kata sifat (indah)

371 59 5

Can menatap takjub langit menjingga di hadapan mereka. Rasanya tidak sia-sia mereka menghabiskan waktu hampir tiga jam di perjalanan. Meski sesungguhnya dua jam saja pantai itu bisa diraih, namun Can meminta kekasihnya untuk singgah sesekali.

Tin perlu istirahat dari menyetir dan Can perlu membeli beragam jajanan yang ditawarkan di pinggir jalan.

Dan akhirnya mereka di sini, duduk di pantai yang sepi. Bukan karena ini adalah salah satu kemewahan yang bisa dibeli kekasihnya dengan uang. Hanya kebetulan bukan hari libur di mana orang berbondong-bondong datang.

Can jadi teringat alasan mereka ke sini. Tin, kekasihnya yang bisa dengan gampang menyewa apapun wahana dan tempat liburan yang ia inginkan, mengaku ia tidak pernah menyaksikan sunset di pantai. Tentu saja Can terkejut dan segera mengajak Tin untuk hari itu juga pergi ke pantai. Impulsif, tapi Tin tidak pernah bisa menolak apa yang Can inginkan.

"Pemandangannya indah sekali. Ya kan, Tin?"
Ia menoleh ke samping untuk memastikan Tin tidak melewatkan pemandangan yang ia belum pernah liat sebelumnya. Namun alih-alih menikmati keindahan matahari tenggelam di depan mereka, Can malah mejumpai Tin terpaku menatapnya tanpa kata. Tin tersenyum sekilas melihat ekspresi bingung Can.

"Iya." Jawabnya singkat. Can merasa jantungnya berdebar kencang saat bibir Tin menyentuh dahinya dalam sebuah kecupan manis.

"Indah sekali."

pic credit: m34ntomean

kataWhere stories live. Discover now