7. Move On! (Rega)

5.1K 293 2

Setelah kejadian Mom dan Reta kecelakaan, tidak banyak yang terjadi. Flo bilang dia mengerti karena keluarga gue ketimpa musibah, bahkan dia datang berkunjung setiap hari ke rumah sakit sampai Mom dan Reta pulang.

Gue dan Flo sempat kencan beberapa kali setelah itu, tapi seperti biasa. Gue bener-bener merasa gila karena harus memilih antara kencan gue sama Flo atau telepon Reta. Entah karena Arya berbuat ulah, Reta tersesat, Mom mempunyai ide gila. Gue merasa sangat bersalah sama Flo.

Flo selalu mengangguk mengerti. Kadang gue ga habis pikir, seberapa banyak kesabaran Flo buat gue. Gue lebih suka dimaki daripada Flo selalu mengerti keadaan gue.

Hari ini seminggu setelah ujian akhir, dan gue udah mengajak Flo kencan. Reta pun mengirim gue sms kalau dia lagi ada di rumah temennya, jadi gue langsung pulang ke rumah dan bersiap-siap.

Gue udah merencanakan semua sebaik mungkin. Gue ga mau kali ini gagal lagi. Ga boleh! Gue ga tau udah berapa banyak doa yang gue ucap, tapi yang jelas gue berharap... sangat berharap, kali ini tidak ada masalah apapun.

Ting

Notifications. Ada sms dari Flo.

Floreta - aku perjalanan ke rumah kamu. Aku rasa hari ini kita ga bisa kencan. Tunggu aku di rumah ya. Ada hal penting.

Great. Ga ada masalah, tapi kencan gue batal!

Tapi maksud Reta apa? Hal penting apa yang dimaksud Flo?

Gue bener-bener setengah mati berpikir, apa yang dimaksud Flo hal penting? Apa bener-bener penting? Please... jangan bilang kalau Flo mau minta putus dari gue. Gue ga mau! Gue ga sanggup! Tapi, kenapa harus repot-repot ke rumah gue dulu?

Suara teriakan terdengar jelas. Flo?

Flo sudah menarik Reta di sampingnya dan mengomel panjang lebar kepada gue. Gue sampai kaget karena cerita Flo! Reta disekap?! Jelas aja ini hal penting! Bagaimana mungkin gue ga ngerasa apapun saat Reta disekap? Bukannya biasa gue bisa tau kalau Reta dalam bahaya? Astaga Reta! Lu ga boleh sendirian lagi! Gue ga mau tau, lu harus terus di bawah pengawasan gue!

Bener kata Flo! Bagaimana saat di Belanda nanti?! Reta bilang semua baik-baik aja, tapi mananya bagian yang baik-baik itu?!

"Ga.. aku mau ngomong sesuatu. Boleh?" tanya Flo yang tiba-tiba menghentikan keributan gue dan Reta.

"Boleh. Kamu mau ngomong apa?" Tanya gue yang sekaran sudah menghadapnya. Sepertinya serius.

"Aku mau putus dari kamu."

APA?

"ka-kamu bilang ap-.."

"Aku mau putus dari kamu." ulang Flo.

GA MUNGKIN. KENAPA?

"Kenapa?" tanya gue menyuarakan pikiran gue.

"Mana yang kamu pilih, aku atau keluarga kamu?" kata Flo tenang.

Arrgh! Pertanyaan ini!

Brengsek! Gue ga bisa kalau pertanyaan ini yang keluar!

"Aku tau posisi kamu. Sulit kan? Tapi bagi aku, ini juga sulit. Aku cemburu setengah mati sama Reta. Dia mendapat seluruh perhatian kamu, bahkan di setiap kencan kita. Jujur, aku sedih, kesal, marah dan kecewa. Dan tepat hari ini aku menyesal..." jelas Reta.

Cemburu sama Reta? Flo, kenapa selama ini ga kamu kasih tahu aku Flo!!! Marah sama aku, tumpahkan semua rasa itu. Asal kamu jangan minta putus... Apa ada hubungannya sama Ryan? Apa ada hubungannya juga sama kepergian aku ke Belanda?

"Aku ga selingkuh. Tapi di jarak sedekat ini aja sangat sulit bagi kita, bagaimana bila kita terpisah jauh? Belanda dan Indonesia itu ga sedekat Bandung dan Jakarta. Kamu kejar cita-cita kamu, dan aku juga akan mengejar cita-cita aku. Aku harap kamu mengerti. Selamat tinggal."

Loving You #3 : REGABaca cerita ini secara GRATIS!