Candy Boy (Chapter 11)

962 253 45
                                          


     Ada banyak paper bag disana—yang sudah bisa Yoona tebak isinya. Tersusun rapi dengan sebuah guci dan beberapa lembar foto—foto Eujin bersama orang tuanya. Ia tidak tahu mengapa, tetapi tidak ada foto Sehun disana. Yoona buang jauh-jauh pikiran itu. Segera ia letakkan bunga—yang tadinya ia beli.

     Tidak ingin membuat Sehun menunggu lebih lama. Yoona keluar dari gedung itu, melangkah menuju Sehun yang sedari tadi menunggunya diluar. Sehun duduk disebuah kursi panjang yang terletak dibawah pohon—tempat dimana dulunya Yoona menunggunya. Sehun sempat melihat kearahnya sekilas, tetapi pria itu tetap saja duduk disana. Yoona mengira mereka akan segera pulang, tapi tampaknya Sehun masih ingin berlamaan duduk disana. Ragu-ragu, Yoona mendekatinya lalu dengan sedikit jarak, Yoona duduk disampingnya.

    Angin datang dari segala arah. Merontokan dedaunan yang pohonnya berada disekitar mereka. Yoona mengamati keindahan itu, ketika dedaunan terlepas dari ranting lalu terbang mengikuti arah angin. Oo? Ada daun yang mendarat di kepala Sehun, dan Yoona melihat itu. Wajahnya kini tampak kebingungan. Menegurnya saja jarang, apalagi untuk sekedar memberi tahu tentang keberadaan daun itu.

"Kenapa?" Sehun menoleh padanya—yang pada saat itu masih fokus melihat keberadaan daun itu. Dengan tampang bodoh—yang belum siap berekspresi—karena duluan tertangkap basah, Yoona memilih mengarahkan jari telunjuknya ke arah kepala Sehun. Dengan tenang seperti biasa, Sehun tepis daun yang ada diatas kepalanya.


     Langit mendung membuat sore menjadi lebih singkat, meski malam belum benar-benar tiba. Suasana nyaman yang mereka rasakan, membuat mereka tak menyadari, bahwa mereka sudah duduk disana sangat lama. Sedari tadi Sehun menikmati kondisi itu, dimana ia mencoba mengosongkan pikirannya dengan menghirup udara segar dari pepohonan disana. Sedangkan Yoona, wanita itu duduk terkantuk disampingnya. Syukur Sehun cepat menyadari itu dan langsung beranjak dari duduknya.

"Kita pulang sekarang." Jika tidak mendengar teguran itu, Yoona nyaris terhuyung kesamping. Melihat Sehun yang sudah melangkah jauh, Yoona segera berlari mengejar suaminya itu.


     Pertunjukan dari daun-daun yang berguguran menemani perjalanan itu. Mobilnya pun tak melaju kencang. Sehun merasa jarang bisa menikmati pemandangan itu, karena selama ini ia selalu fokus bekerja dan pulang dalam kondisi kelelahan. Beberapa dedaunan menempel di kaca mobilnya, karena tak terlalu mengganggu Sehun biarkan begitu saja—hingga dedaunan itu terbang dengan sendirinya.

     Mobil itu melewati sebuah candy shop—tempat dimana Sehun sering membeli permen—ketika ia sedang merindukan sosok Eujin. Ia baru menyadarinya, tidak ada stock permen dirumah. Permen yang dulunya ia beli telah ia bawa ke rumah abu. Tidak, ia sedang memikirkan hal lain. Ya, Daniel. Adiknya itu selalu mencari permen dikamarnya.

     Sehun mencari lokasi untuk memutar mobilnya agar bisa kembali ke candy shop yang tadinya ia lewati. Tapi, ketika tanpa sadar menoleh kearah Yoona, ternyata isterinya itu sudah tertidur. Saat itu terlihat jelas olehnya, wajah sembab Yoona yang tampak sangat kelelahan. Matanya yang sudah kembali fokus ke jalanan mendadak melupakan jalur untuk memutar. Hal hasil mobil itu pun terus melaju menuju rumah mereka.

     Mereka sudah tiba dirumah dan mobil itu sudah berada di area parkir. Dari kaca spion tengah dapat Sehun lihat Pak Kang yang sedang berlari dari arah gerbang menuju area parkir. Sehun terus memikirkan itu, dengan raut wajah seakan tengah berpikir keras, Sehun buka seat beltnya. Sesaat ia kembali menoleh pada Yoona. Isterinya itu terlihat sangat terlelap. Huh..

     Ia keluar dari mobil. Tadinya berniat membanting pintu mobil itu, tetapi tangannya reflek menahannya sehingga pintu tertutup sempurna tanpa terdengar suara yang terlalu keras. Ia mendadak kebingungan. Ada apa denganku? Dan ekspresi wajahnya kini tampak kesal. Kesal dengan sikapnya sendiri.

Candy Boy (Ongoing)Where stories live. Discover now