01 - Donuts

90 27 0

Happy Reading.

Holy crap!

Kafka terbangun begitu saja saat melihat cahaya matahari masuk  melalui celah kecil kamarnya. Matanya langsung tertuju pada jam weker yang sengaja ibunya pasang agar Kafka selalu bangun tepat waktu. Namun tidak untuk hari ini. Ia terlambat, benar-benar terlambat karena waktu sudah menunjukkan pukul 06:30.

Cowok itu mengacak-acak rambutnya sambil berjalan ke dalam kamar mandi.

Beberapa menit kemudian Kafka ke luar dengan wajah fresh, rambut basah dan baju seragam sekolah. Tidak lupa sepatu merek ternama sudah melekat di kakinya.

Kafka berhenti di depan cermin, ia terdiam sesaat. Tidak, ia tidak punya banyak waktu untuk sekadar memakai gel rambut. Kemudian Kafka menyambar tasnya yang tergantung dan meninggalkan kamar.

.
.
.

Double crap! 

Demi Tuhan! Kafka seriusan tidak sengaja menabrak cewek itu dan membuat donat yang cewek itu bawa jatuh kelantai, semuanya lagi.

Duh, Kafka tidak ingat kapan cewek itu tiba-tiba saja ada di depannya saat ia tengah berlari kencang.

Dengan tatapan bersalah, Kafka ikut berjongkok dan membantu cewek yang ia tabrak itu memasukan donat yang jatuh ke dalam kotaknya.

"Gue minta maaf, minjem handphone lo," ucap Kafka dengan nafas terengah-engah.

Cewek yang ia ajak bicara malah berkedip bingung mendengar ucapan Kafka.

"Ayo buruan, handphone lo, punya kan?" ucapnya lagi dengan cara agak mendesak si cewek.

Meskipun cewek itu tidak tahu kenapa cowok itu meminta handphonenya, ia tetap memberikannya. Cowok itu langsung mengambilnya dan mengetikkan nomor ponselnya.

Setelah selesai, Kafka mengembalikan handphone tersebut kepada sang empu. "Gue akan ganti semua, lo tinggal telfon gue aja, sekali lagi maaf, gue benar-benar nggak sengaja." setelah mengucapkan itu Kafka kembali berlari kencang.

Sembari berlari ia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. Ia hanya punya waktu tujuh menit untuk sampai kelasnya dan menuju lapangan.

.
.
.

Annet baru saja duduk di bangkunya dan langsung di serbu teman-temannya.

"Net lo nggak jualan?"

"Annet, gue beli donat satu eh dua Net, lapar soalnya!"

"Donat 3 tapi ngutang dulu Net,"

"Donat satu tapi nggak pake gula, gulanya kan udah ada di kamu,"

Itulah sebagian ocehan anak-anak dikelas. Annet setiap hari memang berjualan makanan di kelasnya untuk membantu bundanya dan untuk menambah uang jajan, dan bisa di tabung juga. Setiap harinya Annet akan mengganti setiap menu jajanan agar anak-anak tidak bosan.

Annet sangat bersyukur sekolah mengizinkan para muridnya untuk berjualan disekolah. Kemudian Annet juga bersyukur kepada teman-temannya yang mau membeli dagangan Annet, jujur itu sangat berarti sekali bagi Annet saat teman-teman di kelas mau membeli dagangannya.

"Maaf ya guys, tadi donatnya jatoh," ucap Annet dengan muka lusuh.

.
.
.

3 hari kemudian, di kantin sekolah.

Annet memiliki waktu 10 menit lagi untuk membeli apa yang akan ia makan. Sebelum kekatin tadi, seperti biasa Annet selalu berjualan dulu ke kelas-kelas, hingga jualannya laku semua, kalau waktu istirahat pertama tidak habis ia akan menjualnya waktu istirahat kedua. Beruntung hari ini jualan Annet habis semua di waktu istirahat pertama dalam waktu yang singkat, jadi Annet bisa ke kantin terlebih dahulu.

Remains Of The DayBaca cerita ini secara GRATIS!