Paradoks | Formáli

679 16 6

Paradoks - Sinopsis

.

.

.

Sesosok berambut merah itu berjalan perlahan dengan jubah merah yang menjuntai, menyapu permukaan salju putih. Sosok itu mengerahkan pandangan dingin dan waspada terhadap apa yang ditemuinya.

Ketika melewati sebuah gubuk, langkahnya terhenti. Tatapannya berubah sendu, menatap gubuk kecil yang terlihat terang itu.

Sekelebat ingatan muncul perlahan-lahan.

"Tuan, siapa namamu?" Gadis kecil itu menghampirinya dan membenarkan letak jubahnya.

"Crimson,"

"Kau terlihat pucat, Tuan Crimson. Apa kau baik-baik saja?"

Tatapan khawatir dari gadis itu, menbuat Crimson tersenyum lemah. Senyum yang sudah beratus tahun lamanya tidak ditampilkan.

"Aku baik-baik saja,"

"Bangunlah. Gubukku ada didekat sini. Kau bisa istirahat dan menghangatkan diri," tawar gadis itu dengan tangan terulur.

Crimson menyambut uluran tangan itu dan bangkit.

"Terima kasih. Dan kuharap kau akan tetap hidup setelah ini,"

***

"Benda apa itu?"

"Ini pisau,"

Gadis itu menatap pisau perak milik Crimson dengan mata berbinar dan antusias. Sedangkan sang pemilik pisau dengan cuek tetap mengasah pisau-pisau tersebut.

"Mengapa kau memilih perak? Pisau kakek dulu terbuat dari besi sisa perang," tanya gadis itu dengan tatapan polos.

"Karena perak indah dan mematikan, Camelia..."

***

"Tuan! Tuan Crimson!"

Camelia berteriak panik ketika melihat Crimson tergeletak tak sadarkan diri. Kekhawatiran tercetak jelas di wajahnya.

"Ada apa, Cam?" tanya kakeknya yang langsung masuk, begitu mendengar cucu kesayangannya berteriak.

"Crimson, Kek.... Crimson..."

Kakek segera menghampiri tubuh Crimson yang tergeletak lemah. Mengecek nadi dan suhu tubuhnya. Dan pandangannya terpaku pada darah di daerah perut. Lalu pandangannya teralih pada sebuah pisau perak yang tergeletak dan berlumur darah.

Sang kakek mendapat sebuah konklusi dari pengamatan sekilasnya. Camelia yang memang bisa bertukar pikiran dengan kakeknya, segera terisak.

Isakan pilu yang mengantarkan kepergian seseorang yang baru dikenal. Namun sangat berharga baginya.

Crimson...

===

Yosh~ ini adalah fanfic baru~ wkwk padahal yang Himuro aja belom kelar =_=v ada kemungkinan jalan ceritanya mirip-mirip Vampire Knight. Karena saya ingin membuat Akashi jadi se-ngenes Zero bwahahaha *ketawasetan*

Oh iya, Crimson disini beda ya sama yang di The Red Himmels. Aku lagi kehabisan nama, jadi pake nama itu hahaha //gakreatiflu

Doakan cerita saya ada rampung u,u ditengah kesibukan yang menyebalkan ini =.=v

Salam gunting✂️✂️✂️

zeaelena

Paradoks [AkashiFanfiction]Baca cerita ini secara GRATIS!