10. suka?

384 48 19

"Cinta nggak bisa dipaksain, tapi diperjuangkan bisa kan?"

🌞🌞🌞

Sudah hampir empat bulan lamanya Ariana berada di SMA Pramuditha dan sejak kejadian Kevan membantunya ketika ia terlambat, sejak itulah ia selalu mengganggu Kevan. Kemana-mana selalu mengikuti Kevan dan ketika Kevan mengusirnya, ia tidak peduli dan tetap mengikuti Kevan.

Begitulah dia, tidak akan menyerah setelah menyukai seseorang dan kebetulan Kevan adalah orang pertama yang ia sukai.

"Lo beneran suka sama Kevan?" Tanya Luna, Ariana mengangguk antusias.

"Gila ajah, Kevan itu dingin banget, Na." Ucap Kiran sambil memasukkan kuah bakso ke dalam mulutnya.

"Iya, lo nggak takut?" Tanya Della.

"Nggaklah."

Memang sejak Luna dan Kiran mengetahui bahwa Della keturunan Korea, mereka sering mengajak Della ikut fangirl bersama dan ternyata Della tidak sependiam itu, dia asik dan baik, dia hanya tidak mempunyai teman.

"Kalo gitu lo harus hati-hati sama Rebecca," sela Luna. Ariana memandang Luna dengan kerutan di dahi.

"Rebecca itu anak kelas XII IPS 2, udah lama banget suka sama Kevan, kira-kira sejak kelas sepuluh, tapi Kevan nggak peduliin, cuma dia yang berani deketin Kevan selain lo. Makanya lo harus hati-hati, Rebecca suka banget nge-bully. Tuh tanya aja Della, dia sering banget dibully sama Rebecca dengan Siska dan Gita," Jelas Luna, Ariana mengangguk.

"Iya, lo harus hati-hati, gue nggak mau lo kayak gue." Sahut Della seraya mengusap bahu Ariana yang dibalas Ariana anggukan dengan senyuman tipis.

"Eh, itu yang dibicarain datang juga," sahut Kiran menunjuk ke arah tengah kantin. Ariana memandang ketiga cewek yang berpakaian mini. "Yang itu Rebecca." Lanjut Kiran, menujuk seorang cewek dengan rambut hitam melewati bahu, kemeja putih yang ketat dengan kacing teratas dibuka dan rok hitam di atas paha.

"Nah, yang rambut sebahu itu Siska dan yang terakhir itu Gita, wajahnya emang manis, tapi kelakuannya nggak kayak wajahnya." Kali ini Ariana memandang kedua cewek yang dimaksud Kiran berdiri di sisi kanan dan kiri Rebecca. Ketika Rebecca memandangnya juga, Ariana langsung membuang pandangan lalu bergidik ngeri.

"Rebecca cs ke sini guys." Ucap Luna. Ariana memelotot, sedang Della yang duduk di samping Ariana tampak lebih ketakutan. Ariana memandang Della prihatin kemudian menepuk pundak cewek itu mencoba memenangkan.

"Lo jangan takut, ada kita." Bisik Ariana, Della mengangguk.

Rebecca datang dan langsung menggebrak meja tempat Ariana, membuat mereka menjadi pusat perhatian.

"Della sekarang udah punya temen ya?" Ucapnya dengan nada mengejek sambil memandang Della yang menunduk.

"Udah kenapa?" jawab Luna santai.

Rebecca mengalihkan pandangannya menatap Luna. "Udah berani melawan lo?"

"Udah deh cabe, lo pergi ajah nggak usah ganggu temen-temen gue, ganggu ajah."

"Rebecca, dia ngatain lo." Kompor Siska.

"Berani banget dia ngatain lo, Be." Tambah Gita.

"Ooh, lo berani sama gue?!" Rebecca tersenyum miring kemudian mengambil minuman milik Luna, Ariana yang menyadari itu langsung mengambil minuman itu dari tangan Rebecca.

Rebecca memandang Ariana yang kesal. "Lo juga mau ikut-ikutan?!"

Ariana memutar bola matanya. "Iya gue mau ikutan kenapa? Takut?"

Memory Of The PastRead this story for FREE!