Sudah hampir  1 bulan aku di London, 1 bulan di apartement ini, dan 1 bulan ini dekat dengan Liam. Diam-diam aku menyukainya. Ya, mungkin sangat terasa cepat untuk menyukainya. Tak bisa kupungkiri aku  mudah sekali jatuh cinta pada orang. Padahal aku ingin sekali memiliki sifat yang tidak secepatnya orang jatuh cinta.

Liam orangnya perhatian ku yakin orang yang pernah memilikinya sangatlah beruntung dan pasti menyesal pernah putus dengan dia. Dari perlakuannya membuatku nyaman di dekatnya. Jadi ceritanya seorang Vannesa dari Itali jatuh cinta kepada seorang Liam dari London. Dan aku harap jatuh cinta ini tidak benar-benar sakit.

“dorrr” liam mengagetkanku saat aku sedang melamuninya. Uh dia sering sekali seperti ini. Tapi aku suka itu.

“ih Liam nanti jantungku copot bagaimana?”

“salahnya ngelamun mulu.”

Aku terus berlatih bermain piano untuk persiapan lomba nanti. Cepat sekali bukan, aku baru saja pindah di London dan baru 1bulan dan aku sudah dipercaya untuk bergabung dengan tim-tim yang hebat. Aku akui itu.

Dan disinilah dimana Liam selalu mengajariku jika aku ada kesalahan. Aku berpikir jika dia adalah guruku bukan temanku.

“heiii broo, sudah lama sekali tak berjumpa denganmu”

“hei juga bro, yaampun makin keren aja”

“hahahahahaa” aku melihat kearah sumber tertawa itu, dan apa yang ku lihat?

JASON?!

Di dia disini?!

SEORANG JASON DISINI! OH TUHAN AKU INGIN MATI SAJA.

Untuk apa dia disini? Oh tidak aku harus bersembunyi. Aku sembunyi dibalik tirai panggung. Ku lihat Jason dan Liam sedang berbincang. Dan aku tidak bisa mendengar mereka berbicara tentang apa. Mereka sangat akrab. Ada hubungan apa mereka?

Saat aku sedang asik menguping tiba-tiba ada seorang yang memegang pundakku.

“AAA” seorang itu langsung menutup mulutku. Ternyata Zayn. Untung saja teriakkanku tidak keras jadi tidak membuat seorang terkejut.

“sedang apa kau disini?” tanyanya sambil menaikkan satu alisnya.

“uh ternyata kau Zayn, kenapa orang-orang di London suka sekali membuat kaget orang?”

“haha, hei kau saja belum menjawab pertanyaanku.”

“ah kau terlalu ingin tau alias kepo.”

Aku langsung meninggalkan Zayn dengan muka bingungnya.  Bodoh sekali kenapa aku tidak Tanya saja ya pada Zayn. Ada hubungan apa sebenarnya Jason dan Liam.  Siapa tau kan Zayn bisa membantuku.

Ah bodoh sekali kau Van!

Aku masih terbayang kejadian tadi disekolah.  Bisa-bisanya Jason ada disini. Keparat sekali! Oh kata-kataku keluar lagi. Padahal tujuanku ke London untuk melupakan masa laluku. Terutama DIA.

Dia sudah menghancurkan hatiku berkeping-keping  layaknya piring yang sudah dipecahkan dan dia tidak akan kembali seutuhnya jika diperbaiki dan tidak semulus seperti awal.

*GUYS bener2 minta maaf nih baru bisa update. Aku ga bisa ngatur jadwal mana buat sekolah mana buat bikin ini. Bener-bener sibuk dan mumpung besok aku libur dan aku sempetin buat update chapter. Sorry kalo bikin penonton kecewa L aku harap kalian tetep nunggu ceritaku dan tetep leave vommentnya hargain yang udah sempetin update chapterdemi kalian thanks before*

OYA SATU LAGI AKU MAU DEDIKASIIN CHAPTER INI BUAT gxrlstyles YANG UDAH BIKININ AKU COVERNYA THANKS YAW ;;)

Salam 10 jari!

A love that will last // Liam Payne [SLOW UPDATE]Read this story for FREE!