Prolog

106 14 1

Dia menatap bayangannya di kaca. Mengusap-usap matanya yang bengkak dan menghitam, merapikan tatanan rambutnya yang berantakan. Semua yang dimilikinya sudah hilang, dan kehilangan seseorang yang berharga lagi membuat dirinya berantakan.

Sesekali air mata yang berdesakan di pelupuk matanya keluar menetes begitu saja. Entah mengapa matanya tidak lelah terus-menerus menangis, bahkan sekedar untuk berdiri saja dirinya sudah tidak mampu.

"Mut, keluar dari kamar kamu. Kita ke Timezone yuk?" Sahutan demi sahutan tiap waktu terdengar dari arah pintu itu, tetapi telinganya menuli.

Diluar sana, Fiona menghela nafas. Dia tahu perjuangan Mutiara, kehilangan itu disaat dia telah dekat dengan kebahagiaannya adalah hal yang tidak terduga.

Krek~

Pintu itu terbuka, dengan cekatan Fiona memeluk badan tak berdaya itu. Badannya bergetar, isakkan tangis kian sahut menyahut terdengar di telinganya, badannya sudah sedingin es, dia bahkan lebih kurus dari hari terakhir Fiona mengunjunginya.

"Kenapa selalu aja harus aku Fio? Aku salah apa di kehidupan sebelumnya sampai-sampai harus terus menerus seperti ini?" Ucap Mutiara di sela-sela tangisannya.

Fiona ikut menangis mendengar penuturan Mutiara, sesak di dadanya saat melihat Mutiaranya harus kembali dengan keadaan seperti ini.

"Kita belum tau dia gimana, jadi jangan langsung nyimpulin dulu ya" bujuk Fiona, mengelus-elus punggung gadis itu berharap dapat menyalurkan kekuatannya.

"Kalau Gion gak pulang gimana? Gimana Fio?"

"Dia pasti pulang. Karena dia janji sama kamu kalau dia gak akan biarin kamu sendiri lagi, kamu harus percaya sama dia. "










Hai guys! Author kembali dengan cerita baru! Dan hari ini spesial double update!!! Tapi hanya untuk prolog dan perkenalan aja ya.

Sesuai janji, masuk cerita bulan Maret😑

Jdi sabar ya.

LonelyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang