👦four years later👧

3K 188 12
                                        

4 tahun kemudian
Seorang gadis tengah berlari mengejar bus di depannya
"Pak berhenti pak, saya ketinggalan" berlali sekuat tenaga

"Hah hah hah supirnya budek ya? Ish mati nih bisa gak ke absen dosen nih,mana dosennya killer" jisoo tak berlari lagi dan pasrah akan keadaan

"Emang susah ya sekolah jauh dari orang tua,kenapa dulu gue ambil di Seoul sih padahal di Daegu banyak kampus yang nerima,ckck jisoo jangan ngeluh ini demi cita-cita."

Sebuah mobil mengikuti jisoo dari belakang

Titt titt

"Ih siapa sih" menoleh kebelakang

"Lo kok jalan kaki,mau bareng gak?" Tawar pengemudi mobil berwarna merah

Menatap tajam "sebenarnya males banget kalau sama dia ntar dia ke geer-an lagi tapi gue takut telat hmm yaudah deh gak ada pilihan" batin jisoo

"HMm yaudah"membuka pintu mobil

"Tumben Lo telat jis, kalau Lo butuh Tebengan chat gue aja" tersenyum

"Gak usah banyak bacot lo,burun jalan ntar keburu di absen nih"

"Kalau Lo marah makin cantik deh" goda nya sambil menatap jisoo

"Oh my god, demi apa gue gelik banget. Tuhan kuatkan hamba" membatin

"Ngomong-ngomong Lo udah ada pacar belum Soo?" Tanyak Jinyoung pria yang tengah mengemudi itu

"Udah "

"Kok muka Lo kayak gak meyakinkan gitusih?" Melirik

"Namanya jin" spontan jisoo

"Apa!!!jadi selama ini kita pacaran? Ya ampun jadi Lo udah anggap gue pacarlo walau gue belum nembak heheh makasih ya" tersipu malu

"Heh gak usah ngadi-ngadi namanya Kim seokjin bukan park Jinyoung please deh"

"Gue gak percaya emang ada buktinya?"

"Duh mampus gue lupa ni anak orangnya susah percayaan,kalau gue gak bisa buktiin dia bakal ngejar gue terus nih" batin jisoo sambil menatap jendela

"Lo diam kan, ckckck gue mau di bohongin"

Mereka tiba di depan gerbang SEOUL NATIONAL UNIVERSITY, universitas tempat jisoo kuliah

"Eh kita udah sampai nih, makasih tumpangan nya"jisoo buru-buru turun dari mobil

"Eh jisoo,gue tungguin ya pacar Lo itu kalau dalam seminggu Lo gak bisa buktiin Lo harus jadi pacar gue" berteriak sehingga orang yang ada disekitar melihat keheranan

*****
Semua mahasiswa/i fakultas kedokteran tengah serius mendengarkan materi yang tengah di ajarkan,kecuali satu orang berambut panjang coklat.

"Sttt lu kenapa?" Bisik Lisa teman sebangku nya yang berasal dari Thailand

Jisoo tidak merespon dia asik dengan pikirannya yang tengah rumit itu

"Chı̀ k̄heā ngeīyb(yah dia diam)" ucap Lisa dalam bahasa Thailand

"Gue harus ngapain ya? Jin mana mau di ajak kerja sama apalagi di masih di luar negeri,si cowok ambisius itu pasti gak main-main sama kata-katanya cari mati nih gue" batin jisoo sambil menundukkan kepala

"Hey, you!" Dosen berperut buncit itu menunjuk jisoo

"Sttt jisoo jisoo" ucap Lisa mengoyangkan badan jisoo

"Ah apaan sih Lis?" Mengangkat kepalanya

"Itu dosen negur Lo"menatap ke depan

"Why do you bow your head, if you don't intend to study you can get out "menatap tajam

"Sorry sir I promise I will not repeat again, sorry sir " membungkuk kan badan 90°

"Alright now you have to focus "

"Yes sir" menatap fokus kedepan

*****
Ttutt tttut (seorang pria berusaha menghubungi seseorang)
"Tutty siapa?" Guman pria berstylan ala anak eropa "ah jinjjja gak ada yang jemput gue kebandara gitu? Oh iya jisoo kan kuliah di sini ya,apa gue telpon dia aja"

Ttutt ttutty .....
"Halo nugu-ya?" Ucap seseorang di telpon

"Ah jisoo gue di bandara nih jemput dong,gue lupa jalan Seoul,gue takut di culik di sini orang pada merhatiin gue karena ketampanan gu-" belum selesai pria itu berbicara orang di balik telpon tersebut langsung mematikan ponselnya

"Aih gak ada akhlak,hmm yaudah duduk aja di situ barang kali dia nanti ngejemput" duduk di kursi dan meletakkan barang-barang di sampingnya

*****
"Siapa yang nelpon Soo?" Tanya Lisa
"Gak tau orang halu kali" jisoo acuh tak acuh berjalan meninggalkan lisa

" oppa jin Lo kali"

Berhenti"eh iya juga ya,pulang kampus temenin gue kebandara ya"

"Gue sih mau aja tapi Lo yakin? Kita kan pulang 3 jam lagi,mana harus nyamperin dosen"

"Dia pasti nungguin kok" jisoo lalu berjalan memasuki ruang kelas yang di susul lisa






saenghwal dongbanjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang