya Sof!" kata Amira lagi sambil memasukkan HPnya ke dalam tasnya.

"Kalungnya baru ya Mir?" tanya Sofie kepada Amira.

"Apaaa?? Kalung?? Idiiihhh!" jawab Amira sambil mencopot kalungnya hanya dengan satu sentakan, lalu membuangnya begitu saja ke luar pagar.

"Ya ampuuunnn, aku lupa!" kata Amira.

"Loh kok dibuang, Mir??" tanya Sofie sambil memandangi wajah Amira yang sedang cemberut campur bete.

"Nggak apa-apa! Kalung nggak ada artinya lagi aja! Ngapain dipake?" jawab Amira dengan kesal.

"Aku tadi malem lupa masih pake aja!" kata Amira.

"Sebeeelll!" keluh Amira.

"Aku sebeeeelll!" keluh Amira lagi dengan berteriak cukup keras.

"Sssstttt....jangan keras-keras teriaknyaaaaa! Nanti pada ke sini lagi orang se-RT loh!" kata Sofie.

"Ada apa sih, Mir? Kok kelihatannya bete banget!" tanya Sofie sambil menyaksikan Amira duduk di tengah kursi kayu panjang tanpa sandaran di depan jendela rumahnya.

"Steven, Sof!" jawab Amira singkat dengan pandangan ke bawah.

"Emang kenapa dengan Steven, Mir?" tanya Sofie sambil menutup pintu, lalu duduk di samping Amira yang mukanya sedang ditekuk-tekuk alias manyun.

"Steven nggak serius ama aku!" jawab Amira.

"Nggak serius gimana, Mir?" tanya Sofie sambil memandangi wajah Amira yang sejak datang ke rumahnya hanya cemberut saja.

"Aku kan minta dia ngelamar aku secepatnya! Eeehh, jawabannya masih skripsilah belum bekerjalah!" jawab Amira sambil bersendekap dan menyandarkan punggungnya di kaca jendela.

"Terus??" tanya Sofie sangat ingin tahu.

"Terus aku minta bertunangan dengannya! Eeehhh, dia malah belum siap!" jawab Amira kesal.

"Terus, Mir??" desak Sofie yang tak sabaran ingin tahu kelanjutan kisah asmara Amira dengan Steven.

"Kamu terus-terus aja sih Sof??" tanya Amira sambil menoleh ke Sofie dengan muka bete. Sofie hanya tersenyum saja.

"Bete banget aku ama Steven! Kayaknya Steven cuma main-main aja!" kata Amira sambil melirik Sofie yang sejak tadi menatap wajah Amira.

"Buktinya apa kalau main-main, Mir?" tanya Sofie sambil sedikit menaikkan kacamata berbingkai hitam yang sedikit melorot.

"Kamu cantik banget pake kacamata itu Sof! Suer!" kata Amira yang menyimpang dari pembicaraan sejenak sambil memandangi kacamatanya Sofie.

"Masak sih, Mir??" tanya Sofie tak percaya.

"Iya, cantik banget! Aku nggak bohong!" jawab Amira.

"Awas Steven jatuh hati loh!" pesan Amira sambil tersenyum.

"Heeemmmm...!" gumam Sofie sambil tersenyum.

Gaun Merah Jambu AmiraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang