Memulihkan

2 1 0


Bukan, bukan maksudku tidak ingin membuka hati dan bukan maksudku juga untuk menutup rapat-rapat ruang dalam hatiku.

Apalagi pilih-pilih, sama sekali aku tidak pernah berpikir seperti itu.

Akhir-akhir ini aku selalu menghindar dari segerombolan lelaki yang mencoba mendekatiku, bukan maksudku menjual mahal, hanya saja aku trauma dengan kejadian beberapa tahun silam.

Seseorang yang sudah ku anggap sebagai separuh napas, tiba-tiba menghilang tanpa ada sepatah katapun.
Di setiap malam aku selalu menunggu dan menunggu akan datangnya notif darinya, namun nihil notif darinya tak lagi berdenting.

Dia telah meninggalkanku setelah luka-lukanya sembuh, dan membiarkanku terluka sendirian.

Sampai-sampai aku sudah terbiasa dengan kesendirian, bahkan aku juga sudah terbiasa tanpa notif-notif spesial dari seseorang.

Seuntai Kata Rasa (Diaryessi)Read this story for FREE!