Unbelievable Destiny Part 3

56.8K 2.4K 16

Flashback

Keira POV

Aku bergegas siap-siap ke kampus, ada kuliah pagi dan aku terlambat bangun karena lupa nge-set alarm ponsel, so damn!

Benar-benar pagi yang menyebalkan. Sangat menyebalkan. Pertama, aku harus pergi ke kampus naik angkot karena kunci mobil lupa aku taruh mana. Kedua, saat aku berjalan melewati halaman kampus aku ketemu sama manusia menyebalkan yang sangat aku hindari keberadaannya. Mantan baru yang kemarin tega  mutusin aku, demi cewek yang sekarang menggelayut manja di lengannya. Sebut saja dia Bara.  Ketiga...

PPUKK!

"Yeay! Kena!"

sesuatu mendarat di kepalaku. Sesuatu yang keras, dan ternyata itu buah apel. Dan teriakan kemenangan menggaung di sekitarku. Sungguh aku benar-benar  bingung!  Bagaimana tidak? Aku baru saja sampai di koridor kampus menuju kelasku, dan tiba-tiba seseorang melempar apel mengenai kepalaku. Sakit, pasti.

siapapun yang melempar apel tak berdosa itu ke arahku, aku pastikan akan membuat dia menyesal nanti.

Aku menghembuskan napas kesal, mencoba menahan amarah, lalu memungut apel yang tadi di lempar padaku.

"Alex, you lose. So, gue harap lo tepatin ucapan lo tadi."

"Gila! Jason, gue enggak yang serius ya tadi. Apaan sih jangan gila deh kalian."

"Lex, kan lo sendiri yang tadi bilang bakal nikahin cewek yang kena lemparan apel. Bila cowok bakal lo peluk, dan cium pipi kanan kiri."

Aku mematung beberapa meter dari arah mereka. Apa aku nggak salah dengar? Menikah? serius aku masih yang sangat tidak tau situasi macam apa yang ada di hadapanku saat ini.

"Gaes, maaf ya nyela bentar. Ini siapa ya, yang lempar apel sembarangan? dikira nggak sakit apa ini kepala gue?" selaku dengan nada tinggi. terang saja Alex dan Jason, juga dua teman Jason melihat ke arahku.

"Calon suami lo tuh yang lempar," kata salah satu cowok di belakang JAson yang sejak tadi hanya diam menyeringai menatap Alex.

"Gila!" batinku.

"Lex, bukannya lo sendiri yang bilang kalau lo itu enggak suka sama Mia lagi, dan bakal buktiin kalau lo bisa bersama dengan cewek lain saat ini. bahkan lo sendiri yang bilang kalau lo bisa ngajak nikah cewek itu sekarang juga lewat lemparan sebuah apel." samar-samar aku mendengar Jason bicara sesuatu yang membuatku merinding. Aku sadar, jika aku terlibat dengan mereka saat ini.

"Ya, tapi..."

"Cowok, selalu nepatin kata-katanya kan?" dapat kulihat Alex diam menahan geram setelah mendengar kalimat terakhir Jason.

Bodohnya aku yang malah diam seperti patung dan setia mendengarkan pembicaraan mereka. bukannya segera menempeleng kepala Alex lalu kabur. berharap apa yang kudengar dari mulut Jason tadi hanyalah halusinasi gilaku saja.

"Lo!" tiba-tiba Alex memutar kepala ke arahku, tatapan matanya marah, membuatku merasa sedikit gentar dan ingin lari seketika itu juga.

Baru aja aku mau berbalik, tiba-tiba sebuah tangan meraih bahuku.

"Mau kabur kemana, lo?"

Dengan enggan aku  memutar tubuhku, memberanikan diri menghadap pada tubuh tinggi atletis seorang Alex Wijaya. Sial!

"Siapa yang kabur? kan di sini gue yang korban," ucapku berusaha santai. Lalu kembali mencoba melarikan diri, namun langkahku terhenti ketika kerah bajuku di tarik dari belakang. Ya Tuhan, ini buruk!

Unbelievable DestinyBaca cerita ini secara GRATIS!