Prolog

1.4K 408 68

.
.
.

Pagi itu, Hyunjin Yehezkiel sedang tertidur nyenyak saat bel apartmentnya berbunyi.

"Siapa sih, anjir. Ganggu aja masih pagi."

Dengan malas, Hyunjin beranjak dari kamarnya dan berjalan menuju pintu depan. Melihat sebentar dari intercom, tidak ada siapa-siapa. Namun saat membuka pintu, ia melihat sebuah bayi berbalut hoodie biru muda, box hitam dan dua buah surat terletak didepan pintu apartmentnya.

 Namun saat membuka pintu, ia melihat sebuah bayi berbalut hoodie biru muda, box hitam dan dua buah surat terletak didepan pintu apartmentnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Hyunjin berjongkok, melihat lebih dekat bayi tersebut, "Anjir, yang naruh disini siapa coba?"

"Yang buang harusnya kasih keranjang atau selimut, pelit banget heran." sungut Hyunjin dengan raut wajah kebingungan "Ini gimana gendongnya?"

Sekitar lima menit, dengan posisi masih berjongkok didepan bayi yang posisinya pun masih tergeletak dilantai. Hyunjin tidak juga menggendong atau menyentuh bayi itu sedikitpun.

"Eh bayi, bangun sendiri bisa kan? Gue takut megang lo."

Bayi itu hanya mengedipkan mata untuk membalas ucapan ngawur Hyunjin.

"Gue mau tidur lagi, lo kalau mau masuk jalan sendiri ya. Tenang, pintunya gak gue kunci." Hyunjin bangkit dari jongkoknya. Membuka pintu apartment dan masuk kedalamnya. Meninggalkan bayi yang masih diam itu sendirian.

.
.
.

Tidur Hyunjin kembali terganggu saat pintu apartmentnya digedor dengan keras, "Bangsat, siapa lagi coba."

Hyunjin dengan mata yang masih belum sepenuhnya terbuka beranjak dari kamarnya lalu membuka pintu, "Kan tadi udah gue bilang, pintunya gak gue kunci. Masuk aja gausah-"

"Jahat"

Mendengar seseorang memotong kalimatnya, mata pemuda Yehezkiel itu terbuka seratus persen.

"Ngapain disini?" tanya Hyunjin pada pemuda dihadapannya.

"Lo jahat ninggalin bayi lucu kaya gini didepan pintu, sendirian lagi." Felix menunjuk bayi yang masih diam diatas lantai.

"Terus gue harus apa? Tadi gue udah bilang sama itu bayi, kalau mau masuk jalan sendiri." kata Hyunjin kalem.

Rahang Felix jatuh mendengar ucapan Hyunjin, "Dia masih bayi, anjir. Belum bisa jalan."

"Ya harusnya diajarin jalan sebelum dibua-"

Felix menonjok pipi kanan Hyunjin, tidak membiarkan pemuda itu melanjutkan kalimat bodohnya.

"Bodo amat. Males gue ngomong sama orang kaya lo."

Felix berjongkok lalu menggendong bayi tersebut ditangan kanannya. Sedangkan, tangan kirinya mengambil box dan juga surat yang terletak disana.

"Awas, badan lo ngalangin pintu." Felix masuk ke apartment Hyunjin, meninggalkan pemiliknya yang masih meringis sendirian diluar.

TBC

Halo, aku bawa ff hyunlix chaptered.
Ini lokal vibes ya.

Next or Unpub?
Ini aneh astaga, wkwk.

Qualtagh •hyunlixBaca cerita ini secara GRATIS!