First Mission

654 20 2

Radit 's POV

        Minggu damaiku terusik oleh ide mama yang menyuruhku untuk mengajak Gigi dan Vina  makan malam. Aku udah tolak dengan beribu macam alasan tapi apalah daya ini.. Mama udah bilang ke tante Yuli dan anak-anaknya sudah siap, jadi tinggal menunggu aku jemput. Saat sampai di rumah tante Yuli, memang benar siih Vina udah siap. Tapi aku harus nunggu si Gigi kebo itu untuk ganti baju. Akhirnya aku ngobrol-ngobrol dulu dengan Vina. Yaa lebih menyenangkan daripada yang kubayangkan siih.

"Heyhooy c'monnn! Gue udah siap niih" Gigi menginterupsi. Kami pun bergegas pergi setelah kami pamit pada tante Yuli.

Di mobil, sambil menyetir aku malah sibuk dengan pikiranku sendiri.

Why they're so different? Dari penampilannya aja mereka berbeda. Vina mengenakan floral blouse berwarna pink pastel dipadu rok berwarna coral. Dengan pakaian seperti itu dan kulitnya yang putih membuat aura lembutnya terpancar. Sementara Gigi memakai ripped jeans yang sedikit tertutupi oleh oversized sweaternya berwarna navy blue dilengkapi oleh flat shoes berwarna senada. Terkesan sangat cuek dan ga feminine. Apa dari sini aja aku sudah bisa memutuskan? No, terlalu cepat dit. Lagian kan aku belum tentu menerima perjodohan ini.

Mobil kami sudah berhenti di parkiran mall dan Gigi sudah beringsut keluar.

"Kak, kita mau makan di mana?" tanya Vina antusias.

"Hmmm terserah aja" kataku sambil mengelus pucuk kepalanya. Dia tersenyum manis. Duuhh manisnya, ga kayak kakaknya yaa.

"Disini aja ya kak? Kayaknya makanannya enak-enak" pintanya. Aku mengangguk menyetujui seraya mengelus kepalanya lagi. Aah entahlah aku sepertinya suka mengelus-elus kepalanya. Gigi? Jangan ditanya. Dia hanya mengekori kami sambil asyik dengan hapenya.

Kami akhirnya memilih tempat duduk yang posisinya agak di pojok.

"Ehem, kalian pesen makan duluan aja ya. Gue ada urusan bentar, tapi nanti pasti balik lagi kok" sela Gigi.

"Emang mau kemana kak?"

"Ha?" Gigi terlihat berpikir. "Mau beli something bentar, mumpung lagi di sini" lanjutnya kikuk.

Aneh.. Dia aneh. Emang dia ga normal siih. Enggak, tapi ini beda, gerak-geriknya aneh banget dari tadi..

*****

Gigi's POV

        Jeng jeng.. Jeng jeng.. Aku mengendap-endap ala adegan film warkop setelah tadi berhasil izin keluar. Yaps, saat ini aku sedang melancarkan aksiku. Aku mengamati tempat duduk Vina.. Loh kok si om-om ga ada? Maksudnya Om Radit..

"Lagi liatin apa?" sebuah suara terdengar di sampingku.

"Lagi liatin adek gue sama gebetannya" bisikku tanpa menoleh masih asyik mencari keberadaan Radit di dalam.

"Terus kenapa ngintip-ngintip gitu?"

"Aduhh bawel deh. Gue lagi menjalankan misi negara niih untuk nyomblangin mereka berdua" ucapku bangga.

Ehh tunggu! Kayaknya ada yang ga beres nih!

Aku langsung menoleh ke sumber suara..

HWAA!!aku udah membocorkan misi negara kepada target. Sekarang Radit sedang menatapku tajam dengan tangan terlipat di dadanya.

"Ke..kenapa lu bisa di sini? Perasaan gue ga liat lu ke luar." tanyaku gugup karena udah tertangkap becek, eh basah.

Dia hanya menunjuk sebuah pintu masuk di sisi lain restoran ini.

Aduh! Kenapa gue bego banget sihh, batinku sambil nepok-nepok jidat. Radit langsung menggenggam tanganku -lebih tepatnya menarik masuk menuju meja kami.

Who win the game?Baca cerita ini secara GRATIS!