prolog

14 0 1
                                        

"Chūi, hikóki banģo Ja 426 no Nihonkoku no okyakusama wa Indoneshia ga doa 12 o kaishite hikoki ni tojo suru koto o shorei suru koto o mezashite imasu."(perhatian para penumpang pesawat Japan Airlines dengan nomor penerbangan JA 426 tujuan Indonesia dipersilakan naik ke pesawat udara melalui pintu A12)

Suara pramugari terdengar menggema di sepanjang Bandar Udara Haneda, Tokyo. Semua penumpang yang ingin menaiki pesawat itu, bergegas menuju pesawat. Namun tidak bagi seorang cowok. Pada saat seperti ini pun cowok itu masih asyik nongki-nongki ganteng di dalam toilet, padahal jadwal keberangkatannya sebentar lagi.

"Ja, cepetan! Udah apa belom?" Teriak seorang wanita dari luar toilet pria.

"Iya, iya. Aja udah hampir selesai nih. Sabar dulu dong ma.

"Sabar? Gimana mama mau sabar sayang? Bentar lagi pesawat mau take off, tapi kamu masih santai-santai di sini!". Ucap si wanita kepada si cowok, anaknya.

"Iya ma, iya. Udah ya ma ngomongnya, sekarang daripada mama ngomel-ngomel gak jelas disini mendingan kita pergi." Ujar Raja sambil keluar dari toilet.

"Eh Ra-ja!" kejut mamanya melihat si anak sudah ada disampingnya. "Nah, kalau begitu ayo kita pergi!" Ajak sang mama menarik tangan anaknya agar berlari.

Dengan langkah seribu, mereka berdua berlari di sepanjang koridor pesawat.

"Mama kenapa sih, narik-narik tangan Raja terus?" Protes si cowok sambil terus berlari,"Dan tadi di toilet, kenapa mama teriak-teriak segitu kencangnya? Mama gak malu apa sama orang-orang yang lewat di depan toilet? Kesal Raja.

"Mama narik-narik tangan kamu biar kamu cepat! Soalnya mama gak mau kalau kamu ketinggalan pesawat," jelas mamanya, "Dan kalau teriak-teriak mama gak malu tuh!"

"Oh gitu, pantes kadang-kadang papa takut deket-dejet sama mama."

"Ish kamu ini, dasar!" Kesal sang mama sambil mencubit tangan anaknya.

"Aw! Sakit ma, biru nih!"

"Rasain kamu! Makanya jangan suka ngeledekin orangtua!" Kesal mamanya "Kena sendiri kan akibatnya."

"Iya deh ma, Raja minta maaf." Ucap Raja tak ikhlas."

"Nah gitu dong! Itu baru anak mama," seru mamanya senang, tak menyadari ketidak ikhlasan sang anak.

"Tentu lah ma," sahut Raja pura-pura senang.
***
Setelah pelarian panjang nan membosankan, akhirnya sampai juga lah mereka ke dalam pesawat.

"Huft-huft" engah mamanya, "Syukurlah waktunya tepat, seandainya kita telat dikit aja kita pasti sudah ketinggalan pesawat nih!"

"Kamu sih! Pakai acara nyantai-nyantai segala. Untung aja mama inisiatif buat narik kamu biar lari. Kalau gak, kamu bakalan tertingggal tadi." Ujar mamanya "Makanya, kalau orangtua ngomong didengerin!"

"Ok fine ma, Raja tau kok!" Kata si cowok, "Mama mulutnya dilem dulu ya, bier diem. Soalnya Raja mau cari tempat duduk nih, capek dari tadi berdiri mulu."

"Iyaaaa, anakku sayaang." Jawab mamanya dengan senyuman manis(kelewat manis malah).

Mereka berdua lalu menyusuri satu persatu tempat duduk yang ada di sana, setelah melihat tempat duduk yang dituju,langsung saja mereka mempercepat langkah mereka dan menjatuhkan diri ketika telah sampai.

Untuk beberapa saat yang lama mereka berdua hening, mengistirahatkan badan dan pikiran masing-masing hingga akhirnya Raja yang sedari tadi ingin bertanya mengajukan pertanyaannya.

"Ma, Raja mau tanya sesuatu sama mama."

"Nanya apaan Ja?"

"Gini ma, Raja heran. Soalnya sejak kita naik taksi sampai sekarang saat berada di pesawat Raja masih gak tau tujuan kita kemana. Jadi pertanyaanya adalah tempat tujuan, tempat tujuan kita kemana sih ma?" Kata cowok itu dengan "polos".

"Ya ampun Ja! Mama kira kamu udah tau. Jadi selama ini kamu kemana Ja?kamu gak denger obrolan mama sama papa kemaren?" Heewn mamanya.

"Nggak ma, males."

"Kalau gitu kenapa kamu mau ikut dan naik pesawat sekarang?"

"Kan Raja kira kita mau refreshing ma, yaudah Raja ikut. Soalnya bosen kalau terus-terusan di rumah, dikira Raja anak gadis, apa? Diperam mulu."

"Hah? jadi dari kemarin kamu kira kita mau refreshing Ja?"

"Iya ma."

"Dasar, kamu anak mama yang benar-benar aneh deh!" Ujar mama sebal, "Perlu mama jelasin lagi ya, kita itu pergi pindah, bukan jalan-jalan!"

"Ooh, gitu ya ma. Memang kita pindah kemana ma?"

"Kita ke kampung mama, Jakarta,Indonesia."

"Indonesia ma?" Kejut si cowok.

"Iya."

Ucapan mamanya berhasil mengingatkan si cowok dengan seseorang, hingga tanpa sadar si cowok menyandarkan kepalanya ke jendela dan bergumam.

"Gue kangen sama lo, Ci. Gue senang karena kita bakalan berjumpa lagi," gumam si cowok sambil memandangi Negara Jepang Yang beeupa jamur beelampu dari ketinggian.
***

Ok, thanks atas perhatiannya. Saya mohon maaf kalau seandainya kata-katanya gaje atau ceritanya gak nyambung. Maklumlah baru pemula, jadi mohon bantuannya ya!😁

Jangan lupa vote and coment!
Mudah-mudahan tambah sukaaaaaaaaaaaaaaaaa............................

Konbanwa.
Aishiteru all.

Ai ajuns la finalul capitolelor publicate.

⏰ Ultima actualizare: Nov 20, 2018 ⏰

Adaugă această povestire la Biblioteca ta pentru a primi notificări despre capitolele noi!

RAEUnde poveștirile trăiesc. Descoperă acum