Part 5. Sepi

481 7 1

Surat dari Mario cukup memukul lubuk hatiku, cukup terasa sakit ketika aku membacanya. Gak pernah kuduga kalau aku sanggup mengahancurkan hati seseorang yang benar-benar mengharapkanku. Sekarang tak akan pernah ada lagi seseorang yang menyapa ku di pagi dan siang hari, tak akan ada lagi yang membawakan aku permen atau coklat walaupun dia tau aku tak akan pernah mengambilnya.

"Fit" sapa Rika kepadaku

Dia salah satu sahabatku di sekolah

"iya ka" jawabku masih lemas

"napa? kamu sakit" tanyanya

"gak koq" tanpa terasa air mata ku mengalir

"kamu knapa" tanyanya panik

"Mario ka, dia pergi karna aku" jawabku masih menangis seraya memberikan surat dari Mario kepada Rika

"Fit, kamu suka gak sih ma Mario?" tanyanya setelah nembaca surat Mario

"Gak" jawabku singkat

"Terus ngapain kamu nangis setelah baca suratnya?" tanyanya masih penasaran

"Sedih aja dia pergi karna aku gak pernah ngebalas cintanya" jawabku

"Ya udalah, ntar dia balik lagi kalo mank sayang ma kamu" jawabnya singkat

"Janganlah, aku masih blom bisa ngelupain Billy" ujarku jujur

"Aduh, Billy lagi Fit, kamu kan tau dia uda punya pacar. Kamu lupa yah apa yang dibilang Yaya kemarin?" ucap Rika kesal

Sekilas kembali lagi kata-kata Yaya difikiranku minggu lalu sebelum libur sekolah "Fit, tadi aku jumpa Billy di simpang Smp kita dulu, aku liat dia jalan ma cewek fit. Sekilas aku kira itu kamu tetapi waktu aku dekati ternyata bukan. Pas aku tanya ke Billy itu siapa dia cuma senyum aja Fit, kayaknya sih itu pacarnya. Aku sempat bilang ke dia kalo tuh cewek mirip kamu tapi dia gak jawab apapun malah langsung pamit pergi Fit."

Sampai sekarang tak pernah dapat aku lupakan setiap kata yang Yaya ucapkan. Apakah benar cewek itu sekilas mirip aku? lalu kenapa Harus dia yang jadi pacar Billy? Mario pindah sekolah karna aku cuekin Semuanya semakin membuatku kacau.Tak satupun kata-kata guruku yang sampai di kepalaku. Tak ada pelajaran yang kutangkap hari ini, hanya satu yang aku inginkan yaitu pulang ke rumah.

★★★

Sampai di rumah aku masih kembali berfikir kenapa semua bisa seperti ini. Billy sudah punya pacar, Mario sudah pergi. Sekarang aku sendiri, sepi di sini, tanpa siapapun. Tanpa Billy ataupun Mario.

Satu minggu setelah kepergian Mario aku sudah dapat menata hatiku lagi. Tak ada Billy ataupun Mario, aku memutuskan untuk fokus belajar. Tanpa cinta-cintaan ataupun pacar-pacaran. Setiap ada pria mendekatiku tak pernah aku beri kesempatan untuk lebih mengenalku, langsung saja aku to the point terhadap mereka.

Hari-hariku berlalu lebih baik, pelajaran-pelajaran disekolah juga Praktek Belajar Lapangan menyita waktuku sehingga aku tidak banyak berkomunikasi dengan abg - abg labil seusia ku di luar sana.

Sekarang aku sudah duduk di kelas tiga manajemen perhotelan. Tidak sampai satu tahun lagi aku akan lulus dan terjun langsung ke dunia kerja.

Pagi ini seperti biasa aku bersiap ke sekolah.

Drrrt,, drrrt

Ada sms masuk k hp ku, saat aku membuka ternyata sms dari yaya. "For all alumni smp 04.. akan diadakan reuni di sekolah kita tercinta pada akhir minggu ini jam 14.00. Diharapkan kehadiran semua teman-teman di sana tanpa terkecuali"

Reuni? koq Yaya gak pernah bilang ada reuni? aku harus segera konfirmasi ke yaya nih.

Sampai disekolah, mahluk kecil yang ku cari belum datang. Yaya memang kecil tepatnya mungil, dengan tinggi badan 146cm dan berat badan 35kg, maka a dia dipanggil kecil disekolah.

Setelah 1/2 jam aku tunggu tetnyata dia nongol.

"Yaya" panggilku

"Saya" jawabnya refleks

"beneran yah ada reunian?" tanyaku

"iya Fit" jawabnya

"kita datangnya barengan yah" ucapku

"oke, entar aku smsin kita kumpulnya di mna" jawabnya

"ok" jawabku sambil tersenyum

★★★

Hari ini hari yang aku tunggu-tunggu, hari reuni di gelar. Untuk pertama kalinya semenjak perpisahan smp aku akan jumpa lagi ma Billy. tapi apa dia datang yah? gimana kalau dia gak datang.??

Aku masih berdiri di gerbang sekolah kami dulu, dari kejauhan aku melihat Yaya dia bersama Reni, Rahmi, Disa dan Elin. Aku ingat mereka, mereka teman sekelas ku waktu kelas satu.

Saat sudah dekat aku memeluk mereka satu persatu.

"kangen banget sama kalian" teriakku pada mereka

"Sama Fit, kami juga kangen kamu" jawab Rahmi

"naik yok" ajak Yaya yang di jawab dengan anggukan oleh kami berlima.

Sampai di aula kami melihat sudah bnyak teman-teman yang datang. Banyak diantara mereka yang berubah, ada yang tambah tinggi, tambah gemuk, ada juga yang tambah cantik dan tampan. Setelah berbincang-bincang dengan mereka aku memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin sore.

Sosok yang aku cari juga belum nampak, aku menyerah menunggunya.

Setelah pamit pada teman-teman dan juga guru-guruku aku langsung menuju parkiran karena tergesa-gesa tanpa sengaja aku menabrak seseorang. Billy, sosok yang aku tunggu dan aku rindukan sekarang ada di hadapanku, bersama seorang wanita. Ia tampak terkejut saat melihatku, tanpa sapa dan maaf aku langsung meninggalkan dia yang masih memandangiku.

Dadaku terasa sesak melihat Billy bersama wanita itu, mataku serasa memanas. Air mata yang sejak tadi aku tahan tumpah juga, saat ini aku sudah berada di kamarku. Menumpahkan semua tangisanku yang sejak dijalan tadi aku tahan.

Aku semakin sadar bahwa Billy bukan jodohku, aku harus melupakan dia. Aku tidak bisa terus-terusan menyimpanya di hatiku.  Dia tidak pernah menyukaiku, dia tidak pernah berusaha mencariku. Bahkan ia sudah memiliki seorang ratu di hatinya.

Part yang ini aku persembahkan bwt someone,

semuga readers makin suka ceritaku yah.
ayo donk kasih coment n voten xan agar aku makin semangat  nulisnya.

dwi..

WaitingBaca cerita ini secara GRATIS!