Chapter 11

258 18 4

sejujurnya Chapter ini pendek banget. tapi gapapalah ya. biar para pembaca nggak lupa ceritanya :) Enjoy !

***

Sungguh melelahkan harus berada di taman sesorean. Hanya untuk olahraga perut (re : tertawa) karena dare yang beberapa waktu lalu dilaksanakan Caspar dan Jack. Sungguh, mereka sangat payah dalam hal merayu wanita.

“Hey bellek.” Suara seperti mahkluk halus muncul seketika membuatku merinding. Benar saja, yang barusan berbicara adalah Casper. Si Hantu baik.

“Namaku Elle, Casper!” Sentak-ku

“Dan namaku Caspar, Bellek !” Seringaian muncul di wajahnya yang kekanak-kanakkan. Sungguh, dia lebih tua dariku. Tapi lihat saja wajah polosnya yang menyebalkan itu. Dia hanya memiliki postur tubuh tinggi untuk seusianya. Namun urusan wajah. yah.. begitulah.dan perdebatan ini yang selalu terjadi jika aku hanya berdua dengannya.

“Woy ! gacapek apa setiap hari ribet sama urusan nama ?” Ka Jack.

“Ade lo Jack. Masa gue diledekin mulu.” Tuh.. ngadunya aja sambil nunjukin muka pengen boker gitu.

“udah sana pulang lo.. udah kayak gapunya rumah aja. Sekalian gih balik ke South Africa !” Hentakku ketus. Dari awal kita bertemu rasanya memang tidak akur. Tapi sungguh, aku tidak membencinya.

“Males pulang. Nanti dikerjain lagi sama Joe. Kemarin, dia nutup closet pake plastic. Terus dia ngagetin gue pas gue mau bikin Video.  Habis itu dia nempelin seluruh kamar gue pake sticky note. Dan terakhir, tadi pagi dia nakut-nakutin gue dikamar pake topeng apalah itu gue gak ngerti.” Jelasnya panjang kali lebar ditambah tinggi dibagi luas, dikurangi angka awal lalu ditambah lagi dengan Luas seluruh permukaan. ‘hey. Apa yang kau bicarakan ?’

“Kak, lo denger dia ngomong apa ?” Tampang memohon langsung keluar di wajah Caspar. Berharap agar kak Jack ada dipihaknya.

“Gak!” Good Jackson, Good !

“Huahahahaha..” Tawaku membahana keseluruh ruangan. Dan muka Caspar Lee itu memerah bagaikan Tomat busuk terlindas ban sepeda anak-anak.

“Kalian jahat.” Ya Tuhan. Suara khas memelasnya itu. Benar-benar jurus andalannya.

“oh.. Caspar, sini sama daddy sayang.” Tiba-tiba muncul Ka Finn dengan setelan kemeja kotak-kotak juga celana levis dan sepatu Vans-nya. Mau kemana dia ?

“Finn.. mereka jahat. Lebih baik ayo temenin gue ke supermarket.” Tangannya sudah terulur menggandeng tangan Kak Finn. Dan seketika itupula aku melihat Kak Finn yang mengedipkan matanya kepada kembarannya.

“C’mon Jack! Kita bias terlambat.” Dan blush.. Manusia dengan wajah mirip itu menghilang. Menghilang meninggalkan Aku. Dan. Caspar. Hanya ber. Dua. Shit.

“Bellek..”Dammit!

 “anter gue ya. Gue gabiasa ke Supermarket sendiri. Takut digodain mbak-mbak kasir.” Rengeknya lagi.

“ajak aja yang biasa nemenin lo.” Ucapanku masih sama ketusnya. Mengerjai Caspar memang ada asiknya juga loh..

“Joe ? gue kan lagi pura-pura ngambek sama dia. Ayolah bellek.” Mana ada merengek sambil menghina begitu ?

“Siapa sih Joe ? Gue harus berterimakasih sama dia karena dia udah bikin hidup lo sengsara.”

The Lost MemoriesBaca cerita ini secara GRATIS!