The Curse Giveaway !

57 15 24
                                                  


Disuatu hari yang cerah, dimana langit bersinar sangat terang, tempat dimana udara begitu bersih dan segar, bunga-bunga cantik aneka rupa dan warna terhampar di tanah, pohon-pohon yang lebat dan rindang bergoyang seakan menari dibelai angin. Ditempat dimana air yang bersih dan jernih mengalir hingga ke ujung kali.

Yah bukan tempat yang sangat jauh, hanya sedikit dipinggir kota besar, tepatnya disebuah rumah sakit mewah tak jauh dari pusat kota.

Tepatnya pukul tujuh lewat tujuh menit, dibangsal bersalin terdengar suara tangis bayi memecah ketenangan pagi. Pagi itu hanya ada satu bayi yang lahir, dengan sangat lancar dan sempurna.

Tak lama diruang bayi, beberapa perawat sudah mengerumuni kereta mengagumi keindahan dan kelucuan seorang bayi laki-laki yang menjadi primadona dilantai itu

"Aduuh gantengnya"

Hampir semua perawat yang bekerja dilantai itu atau mungkin juga dari lantai lain datang dan melihat bayi mungil itu. Tangan dan kakinya yang sangat kecil dan mungil meraih-raih setiap wajah yang mendekatinya. Senyumnya yang indah menunjukkan lesung pipitnya disetiap belahan pipinya, walau baru keluar dari tempat paling nyaman kedunia beberapa jam lalu matanya sudah terbuka dengan sempurna, bola mata yang cantik berwarna kehijauan dengan pancaran cahaya yang indah. Bulu matanya lentik bagai sepasang mata boneka. Senyumnya yang lebar dari bibirnya yang tipis seakan menggoda setiap orang yang melihatnya.

"Ooh cantiknya"

Tak lama setelah para perawat kembali keposnya masing-masing, meninggalkan bayi mungil itu menikmati tidur siangnya, dengan berbalutkan selimut cantik bergambar boneka warna biru muda. Ditengah buaian musik dari gantungan yang diberikan oleh para perawat sebagai hadiah.

Hanya seorang perawat muda yang duduk berjaga diujung ruangan, ruang bayi VIP itu hanya boleh dikunjungi oleh pihak petugas dan keluarga. Tapi, dua bayangan menembus pintu dan masuk mendekat, mengenakan jubah panjang dari tutup kepala hingga bawah kaki, satu berwarna coklat muda dan satu berwarna merah jambu. Keduanya mendekati kereta bayi, lama menunduk mengamati bayi itu, dan menegakkan tubuhnya.

"Waah sudah pasti bayi laki-laki" satu berjubah coklat muda menegakkan berdirinya, wajahnya samar-samar dibalik tutup kepalanya, tapi semakin jelas keduanya tak lebih tua dari usia akhir tigapuluhan, dengan rambut panjang hitam keriting, dan suara yang berat.

Perawat yang berjaga bahkan tidak bisa menyadari kehadiran keduanya.

Wanita dengan jubah merah jambu menegakkan berdirinya setelah pasti.

"Apa kau yakin ini bayinya? Bisa saja wanita itu sengaja menukarnya agar tidak diambil oleh kita khan"

Wanita berjubah coklat menyibak selimut sang bayi mungil sedikit, menunjukkan pergelangan kaki mungilnya, sebuah tanda sedikit merah dibelakang pergelangan.

"Tidak mungkin ditukar, sebelum lahir aku sudah menandainya, ini tandaku tuh"

Wanita berjubah merah jambu memastikan penglihatannya, memang ada tanda kecil berupa bunga terompet dikali kiri bayi.

"Kau ini jahil sekali, sempat-sempatnya memberi tanda seperti ini"

"Yah mau bagaimana lagi, dari pada nanti kita ditipu"

Keduanya menegakkan tubuhnya, menarik nafas panjang melihat bayi yang tengah tertidur sangat lelap lama

"Heh, semakin berkurang generasi kita" keluh wanita berjubah merah jambu.

Wanita berjubah coklat mengerutkan bibirnya melihat wajah bayi mungil itu.

"Tapi, ia sangat tampan yah, bayi yang sangat sempurna, memang tidak salah kalau Jasmine melahirkan bayi setampan ini"

Curse Of The FlowersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang