Avenged Sevenfold

47.8K 4.9K 1.9K

Kukira, aku kejang waktu bangun tidur lihat Heath berpose begitu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kukira, aku kejang waktu bangun tidur lihat Heath berpose begitu. Jantungku seperti meloncat ke luar. Kenapa pas banget dia melihatku waktu aku buka mata? Apa dari tadi dia duduk mengawasiku begitu waktu aku tidur?

Ini bikin aku ingat waktu kami di Jogja dulu. Dia juga mengawasiku waktu tidur seperti ini.

Sebelum tidur tadi, Heath membersihkan wajahku seperti waktu di Jogja dulu. Tapi kali ini dia bilang nggak berani membawaku ke kamar mandi karena kondisi rusukku yang belum pulih. Jadi, dia cuma membersihkan sedikit saja. Padahal, aku berharap bisa cuci rambut. Rasanya rambutku sudah seperti sapu. Bekas hairspray sampai bau anyir darah masih menempel di rambutku.

Dan, aku gemas sekali waktu dia membaui mulutku yang berhasil kugosok bersih pakai sikat gigi yang disediakan rumah sakit.

"Boleh aku mencicipi sedikit rasa ciumanmu setelah gosok gigi?" katanya sambil menempelkan hidungnya ke bibirku.

Kucubit saja dia keras-keras sampai meringis. Kelamaan gaul sama Drey, jadi ikut usil mulutnya.

Yang paling aneh tuh Drey sama Tundra. Mereka santai banget lihat Heath merapikan rambutku. Yah, memang adegan ciuman tadi mereka nggak lihat. Tapi kan aneh lihat mereka setenang itu sama Heath. Biasanya juga langsung kaya kesurupan gitu si Tundra.

Sekarang, waktu aku bangun, cuma Heath yang menungguiku. Ada suara tawa Karin dan suara Savanna di antara kelakar Tundra dalam bahasa Inggris yang patah-patah dari ruang lain. Mungkin mereka di ruang makan. Kalau pakai bahasa Inggris berarti ada bule di antara mereka. Siapa? Adam?

"Kamu mimpi buruk?" Dia bertanya tanpa tersenyum.

Nggak deh rasanya. Aku nggak mimpi apa-apa atau aku nggak ingat tadi mimpi apa?

"Nggak ... tahu," jawabku dengan suara yang nggak yakin sama omongan sendiri.

"Kamu gelisah dan merengek. Aku khawatir kamu membuat gerakan yang bisa menciderai lehermu lagi."

Aku diam saja. Aku nggak ingat sama sekali tadi mimpi apa. Sekaligus senang sih. Heath memperhatikan banget. Dia sampai tahu gerakanku selama tidur.

"Aku bosan di sini," kataku tiba-tiba dengan suara serak bangun tidur. "Kerjaku cuma makan-tidur doang."

"Apa yang kamu inginkan?" Dia bertanya tanpa bergerak dari tempatnya.

"Jalan-jalan."

"Ke mana?"

"Ke rumahmu."

Dia tersenyum. "I am home," katanya pelan. "Kalau ingin melihat rumahku, kamu cukup bercermin saja. Itu rumahku."

Kalau cewek lain, pasti bakal bilang 'so weet'. Tapi, aku sudah lama kenal sama Heath. Itu bukan pujian. Itu caranya berkelit dari jawaban.

"Mau sampai kapan kamu menghindariku, Heath?"

Nasty Glacie (Sudah Terbit - Rainbow Books)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang