Chapter 9

2.6K 279 23
                                                  

(y/n) POV

‘Baiklah, Aku siap!’

Aku membuat ancang – ancang untuk menyerang Putri Hana. Melempar shuriken kearahnya, membuat segel tangan dan merafalkan jurus.

‘Shuriken : Kagebunshin no jutsu’

Tring...

Tringg...

Tring...

Dia berhasil menangkis semua shuriken. Aku berlari, dan melompat kearahnya.

Duaggg

Dia berhasil menahan seranganku.

“Cih! Hanya segitu! Giliranku!” Katanya. Dan tiba – tiba saja.

Duaggg

Dia meninjuku dibagian rahang, membuatku terlempar, dan terguling – guling ditanah. Aku yakin pasti rahangku akan memar akibat pukulannya. Tapi sekarang bukan saatnya memikirkan hal itu.

“Bagaimana (y/n)? Apa kau menyerah?” Tanyanya.

“Menyerah?! Dalam mimpimu...” Balasku. Kemudian Aku membuat segel tangan, dan merafalkan jurus.

‘Kagebunshin no jutsu’

“Percuma saja (y/n), jurus apapun yang Kau gunakan itu takkan berhasil padaku!” Tukasnya.

“Jangan sombong...” Balasku.

Setelahnya Aku dan bunshinku melempar bom asap padanya untuk menghalau penglihatannya. Kemudian Aku dan bunshinku berpencar.

Kami membuat segel tangan, dan merafalkan jurus.

Aku yang asli

‘Suiton : Mizukamikiri’
(Elemen air : Jurus sayatan air)

Bunshin 1

‘Katon : Hibarashi’
(Elemen api : Jurus dinding api)

Bunshin 2

‘Fuuton : Atsuga’
(Elemen angin : Gelombang angin)

Jurus elemen airku menyayat beberapa bagian tubuh Putri Hana, dan membuatnya mengerang kesakitan juga kesal. Kemudian dikurung didalam dinding api, agar api itu membesar Aku menggunakan elemen angin. Alhasil, Putri Hana terlihat seperti dibakar didalam api.

2 kagebunshinku menghilang, api yang membakar Putri Hana perlahan mulai padam. Dan menampakkan Putri Hana yang gosong (Author bingung gimana bahasanya, tapi pokoknya ya begitu :D ), baju yang agak compang – camping, dan beberapa luka sayatan.

Putri Hana menggeram marah, semakin menampakkan aura hitamnya, dan mata merahnya.

“KAU!” Geramnya. Dan tiba – tiba saja.

Duag

Duag

Duag

Dia berlari kearahku dengan cepat, mencekikku sambil membenturkanku ke pohon. Membuat 3 pohon hancur.

Krekk

Dia mencekkikku sangat kuat, membuatku kesulitan bernapas. Terlihat senyum miring terukir dibibirnya.

“Mati Kau (y/n)!” Ucapnya. Dadaku sesak, Aku mulai kehabisan napas, dan penglihatanku mulai menggelap.

(y/n) POV END

~

Author POV

“Mati Kau (y/n)!” Ucap Putri Hana yang mencekik (y/n) dengan kuat sehingga membuat dadanya sesak kehabisan napas, dan penglihatannya mulai menggelap.

Your World S2{KakashiXReader} (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang