The Devil's Take Me | 20 - Feeling

5K 237 22

UPDATE!

VOTE SEBELUM MEMBACA😉

***

Playlist: Labrinth - Jealous

____________________

Setelah kepulangan mereka dari Paris dua hari yang lalu, semua kembali seperti biasa.

Barbara tetap memaksa bekerja dengan kekerasan kepala yang wanita itu punya, berhasil mengalahkan ego seorang Richard Adams.

Pernikahan mereka akan dilaksanakan seminggu lagi dan itu membuat Richard semakin posesif dengannya.

Pria itu memperbolehkan Barbara bekerja. Tapi dengan satu syarat, Richard hanya memperbolehkan Sara bekerja sampai matahari terbenam saja. Karena pria itu khawatir jika Barbara bekerja full seharian, Barbara akan kelelahan dan mempengaruhi kandungannya.

Huh! Posesif sekali pria satu itu.

"Petty! Antarkan pesanan untuk meja nomor sembilan ya!" ucap Barbara lalu memberikan nampan berisi pasta buatannya.

"Ah! Hari yang melelahkan!" tiba-tiba suara Emily mengagetkannya. Sahabatnya itu baru saja mengantarkan delivery.

Barbara hanya terkekeh sebelum ucapan Emily membuat kekehannya lenyap.

"Bagaimana ke Paris dengan seorang Richard Adams?"

"Apakah ia romantis? Apakah ia mengajakmu berkencan di menara eiffel?" tanya Emily lagi.

Dan itu membuat mood Barbara terjun begitu saja mengingat ia sedang kesal dengan lelaki itu.

Bagaimana tidak? Ketika lelaki itu mengantarnya berangkat kerja, lelaki itu menciumnya didepan banyak orang dengan waktu yang cukup lama lalu kabur dengan kekehan kemenangannya seperti biasa.

Well, itu membuat Barbara menjadi bahan gosip hampir setengah hari ini di restoran.

"Jangan bahas lelaki sialan itu! Aku sedang kesal dengannya!" kata Barbara dengan ketus.

"Memangnya apa yang ia perbuat lagi padamu?" Emily bertanya dengan kekehannya.

"Kau tahu, ia menciumku di depan umum seenak jidatnya! Seharian ini aku menjadi bahan gosip disini! Dan kau tahu? Kathrine jadi menatapku sinis setiap dia masuk ke dapur untuk mengambil makanan." ujar Barbara.

Emily tertawa. "Sebenarnya kau terlalu berlebihan Barb. Tapi untuk ukuran wanita polos sepertimu itu bisa dimengerti." ucapan Emily yang terdengar seperti EJEKAN membuat Barbara mendengus.

"Dan tentu saja kau jadi bahan bicaraan. Karena kau baru saja dicium oleh Richard Adams, Barb! Kau tahu reputasinya kan? Dan aku yakin si Kathrine jalang itu iri setengah mati padamu." kata Emily lagi lalu terkekeh diujung kalimatnya.

"Memangnya seperti apa reputasinya hingga para wanita tergila-gila padanya? Bastard dengan kekayaan melimpah yang pandai merayu dengan omong kosong manisnya?" kata Barbara sambil terkekeh yang menular pada Emily.

Sebuah interupsi dari pintu masuk dapur membuat kekehan kedua wanita itu terhenti.

Seorang pria berpakaian formal sedang berdiri disana. "Miss Watson?" dan sepertinya ia tahu siapa pria itu.

Sawyer. Sekretaris pribadi Richard.

"Ya? Ada apa, Sawyer?" jawab Barbara. Sawyer tampak terkejut karena Barbara menhetahui namanya tapi lelaki itu berusaha menutupinya.

"Mr. Adams mengajak anda untuk makan siang bersama, Miss." ucap Sawyer.

Barbara menoleh pada Emily yang menatapnya seolah berkata 'terima, Barb!'

Tapi memang dasarnya Barbara sedang kesal pada pria itu. "Bilang pada tuanmu itu aku tidak–"

"Dia bilang jika anda menolak dia sendiri yang akan datang kesini dan memaksa anda, Miss," potong Sawyer lansung karena tahu jika Barbara akan menolaknya. "Tenang saja, anda sudah mendapatkan izin dari atasan anda." kata pria itu lagi.

Barbara mengehela napasnya. Ia hanya pasrah mengikuti kemauan bastard itu daripada si bajingan itu datang kesini membuat kekacauan dan menjadikan dirinya bahan perbincanhan untuk yang kedua kalinya.

"Bye, Barb! Have fun!" kata Emily sebelum Barbara menghilang dibalik pintu dengan dengusan kesalnya.

Ketika sampai di depan, Sawyer membukakan pintu mobil untuk Barbara. "Silahkan, Miss."

Barbara masuk ke dalam mobil dan menyadari satu sesuatu. Ia masih mengenakkan apronnya. Tapi masa bodoh dengan itu. Yang penting sekarang adalah bagaimana cara ia membalas dendam pada lelaki itu nanti.

***

Barbara sudah sampai di sebuah restoran mewah bergaya Itali–tempat Richard meeting dengan rekan kerjanya.

Perempuan dengan celemek yang masih melekat ditubuhnya itu dengan cuek masuk ke dalam restoran yang rata-rata diisi dengan orang-orang kaya yang berpakaian formal dsn tentunya mahal.

Bahkan ada yang menatapnya aneh seakan mereka mengatakan, gadis miskin dari mana ini?

Well... ia tidak peduli. Yang penting sekarang adalah bagaimana caranya membalas pria sinting itu karena sudah mengganggu jam kerjanya.

Barbara sudah sampai di depan pintu ruangan VVIP–tempat Richard dan rekan bisnisnya mengadakan meeting.

"Tuan Bastard! Sudah kubilang jangan..." ucapannya terpotong ketika mendapati sebuah pemandangan menjijikan didepannya.

Richard dengan seorang perempuan–yang Barbara yakini sebagai rekan bisnis pria itu sedang berciuman dengan posisi perempuan itu berada di pangkuan Richard.

Langsung saja Richard mendorong wanita itu untuk menjauh dan berusaha mengejar Barbara yang sudah menjauh.

Sial! Ciuman itu terjadi bukan karena kemauannya. Tetapi rekan bisnisnya itu yang menahannya ketika ia ingin keluar dan langsung mendudukinya lalu menciumnya. Bahkan saat berciuman tadi, Richard sama sekali tidak bernapsu. Gairahnya hilang begitu saja entah kemana. Berbeda ketika ia dekat dengan Barbara, gairahnya selalu meletup-letup.

Sedangkan Barbara yang sudah kembali memasuki mobil merasakan aneh pada dirinya sendiri.

Mengapa dirinya langsung pergi begitu saja ketika melihay Richard sedang bercumbu dengan wanita tadi? Mengapa dirinya merasakan gejolak marah dan tak terima?

Oh, perasaan apa ini?

***

HOLAAAA!!!

I'M COMEBACK!!!

AND SO SORRY FOR LATE UPDATE HEHE:)

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YAAA!😉

LOVE Y'ALL,

ARVIYNSH🖤

The Devil's Take MeWhere stories live. Discover now