Prolog

34 2 0
                                        


"Setiap air mata yang jatuh, akan menambah satu bintang di langit." kata seorang lelaki kepada putri kecil yang tengah digendongnya.

"Kalau Kyran nangis terus, itu berarti bintang di langit bertambah banyak dong Yah?" tanya anaknya antusias.

"Pasti. Jadi, Kyran jangan pernah nangis ya!? Soalnya kasihan sama langitnya." ucap ayahnya kembali.

"Kenapa Yah?" anak itu mulai kebingungan dengan pembicaraan ini.

"Karena kalo setetes air mata adalah bintang, coba bayangkan kalo Kyran nangis! Pasti banyakkan? Nah begitu juga dengan bintangnya. Makanya Kyran jangan nangis terus ya!" ucap lelaki itu sambil mengelus kepala putri kecilnya.

"Kalo Kyran lagi sedih gimana?" anak perempuan itu kini telah turun dari gendongan sang ayah.

"Jika suatu saat nanti Kyran sedih, jangan menangis. Berdoa dan mintalah kepada Allah agar apa yang membuat putri ayah sedih, akan segera selesai." ucap sang ayah yang memengangi pundak putri kecilnya.

"Kalau begitu, Kyran akan selalu ingat kata-kata Ayah. Kyran kasihan sama langit diatas, pasti capek gara gara meluk banyak bintang. Iya kan, Yah...?" tanya anak itu sambil menunjuk kearah langit yang sekarang mulai berubah menjadi jingga. Karena matahari sedang bersiap siap untuk bersembunyi kembali.

"Iya, My Little Princess." jawabnya.

"Tapi Ayah harus janji dulu sama Kyran! Jangan pernah buat Kyran sedih, janji?" anak itu menunjukkan jari kelingkingnya.

"Ayah janji." Lelaki itupun menautkan jari kelingkingnya kepada sang anak, yang berarti ia harus menepati janji tersebut nantinya.

"Ayo kita pulang! Kasihan Bunda, dia pasti khawatir sama Princess Ayah." ajak ayahnya yang tak dihiraukan sang anak.

"Nggak mau. Kyran masih mau ngambek sama Ayah karena tadi nggak datang ke acara lomba baca puisinya." ia melipat kedua tangan di depan dada membuatnya semakin menggemaskan.

"Princess, maafin Ayah ya? Ayah tadi harus nolongin orang yang lagi sakit." kata ayahnya dengan sedih.

"Tapi kan ayah udah janji kemarin."

"Memang Kyran nggak kasihan sama orang orang yang lagi sakit? Kan mereka butuh Ayah biar bisa diobati."

"Ayah benar, Kyran nggak boleh egois kayak gini. Ayah memang yang terbaik karena udah berhasil bikin mereka sembuh." ucap anak itu sambil mengacungkan jempol.

"Bukan Ayah yang bikin mereka sembuh, tapi Allah. Ayah hanya membantu saja. Ya sudah, kita pulang ketemu Bunda yuk!"


Ini proses revisi ya (:

Tertanda, Istri Oh Sehun -_- dalam mimpi :v

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 09, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DETAKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang