07. It's you

3.1K 394 113
                                              

.
.
.
.

Sad ending mau?👀

......

"Menunggu seseorang?"

Park Woojin bertanya, makan siang yang lezat itu terabaikan beberapa menit akibat memperhatikan Lai Guanlin yang sibuk mengecek handphonenya.

Walaupun wajah Guanlin seperti tidak berekspresi, Woojin tahu bahwa sang alpha bertubuh tinggi itu tengah resah. Seperti menunggu seseorang mengabari lewat handphone, ya begitulah.

"Aku? Tidak, aku tidak menunggu siapapun." jawab Guanlin dengan tenang.

Respon Woojin hanya mengangguk, ia tidak seratus persen percaya tapi rasanya tidak berhak juga ia terlalu ingin tahu bukan?

Sementara Woojin kembali menyantap makan siangnya, Guanlin kembali menatap layar handphonenya.

Tidak ada notifikasi.

Tidak ada panggilan.

Sebenarnya kemana omeganya?

Guanlin terdiam, memandang kontak Bae Jinyoung yang ingin sekali ia hubungi. Setidaknya satu kalimat 'Aku baik baik saja' dari omeganya itu bisa membuatnya tenang.

"Woojin, tidak apa kutinggal sebentar?"

"Huh?"

"Tiba tiba aku ingin ke toilet."

"Oh, silahkan."

Dengan itu Guanlin segera meninggalkan Woojin, untuk menelpon omega cantiknya.

.....

'Guan.. Ada apa?'

Dada Guanlin menghangat. Bahkan hanya mendengar suaranya saja Guanlin sangat lega.

"Umm ya, kau baik? Ah maksudku, bagaimana keadaanmu?"

Shit! Guanlin mengumpat dalam hati, kenapa ia begitu gugup.

'Aku baik Guan.. Kenapa menelpon?'

"Ah ya aku hanya.. Eumm merindukanmu."

Wah.. Selamat Lai Guanlin kau membuat omega milikmu membeku.

















"Hei Bae.. kau masih disana?"

'U-um..'

"Kenapa diam?"

'A-aku malu Guan.. K-kenapa tiba tiba, ugh.'

"Sayang.."

'Jangan bicara dulu Guan, a-aku belum siap!'

Guanlin hampir saja memekik gemas, omeganya itu benar benar lucu sekali. Membayangkan wajah kecilnya memerah saja jantungnya sudah bergemuruh seperti ini.

"Astaga Bae Jinyoung.. Aku ingin pulang sekarang juga."

'K-kalau begitu cepat pulang Guan.'

Oh My Omega |PanDeep| [Re-publish]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang