Masih Cinta

17 3 0


Setelah Mirna menelpon Steven tiga kali, Steven baru menerimanya. Dalam percakapan via HP tersebut, Mirna memohon kepada Steven untuk ketemuan di sebuah taman di kampusnya yang sekarang Steven sedang menunggu masuk kuliah dua jam lagi bersama teman-temannya. Mirna bermaksud ingin kembali lagi ke Steven.

"Beib, maafin aku semalam ya!" sesal Mirna yang sudah duduk di hadapan Steven.

"Maafin aku ya beib!" sesal Mirna lagi. Steven masih diam saja sambil memainkan HPnya.

"Aku ingin kembali kepadamu, beib!" kata Mirna memelas sambil perlahan-lahan memegang tangan kanan Steven, tapi Steven mengelaknya.

"Maaf, sudah terlambat, Mirna! Aku sekarang sudah menjadi milik Amira!" jawab Steven sambil beranjak dari tempat duduknya yang masih memainkan HPnya.

"Tolong sekarang tinggalkan aku!" kata Steven lagi. Setelah mendengar kata-katanya Steven, kedua mata Mirna menitikkan air mata dan mulutnya bergetar-getar. Tidak beberapa lama kemudian, Steven segera pergi menuju ke teman-temannya lagi.

"Gimana, Mir?" tanya Amanda sambil menatap Mirna yang sedang menangis.

"Nggak apa-apa kok, Nda!" jawab Mirna sambil mengusap air matanya yang telah menetes di kedua pipinya.

"Awas kamu ya Amira!" kata Mirna dengan geramnya kepada Amira. Tidak beberapa lama kemudian, Mirna segera beranjak dari tempat duduknya menuju ke mobilnya yang diparkir dekat dengan sebuah tempat duduk di taman itu, lalu Mirna masuk ke dalam mobilnya dengan diikuti Amanda yang juga masuk ke dalam mobilnya Mirna.

"Mir, biar aku aja yang nyetir! Kamu istirahat dulu ya! Nanti terjadi apa-apa lagi!" kata Amanda sambil memegang kedua tangan Mirna yang sedang memegang setir.

"Pokoknya kamu awasin terus Steven dan Amira!" pesan Mirna dengan geramnya sambil terisak-isak.

"Beres itu noooonn! Jangan kuatir!" jawab Amanda kalem.

"Sekarang aku yang nyetir ya! Kamu istirahat aja dulu!" bujuk Amanda lagi. Tidak beberapa lama kemudian, Mirna keluar dari dalam mobilnya untuk berganti posisi dengan Amanda, sedangkan Amanda hanya pindah jok saja untuk menyetir.

"Aku telah kehilangan Steven, Nda!" kata Mirna sambil bertopang dagu bersandar pada kaca pintu mobil dan menangis yang semakin lama semakin kencang tangisannya.

"Tenang dulu, Mir! Nanti aku bantu kamu ngadepin Amira kok!" bujuk Amanda sambil mengelus-elus rambut panjang belakangnya beberapa kali dengan lembut, lalu mengusap-usap bahunya yang terdekat dengannya. Setelah mendengar kata-kata dan elusan-elusan Amanda, tangisan Mirna sedikit demi sedikit mulai mereda, lalu Mirna terdiam hingga lima menit lamanya sambil mengusap-usap air matanya di kedua sudut matanya. Tidak beberapa lama kemudian, Amanda menghidupkan mesin mobilnya Mirna, lalu mengendarainya menuju ke rumah Mirna. Ketika dalam perjalanan pulang, di tepi jalan Mirna mengetahui Amira sedang jalan kaki bersama Winarti dan Sofie menuju ke Mall dekat dengan kampusnya setelah makan-makan di kantin kampus. Seketika itu juga, Mirna ingin diturunkan untuk menyamperin Amira.

"Hei, kamu model kampungan! Berhenti!" teriak Mirna sambil berjalan mendekati Amira dari belakang. Amira, Winarti alias Winarto, dan Sofie segera menoleh ke belakang ke sumber suara berasal.

"Hei, kamu model kampungan! Main rebut pacar orang seenaknya aja!" kata Mirna dengan geramnya sambil hendak menjambak rambut belakangnya Amira, tapi Winarti mencegahnya.

Gaun Merah Jambu AmiraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang