CH 16 [Relaxing.]

49 3 0

"Sepeda? Mothaeyo." Kataku saat melihat semuanya telah menaiki sepeda masing-masing yang Seonna-eonnie sewa.

"Jinjja?" Haesung bingung.

"Oppa, aku numpang boleh?" Tanyaku sambil menendang pasir pantai.

"Aku nggak bisa memboncengimu. Kan aku baru beberapa minggu yang lalu belajar sepeda." Jawab Jin-oppa.

"Aku juga tidak bisa." Timpal Yoohyun.

"Apalagi aku." Tambah Haesung.

"Jangan tanya aku." Seonna-eonnie mengangkat kedua tangannya yang mengakhiri urutan 'aku tidak bisa memboncengimu'.

Minhyun yang dari tadi diam saja melirik ke arahku. Dan semua mata mengarah ke Minhyun, lalu aku.

"Hyung. Kau bisa kan?" Tanya Yoohyun.

"Hmm." Angguknya.

Jadi..

Aku akan diboncengi Minhyun.

Haah.

Aku tak punya pilihan. Daripada ditinggal sendirian di Pension dan tidak ada seorangpun yang menemani. Apa boleh buat.

"Yakin?" Tanya Minhyun dengan raut muka yang entah kenapa senang campur bingung dan risih.

"Hm." Aku mengangguk dan berjalan ke arah Minhyun. Ini akan menjadi 'sangat' awkward. Saat aku menaiki sepeda itu, dia berbisik padaku.

"Nanti pegangan yang erat ya."

Eh? Pegangan?

Kok perasaanku nggak enak?

"Gaja~!" Seonna-eonnie yang memimpin barisan langsung mulai mengayuh pedal sepedanya dengan perlahan.

Sepeda kami mulai bergerak ke arah yang di mana sebelah kanan kami adalah lautan.

"Hei, ini kita mau keㅡ."

Ucapanku terpotong oleh Minhyun yang mulai menambah kecepatan, lalu melihat ke depan dan ternyata semuanya sedang beradu cepat.

Tunggu.

Ini.. balapan?

OH. NO.

"YA!YA!YA! INI BALAPAN??!! KALIAN TIDAK MEMBERITAHUKUUUU!!" Teriakku yang membuat Jin-oppa menyahut 'IYA'.

"Sudah kubilang pegangan yang erat! Hahaha!" Seru Minhyun tertawa mengayuh pedalnya lebih cepat. Spontan aku memeluknya erat dan menutup mataku.

Isi hatiku sekarang adalah ini.

INI KENAPA NGEBUT-NGEBUTAN??!! YA AMPUUN!! AKU NGGAK MAU MATII DI SINIII!! EOMMAAA!! DOWAAA JUSEYOOO!!! OH MIN KYUNGRI, TENANGKAN DIRIMUUUU!! OKE. TUNGGU. TUNGGU. TARIK NAFAS DALAM-DALAM. LALU KELUARKAN.

Haah.

"Udah tenang?" Sindir Minhyun. Yah, menurutku itu sindiran. Menurutku saja. Siapa tahu dia hanya bertanya.

HUH.

"Kalian tidak memberitahuku." Jawabku ngambek dengan mata tertutup dan aku mendengar reaksi cekikikan dari Minhyun.

Aku membuka mataku dan merasakan angin meniup rambutku dengan lembut, aku juga melihat scenery yang sangat indah. Mentari pagi hari ini menyinari lautan berwarna biru dan palm tree yang tumbuh di segala tempat.

Wow.

Tanpa sadar jemariku menyentuh kamera DSLRku yang ku kalungkan. Dan tentu saja tanganku yang satu lagi masih memeluk Minhyun erat agar tidak terjatuh.

My MemoriesBaca cerita ini secara GRATIS!