20

672 115 10


Sehun menyusul krystal untuk bertemu kai "sajangnim..." ucap chanyeol memberi hormat setelah keluar dari ruangan kai "bagaimana keadaanya??" Tanya sehun "mr.kim hanya perlu perawatan lebih lanjut, beruntung lukanya tidak terlalu dalam" jawab chanyeol tersenyum "hmmmm.. terimakasih dokter park" ucap sehun lalu masuk kedalam



Sehun melihat krystal sedang mencoba memasangkan infus kai dengan benar "ini sudah malam" ucap sehun, krystal masih mengabaikan sehun "krystal kau dengar aku?" Ucap sehun mencoba menahan emosinya "kau pulang lah.. kau juga butuh istirahat" balas krystal menatap sehun, sehun kesal dengan krystal saat ini namun meluapkan emosi dengannya hanya akan memperburuk suasana. Sehun berjalan menghampiri krystal lalu membelai rambut krystal lembut "ayo kita pulang, kau juga butuh istirahat.. lihat lah dirimu bagaimana kau bisa merawat pasien dengan keadaan kacau seperti ini kau bisa kembali besok" ucap sehun lembut


Krystal hanya diam menatap sehun "tidak, kau tidak akan mengijinkanku kemari lagi bukan? jawab krystal dingin "aku mengijinkannya jika kau mendengarkan perintahku" jawab sehun enteng, saat itu juga kai sadar dengan sigap krystal menghampiri kai "kai.. kau bisa dengar aku??" Ucap krystal, dengan senyumannya kai menganggukan kepalanya



"Syukurlah... jadi apa yang kau rasa sekarang?"ucap krystal untuk memastikan "aku merasa lebih baik krystal.. it's okay, apa yang kau lakukan disini? Pulanglah.. kau harus istirahat" ucap kai "aku akan menyuruh orangku untuk berjaga di depan selama kau disini, krystal ayo" ucap sehun dingin "baiklah kai... karena sehun aku tidak bisa menemanimu saat ini tapi aku akan kembali besok, beristirahatlah" pamit krystal "memang sebaiknya kau mengikuti perintah sehun saat ini, kau butuh menenangkan dirimu" ucap kai



Sehun menggandeng tangan krystal "kita perlu bicara empat mata tapi tidak saat ini" ucap sehun pada kai "hmmm aku tau.. hati hati dijalan" balas kai, selama didalan mobil krystal hanya diam "maafkan aku.. aku jadi merepotkanmu, lebih tepatnya semuanya, andai aku bisa menjaga diriku lebih baik" ucap krystal merasa bersalah "jangan salahkan dirimu" ucap sehun masih fokus berkendara "kau tidak ada niatan untuk mencari pencuri itu bukan?" Tanya krystal "aku ingin orang itu menghadap padaku" ucap sehun "sudahlah.. biarkan saja, aku tidak ingin masalah ini terus berlanjut" ucap krystal


"Pada saat dia menculikmu pada detik itu juga aku tidak bisa melepaskannya" ucap sehun dingin"


Sehun dan krystal sampai semua orang menyambut mereka berdua "syukurlah.. ya tuhan" ucap jaehyun lalu memeluk krystal erat "aku hampir seperti orang gila.. setelah tau kau diculik ishhh" ucap jaehyun masih memeluk krystal "aku ketakutan bodohh.. aku selalu mengingatmu" adu krystal manja memeluk jaehyun "sebaiknya kau istirahat.." ucap jaehyun melepaskan pelukannya, setelah krystal membersihkan dirinya sehun masih sibuk dengan berkas2 ditangannya untuk mencari tau siapa dalang dibalik semua ini



"Kau mau kemana?" Tanya krystal melihat sehun berganti pakaiannya saat ini "aku harus pergi ke suatu tempat, kau aman disini" ucap sehun dingin "tidurlah.. ini sudah hampir pagi kau pasti lelah" ucap krystal "aku akan tetap pergi" ucap sehun lalu pergi


..........................


"Nyonya.. seseorang menculik dokter jung" ucap salah satu ajudan nyonya kim "apah?? Ini mengejutkan.. siapa orang itu" ucap nyonya kim terkejut "kita masih berusaha menyeledikinya begitupun tuan muda masih mencari pelakunya "sebaiknya kau cari orang itu, siapapun orang itu dia akan berguna untuk kita hancurkan sehun" perintah nyonya kim

............................


Sehun berjalan di dalam ruangan yang minim pencahayaan untuk bertemu ahjusi itu

"Ahjushi.. kita ketemu lagi" sapa sehun tersenyum miring lalu duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh sekertaris jang "tenang aku kemari bukan menagih uang ganti rugi kerusakan mobilku, jadi bersyukurlah kau tidak mengeluarkan banyak uang untuk mobilku" ucap sehun lagi memainkan pulpennya "mmmmmmmm---" gumam ahjusi itu karena mulutnya terplester


"Ishhhh.. lepas kan ikatannya dan buka plesternya" perintah sehun pada ajudannya "aku membukanya karena aku masih menghargaimu" ucap sehun sedangkan ajudannya masih membuka ikatan dan plesternya "tapi jika kau mencoba kabur, aku akan---"


"JLEEEBBBB.... aaaaaaa"


Sehun menusukan pulpennya keras ke punggung tangan ahjushi itu dengan spontan karena akan melarikan diri "aku belum menyelesaikan kalimatku, tapi kau sudah ingin melarikan diri lihatlah aku jadi menyakitimu" ucap sehun datar "tolong lepaskan aku.. aaa" ucap ahjusi itu kesakitan "kau yang membuat pilihan itu sendiri ahjushi jangan salahkan aku, aku sudah berbaik hati padamu" jawab sehun cuek lalu mengambil beberapa foto di dalam sakunya dan melemparkannya diatas meja "katakan padaku.. siapa yang menyuruhmu dengan begitu anakmu selamat" ucap sehun "aku mohonnn tuan.. jangan sakiti anakku" ucap ahjushi itu menangis memohon



"Semua tergantung dengan pilihanmu ahjusi" ucap sehun tenang "bagaimana jika orang itu membunuhku juga setelah aku memberitahu identitasnya" ucap ahjushi itu "aku yang akan membunuhnya terlebih dahulu, cepat katakan" ucap sehun mulai emosi "dia adalah.... " ahjushi itu pun membisikan identitas lelaki itu kepada sehun, cukup membuat sehun terkejut



"Aku akan membunuhmu jika kau berbohong" ucap sehun menahan emosi "bawa pergi dia, kirim dia dan keluarganya keluar negri saat ini pastikan mereka mendapat pengamanan" perintah sehun "terimakasih tuan... anda sudah melindungi saya" ucap ahjushi itu berterimakasih di kaki sehun "pergilah" ucap sehun datar lalu pergi "bagaimana dengan kalungnya??" Tanya sehun pada sekertaris jang "kalungnya sudah tidak bisa dilacak sajangnim" jawab sekertaris jang



"Sialan... jadi benar brengsek itu, tidak ada yang mengetahui kalung itu memiliki alat pelacak saat aku mngatakan dimana aku menyuruhmu dan lainnya mencari krystal, brengsek itu" umpat sehun "maksud sajangnim apa itu.. kai??"ucap sekertris jang sedikit terkejut "dia yang pertama menemukan krystal" tambah sehun menahan emosi


Sehun pulang sekedar mengganti bajunya dan pergi bekerja "kau baru pulang?" Tanya krystal melihat sehun sedang memakaikan kemeja kerjanya "semangat sekali sepagi ini kau sudah bersiap untuk menemui kai" Ucap sehun, krystal mendekat ke arah sehun dan mengambil alih untuk memasangkan dasi sehun "aku harus kesana, kau sebaiknya istirahat" ucap krystal dingin "aku akan istirahat dengan tenang setelah semuanya selelsai" ucap sehun "apa kau masih mencari pelakunya? Sudah cukup sehun kau hanya membuang waktumu untuk ini, kau sebaiknya istirahat" sela krystal sedikit kesal "menurutmu bagaimana kai bisa menemukanmu sebelum diriku? Kau tidak memikirkannya" sehun mencoba mengalihkan pembicaraan



"Sehun.. aku bilang hentikan, lihat dirimu kau bahkan mencurigai kai sekarang? Dia yang menyelamatkanku" ucap krystal emosi "aku hanya minta kau memikirkannya" ucap sehun tenang "kau hanya terlalu lelah sehun.. rubah pikiranmu tentang kai yang seharusnya kau pikirkan adalah keadaanya sekarang, aku tidak mengerti dirimu dia temanmu bukan?" ucap krystal mencoba lebih tenang "kau pikir aku mengatakan semua ini hanya asal bicara? Aku selalu punya alasan atas perkataanku dan tindakanku kau tidak mengerti bagaimana hidup menjadi diriku aku tidak bisa hidup seperti orang normal yang lain kau tau berapa orang diluar sana yang ingin menaburkan bungan diatas makamku huh? Bagaimana bisa aku masih hidup dengan normal jika kehidupanku seperti ini karena aku oh sehun.." ucap sehun sedikit meninggikan nada suaranya




Krystal hanya menatap sehun tak percaya "sehun.. kau hanya terlalu terobsesi pada suatu hal yang membuatmu menjadi seperti ini dan kau cenderung menyalahkan siapapun untuk obsesimu, aku pikir kau harus istirahat" jawab krystal mencoba menenangkan suasana sehun, sehun hanya tersenyum miris  mendengar perkataan krystal "kau bahkan mengatakan seolah aku pasien mu sekarang krystal" sela sehun "memang begitu.. kau sakit sehun, kau pikir karena apa aku bersamamu? Karena aku berusaha agar kau kembali seperti orang normal cukup aku sudah lelah dengan semua ini" ucap krystal meluapkan semua emosinya




"Pergilah krystal... aku tidak mau mengatakan kata2 yang tidak pantas untuk di dengar saat ini, aku anggap kau berperan sebagai dokterku kali ini" ucap sehun menahan rasa sakit hatinya dan memilih untuk pergi














Tbc

Maaf up telat, makasih buat vote dan commentnya di part sebelumnya 😘

Mr. Oh Sehun [COMPLETE]Baca cerita ini secara GRATIS!