"Hmm... Seperti itulah..." Kata Hanifa yang tertawa.

"Tapi apa yang membuatmu kembali hadir di dunia ini Raihan? Bisakah kau ceritakan padaku?" Lanjut Hanifa.

"Aku juga tidak begitu mengerti dengan apa yang terjadi padaku. Awalnya aku bagaikan terbangun dari tidur yang sangat panjang. Aku membuka mata dan aku melihat jika aku berada di sebuah ruangan berwarna putih yang tak berujung. Aku juga tak mengetahui dan tak mengingat tentang diriku hingga akhirnya aku melihat di sisi ruangan tampak beberapa tayangan masa laluku yang akhirnya membuatku bisa mengingat siapa diriku. Disaat yang sama aku melihat beberapa orang yang sedih atas kepergian ku. Salah satu orang itu adalah Fina, dia begitu sangat sedih dan terpukul atas kepergian ku. Hingga akhirnya aku pun berdoa dan memohon agar dipertemukan lagi dengan Fina supaya aku bisa menghapus kesedihannya menjadi sebuah kebahagiaan. Ternyata doaku terkabul kenyataannya aku memang hadir kembali di Dunia ini namun aku tak dapat terlihat dan terdengar oleh Fina. Aku sangat bersedih dan mulai putus asa karena tak dapat berbuat apa-apa terhadap Fina"

Raihan begitu detail menjelaskan apa yang telah terjadi padanya sambil berharap Hanifa bisa memberikan solusi kepadanya.

"Kalau Kak Hanifa kenapa bisa kembali berada di dunia?" Lanjut Raihan.

"Jawabanku hampir sama dengan jawabanmu. Ini semua karena terkabulnya doa oleh sang pencipta. Beberapa tahun yang lalu sebelum aku melahirkan putri cantik ku itu aku selalu bermohon agar di selamatkan dalam persalinan namun jika aku tak dapat bertahan maka aku bedoa agar tetap bisa kembali ke dunia untuk melihat putri ku. Memang kenyataannya aku berada di dunia ini namun aku hanya sementara, aku hanya bisa hadir selama dua bulan yaitu di bulan ulang tahun Nana dan sebulan lagi setelahnya" Jawab Hanifa dengan ringkas dan jelas.

"Tapi kenapa Kak Hanifa bisa berbicara dengan anaknya Kakak?" Tanya Raihan heran.

"Entahlah... Bukan hanya berbicara aku bahkan bisa menyentuh dan menciumnya. Dari sejak Nana bayi dia sudah bisa melihat dan merasakan jika aku ini Ibunya bahkan dia seolah mengerti jika aku hanya bisa dilihat olehnya. Anak itu memang cerdas dan cepat memahami sesuatu, mirip seperti Ibunya" Jawab Hanifa tertawa bangga.

"Kak Hanifa bahkan bisa menyentuh sesuatu? Kenapa aku tidak?" Tanya Raihan

"Awalnya aku juga tidak dapat menyentuh apapun tapi mungkin karena rasa sayangku kepada Nana akhirnya aku bisa menyentuh sesuatu. Hal pertama yang ku ingat disaat aku bisa menyentuh botol susu Nana disaat malam dia menangis karena ingin minum susu dan sejak itu aku bisa menyentuh sesuatu" Kata Hanifa.

"Apakah aku juga bisa seperti itu?" Tanya Raihan.

"Mungkin saja, kamu harus selalu mencoba kalau tidak dicoba mana bisa kan?" Jawab Hanifa.

Di tempat yang berbeda, di sebuah ruangan yang dindingnya dilapisi beberapa kaca dan terlihat beberapa meja dan kursi saling berdempetan namun masing-masing memiliki sekat. Tiap sekat ruangan berisikan sebuah komputer, laptop, alat tulis dan beberapa peralatan kantor lainnya. Di sebelah kiri setelah pintu masuk ruangan ada empat ruangan terpisah. Yang pertama ruangan yang besar itu adalah ruangan utama pemimpin perusahaan, yang kedua adalah ruangan kepala bagian personalia atau biasa disebut HRD, yang ketiga ruangan yang di dalamnya ada empat meja masing-masing di tempati oleh kepala divisi perusahaan salah satu orang yang menempati ruangan tersebut adalah Firman. Ruangan terakhir yang sedikit kecil dari ruangan yang lainnya adalah ruangan penyimpanan arsip dan dokumentasi perusahaan.

Firman bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibagian penjualan kendaraan. Firman menempati posisi sebagai kepala divisi penerimaan dan pengeluaran barang. Semua tanggung jawab pembelian dan penjualan kendaraan harus dalam pengawasan dan izin dari Firman.

1 Kisah 4 Cinta 2 DuniaBaca cerita ini secara GRATIS!