Chapter Thirteenth

14.2K 364 31

⚠Warning!! ADULT-CONTENT

Vote, comment, and enjoy my work ❤

***

2 minggu kemudian,

2 minggu setelah kejadian Mona dan drama itu, rumah tangga Reyhan dan juga Nayna berjalan seperti biasa kembali. Semenjak saat itu, mereka tak pernah lagi menghubungi Mona atau bertemu dengan Mona.

Setelah Mona pergi dari kehidupan mereka, Reyhan jadi lebih tenang begitu juga Nayna. Seperti sekarang ini, Nayna sedang memijat Reyhan sepulang kerja,
"Ashh, iya itu Nay. Disana, enak banget" Reyhan sangat menikmati setiap pijatan yang Nayna berikan

"Pegelnya sebelah mana lagi, Rey?" Ucap Nayna diikuti senyumnya
"Udah mendingan daripada tadi" Reyhan meregangkan otot-ototnya, lalu menatap Nayna kembali.

Posisi mereka sedang berada diatas ranjang, Nayna yang duduk sementara Reyhan berbaring.
"Nayna" panggil Reyhan pelan
"Kenapa Rey?" Sahutnya
"Ini juga pegel, pengen dipijet" Ucap Reyhan sambil menunjuk "junior" nya.
Nayna bersemu, lalu memukul pelan dada bidang Reyhan.

"Ishh mesumnyaaa" Nayna tetap memukul pelan dada Reyhan
"Aishh, bilang aja kamu pengen juga. Ya kan? Hayo" Reyhan menaik-turunkan alisnya.

Nayna hanya mencubit pelan lengan Reyhan, lalu Reyhan menarik Nayna agar ikut berbaring juga

Nayna hanya mencubit pelan lengan Reyhan, lalu Reyhan menarik Nayna agar ikut berbaring juga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ilustrasi

Berhubung sudah malam, Nayna hanya mengenakan sweater tipis dan juga celana dalam putih, sementara Reyhan bertelanjang dada.
"Nayna, kalau udah punya anak kamu mau namain dia siapa?" Tanya Reyhan memulai pembicaraan sambil mengelus pelan rambut Nayna.

"Reyna, mungkin? Atau Narey, hehe" Jawab Nayna diikuti kekehan kecil.
Reyhan tersenyum manis melihat itu.

"Kamu mau punya anak berapa, Nay?" Tanya Reyhan lagi yang membuat Nayna menoleh kearahnya
"Dua aja, Rey. Aku takut banyak-banyak melahirkan" Jawab Nayna
"Aku mau 5, gimana dong?" Reyhan menatap Nayna dengan tatapan jahilnya
"Ish, kamumah enak gak melahirkan, lah aku?" Nayna menyubit pelan lengan Reyhan.

"Haha, lucunya istriku."
Mereka terdiam sebentar, lalu.. Reyhan menindih Nayna, tangannya digunakan untuk menopang tubuhnya.

"Reyhan, turun ishh" Nayna kembali memukul dada bidang milik Reyhan
"Gimana kalau buat nya sekarang?" Reyhan tersenyum jahil yang membuat Nayna kembali bersemu.

Tak banyak bicara, Reyhan langsung saja menyosor bibir ranum milik Nayna, di lumatnya lembut.

Nayna tak membalas lumatan Reyhan, ia hanya menikmati. Reyhan mulai jengkel, langsung saja ia menggigit pelan bibir bawah Nayna sehingga memberikan ruang untuk menelusupkan lidahnya.

DesahanBaca cerita ini secara GRATIS!